Akibat Proyek Nasional, Siswa SD Tonjer Terlantar

SKI| Lombok Tengah – Akibat adanya pembangunan jalan Bypass BIL menuju bundaran Songgong Desa Kita, membuat dua gedung sekolah yang berada di sana akhirnya dirubuhkan.

Namun, kedua sekolah yang dirubuhkan yakni Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tonjer, dan SMPN 15 Tonjer tak kunjung diganti oleh pihak PT maupun Pemerintah Daerah Lombok Tengah. Naasnya, pihak PT yang mengerjakan proyek tersebut menjadikan bekas bangunan SMPN tersebut sebagai kantor dan Mess.

Kepala Sekolah SDN Tonjer, Fahrudin mengatakan, para siswa yang tidak mempunyai gedung sekolah kini hanya bisa belajar dari rumah ke rumah. Selain itu, siswanya juga sering diejek oleh sekolah lain lantaran tidak mempunyai sekolah.

“Kita prihatin sekali melihat siswa yang diejek oleh siswa dari sekolah lain lantaran tidak ada gedung sekolah,” Ucapnya saat ditemui di rumah salah seorang guru saat melakukan belajar mengajar. Kamis (15|7)

Pihak sekolah sudah bersurat kepada Dinas Pendidikan setempat, namun mengalihkan persoalan ini kepada Dinas PUPR.

“Kami berharap besar agar bangunan itu dapat segera dibangun,” Pintanya

 

Para siswa pulang usai belajar melewati sawah tempat lokasi relokasi sekolah SDN Tonjer. Photo: Tim SKI

 

Fahrudin menjelaskan bahwa gedung sekolah SDN Tonjer dirubuhkan pada November tahun lalu akibat adanya proyek nasional pembangunan jalan.

Jumlah siswa di SDN Tonjer sekitar 137 siswa mulai dari kelas 2-6. Dimana, untuk saat ini kelas 1 masih belum ada, dikarenakan gedung sekolah yang tidak ada.

” Sementara kita tidak menerima siswa baru, soalnya gedung untuk proses belajar mengajar masih belum ada,” Ujarnya

Saniah guru kelas 6 di SDN Tonjer juga berharap agar pemerintah daerah segera membangun gedung sekolah yang baru untuk para siswanya

“Kami sedih pak, melihat siswa kami yang tidak ada tempat untuk belajar, ini kan seharusnya dapat menjadi perhatian pemerintah,” Katanya

Sementara itu, Lalu Usni siswa kelas 6 berharap besar kepada pemerintah terkait agar sekolahnya dapat segera dibangun

“Kami sering diejek-ejek sama sekolah lain karena tidak ada gedung, kami minta Pak Presiden Jokowi membangunkan kembali sekolah kami, kami sudah lelah bejar di rumah” Ungkapnya. (riki)

News Feed