oleh

Aliansi Lekor Bersatu Tolak PJS Kepala Desa Dari Luar, Ketua BPD Enggan Bersuara

SKI| Lombok Tengah- Puluhan Pemuda Desa Lekor Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah yang tergabung dalam Aliansi Lekor Bersatu (Ali Batu) mendatangi kantor Desa setempat. Hal tersebut dikarenakan adanya PJS (Penjabat Sementara) Kepala Desa yang dipilih oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari luar Desa.

Koordinator Lapangan Aksi Salbi mengatakan bahwa, pihaknya menolak keras adanya PJS dari luar Desa. Pemilihan PJS tersebut diduga telah membuat masyarakat Desa setempat merasa dilecehkan.

“Kita ini seperti dilecehkan, masa dari sekian ribu masyarakat tidak ada yang bisa memimpin Desa ini, malah diambil dari luar Desa,” Ucapnya saat aksi di depan kantor Desa pada Senin (16|8).

Selain itu, masa aksi juga menyangkan pihak Pemerintah Desa serta BPD yang telah berkhianat kepada masyarakat.

“Kami anggap itu penghinaan yang dilakukan oleh pemerintah Desa Lekor,” Terangnya.

Lanjut Salbi, masa aksi juga menuntut agar pemdes dan Ketua BPD memberikan berkas tanda tangan yang dilakukan oleh 26 Kadus untuk memberikan persetujuan terhadap PJS tersebut.

Dimana, tanda tangan yang dilakukan oleh 26 kadus itu dirasa janggal oleh masa aksi, dikarenakan dari pihak Desa tidak dapat memberikan bukti tersebut.

“Kami tetap berpegang teguh menolak adanya PJS Kepala Desa dari luar,” Tuturnya.

Junaedi menambahkan, bahwa hal tersebut sangat miris, dimana saat ini sudah tidak ada kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap pihak Desa serta menyuruh PJS tersebut mengundurkan diri.

Selanjutnya, Lalu Suare yang menjadi PJS saat ini tidak dianggap oleh masyarakat dan akan mempertaruhkan nyawa untuk membuat keadilan di desanya.

“Kami menuntut Laku Suare sebagai PJS mundur, kami akan pertaruhkan nyawa untuk itu,” Teguhnya.

Begitu juga dengan yang dilakukan oleh pihak BPD dengan Pemdes lekor tidak sesuai dengan mekanisme Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2021.

“Kalau sampai tuntutan kami tidak didengar eh pihak desa, maka kami akan menyegel kantor Desa ini,” Geramnya.

Sementara itu, Ketua BPD Desa Lekor Ikriadi saat ditemui wartawan SwaraKonsumenIndonesia.Com di kantornya enggan untuk memberikan komentar terkait dengan hal tersebut.

“Saya tidak ingin berbicara di media dan tidakau berstatmen apa-apa, biarkan saja tidak berimbang,” tutupnya. (riki).

News Feed