Bawa Shabu Seberat 201,9 Gram Dalam Perut Dari Sumatra, Pelaku Ketangkap di Lotim

SKI l Lombok Timur-Tim Opsnal Satuan Narkoba Polres Lombok Timur berhasil menangkap pelaku pembawa shabu seberat 201,9 gram yang dibawa dari pulau Sumatra dalam perutnya. Dengan inisial RF (32) warga Aikmel, dimana  penangkapan dilakukan di perbatasan Lotim-Lombok Tengah tepatnya di Jenggik,Kecamatan Terara,Rabu (25|8) lalu.

Sementara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku langsung digelandang ke Mapolres Lotim,guna proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Lotim,AKBP Herman Suriono,Sik, MH saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya berhasil menangkap pelaku pembawa narkoba dalam anus di wilayah Jenggik,Kecamatan Terara tepatnya di perbatasan Lotim-Lotim.

” Pelaku ditangkap di perbatasan Lotim-Loteng saat baru datang dari bandara membawa shabu,dengan langsung diciduk petugas,” tegsnya.

Ia menjelaskan ‎dalam pengungkapan kasus ini tidak terlepas peran dan kerjasama masyarakat yang memberikan informasi kepada kami. Untuk kemudian langsung menindaklanjutinya.

Dengan langsung ‎bergerak melakukan penyelidikan,lalu  setelah akurat langsung bergerak melakukan penangkapan  terhadap pelaku yang diduga membawa narkoba jenis shabu tersebut.

Kemudian pada saat penangkapan dilakukan petugas langsung melakukan penggeledahan, akan tapi tidak ditemukan barang haram itu dalam badan dan pakaian pelaku.

‎‎” Saat diintrogasi, pelaku mengaku kalau barang bukti ada di dalam perutnya, dan pelaku langsung dibawa ke RSUD dr. Raden Soedjono Selong untuk menjalani CT Scan/Rontgen,” paparnya.

Setelah itu lanjut, Mantan Kapolres Sumbawa ini menambahkan dari hasil rontgen ditemukan kalau pelaku menyembunyikan barang bukti narkoba dalam perutnya berbentuk telur tiga buah,dengan dimasukkan dalam anusnya.

Kemudian barang bukti itu berhasil dikeluarkan setelah bantuan dari dokter rumah sakit yang mengeluarkan barang haram tersebut dalam perutnya.

” Pelaku mengakui ‎benda oval yang dibungkus plastik bening di duga narkoba jenis shabu,dengan dimasukkan dalam perut dari Pulau Sumatra,” tambahnya seraya mengatakan ‎setelah dilakukan penimbangan terhadap barbuk narkoba tersebut, beratnya cukup pantastik yaitu seberat 201,79 gram

Herman manandaskan barang bukti narkoba itu dibawa pelaku merupakan jaringan antar provinsi. Dengan dibawa dari pulau Sumatra dan transit di Jakarta menggunakan pesawat.

Sementara dalam pengakuan pelaku melakukan aksinya sudah dua kali dengan modus yang sama.

” ‎Dalam kasus ini pelaku di jerat pasal 114 UU narkotika dengan ancaman hukuman minimal Enam tahun penjara dan maksimal seumur hidup,” tandasnya.(Sam)

News Feed