Area Kantor Unit Pengelola Jadi Lahan Parkir, Diduga Liar

SKI | Jakarta – Kantor Unit Pengelola (UP) Parkir Jakarta Pusat saat ini ramai diperbincangkan karena dimanfaatkan menjadi lahan parkir ratusan sepeda motor, diduga liar.

Bagi penitip kendaraan tidak diberikan karcis atau tiket parkir. Disinyalir, uang hasil parkir masuk kantong oknum, tidak masuk kas daerah lewat retribusi.

Menurut keterangan juru parkir (jukir), kebanyakan motor yang parkir menginap berhari-hari. Dan,
tarif yang dikenakan untuk setiap motor sebesar Rp.10.000,- per hari. “Sepuluh ribu per tanggal (hari/red), Pak,” kata jukir kepada awak media.

Salah seorang yang menitipkan motornya parkir di Area Kantor UP Parkir Jakarta Pusat juga mengatakan hal serupa. Dia mengatakan menitipkan motornya selama beberapa hari karena akan pulang kampung ke Surabaya. Ia mengaku membayar Rp10.000, per harinya.

Jika 200 kendaraan parkir di Kantor UP Parkir Jakarta Pusat setiap hari, berarti menghasilkan Rp.60 juta dalam satu bulan. Setahun sekitar Rp.720 juta.

Ketika dikonfirmasi terkait parkir diduga liar di area kantor, Satpel UP Parkir Jakarta Pusat, Anton Sianipar sedang tidak berada di kantor, Jumat (8/9/2023). [Sahala t p].