oleh

Begini Pesan Kepala Lapas Pemuda Tangerang Dalam Orientasi Taruna Poltekip

SKI, Tangerang – Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Tangerang (Lapas Pemuda Tangerang) mengikuti acara Penutupan Masa Orientasi Lapangan Taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) Angkatan LIII Zona I di Wilayah Kemenkumham Banten. Turut hadir Imam Suyudi selaku Kepala Kanwil Kemenkumham Banten dan juga Jumadi selaku Kepala Lapas Pemuda Tangerang dan menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Lapas Anak Wanita Kelas IIB Tangerang, Kamis (4/7).

Dalam acara Penutupan Masa Orientasi Lapangan Taruna Poltekip Angkatan LIII Zona I di Wilayah Kemenkumham Banten ini, dilakukan presentasi dari para Taruna yang telah melaksanakan orientasi di berbagai Lapas yang berada di wilayah Banten, termasuk di Lapas Pemuda Tangerang. Hal ini menjadi tolak ukur hasil dari pembinaan kemandirian dan kepribadian para Taruna ketika melakukan orientasi lapangan.

Menurut Jumadi, para Taruna telah melaksanakan orientasi lapangan dengan baik. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan lagi, Hal ini diperlukan agar para Taruna nanti siap bekerja dengan baik dan memiliki ilmu yang cukup setelah turun ke lapangan nanti.

“Kami berterima kasih atas pelaksanaan orientasi lapangan para adik-adik Taruna. Semoga segala ilmu dan pengetahuan yang telah didapatkan bisa menjadi bekal dalam melanjutkan perkuliahan, serta ketika bekerja kelak,” ucap Jumadi.

Di tengah-tengah acara, Jumadi juga turut memberikan masukan dan saran kepada para Taruna yang mempresentasikan hasil orientasi lapangan mereka, ada beberapa poin andalan Lapas Pemuda Tangerang yang menjadi pembahasan presentasi para Taruna, diantaranya kegiatan perkuliahan di Kampus Kehidupan dan hasil karya para Warga Binaan.

Menanggapi presentas para Taruna, Jumadi mengatakan bahwa kegiatan perkuliahan di Kampus Kehidupan merupakan merupakan program perkuliahan sarjana (S1) bagi Narapidana di Lapas Pemuda Tangerang, hasil kerjasama antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) dan Universitas Islam Syeikh Yusuf Tangerang (UNIS) yang diikuti oleh 33 orang narapidana perwakilan dari 33 propinsi di Indonesia.

“Kedepannya, para narapidana terpilih ini tidak hanya menerima pendidikan sarjana saja, tetapi juga akan mendapatkan pendidikan profesi advokat, sehingga lahirlah advokat-advokat yang berasal dari Warga Binaan Pemasyarakatan,” tegas Jumadi.

Sedangkan terhadap hasil karya para Warga Binaan, Jumadi mengatakan, “Banyak sekali buah tangan dari para Warga Binaan seperti kerajinan tangan, lukisan, makanan, dan sebagainya. Dan kesemuanya menjadi produk andalan kami yang bisa didapatkan melalui Instagram kami di @jape.store.” (Red SKI).

Komentar

News Feed