Belasan Anak Dibawah Umur Jadi Korban,Waria Asal Lotim Diborgol Polisi

SKI l Lombok Timur-Salah seorang waria asal Desa Wanasaba,Kecamatan Wanasaba dengan inisial FK ditangkap petugas kepolisian di wilayah jalan jurusan Desa Telaga Waru,Kecamatan Pringgebaya,Kabupaten Lombok Timur,Rabu malam (18|5) sekitar pukul 19.00 wita.

Setelah waria tersebut dilaporkan salah seorang korban yang masih berstatus pelajar SMP di Lotim ke polisi.Untuk kemudian petugas langsung bergerak dengan menjebak waria yang seolah-olah korban mau menuruti permintaan dari waria tersebut.

Sementara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya waria tersebut langsung digelandang ke Mapolres Lotim guna proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Lotim melalui Kasi Humas,Iptu Nicolas Oesman saat dikonfirmasi membenarkan adanya salah seorang waria asal Wanasaba diamankan polisi setelah korban bersama petugas menjebak waria tersebut di wilayah Desa Telaga Waru,Kecamatan Pringgebaya.

“Memang betul ada waria yang diamankan petugas setelah adanya laporan masuk dari korban yang masih berstatus pelajar,” tegasnya.

Nicolas menjelaskan dari pengakuan pelaku  kalau korbannya sekitar belasan orang. Dengan semuanya laki-laki dan masih berstatus pelajar serta dibawah umur.

Dalam menjalankan aksinya pelaku tersebut menggunakan nama samaran di akunt media sosial (Facebook) bernama Putri. Kemudian banyak diantara korban yang meminta perteman dan chat melalui mesenjer.

Setelah itu saling kenal lalu saling tukar nomor kontak atau Watshapp,sehingga dari sinilah pelaku mulai melancarkan aksinya.Dengan meminta korban untuk melakukan vidio call serta telanjang sambil melakukan adegan yang tidak sepatutnya dilakukan anak dibawah umur.

” Tapi dengan pengaruh pelaku akhirnya korban menuruti apa yang diinginkan pelaku,”tuturnya.

Lebih lanjut Kasi Humas menambahkan tidak sampai disitu pelaku juga merekam adegan yang dilakukan korban.Untuk kemudian setelah itu digunaka pelaku mengancam korban akan menyebarkan vidio ke media sosial kalau tidak mengikuti permintaan pelaku.

Kemudian korban ditelpon sama pelaku meminta untuk melayani teman pelaku,karena adanya ancaman tersebut akhirnya korban  datang ke tempat yang telah ditentukan oleh pelaku.

” Namun saat korban datang bersama temannya,maka pelaku tidak jadi melakukan aksinya,karena takut ketahuan teman korban,” tambahnya.

Mantan Kapolsek Suralaga ini menuturkan karena korban terus diteror sama pelaku untuk melayani keinginan pelaku,apalagi vidio tersebut sudah diketahui oleh keluarga korban.

Maka membuat marah pihak keluarga korban yang akhirnya datang ke melapor ke polisi,karena tidak terima perbuatan pelaku terhadap korban.

” Baru satu korban yang melapor belum korban lainnya,” tandasnya seraya mengatakan pelaku juga menjelaskan kalau aksinya dilakukannya  sekitar tiga bulan lamanya.

Sementara pelaku, FK mengatakan kalau korbannya lebih dari sepuluh orang yang merupakan anak masih dibawah umur dengan memanfaatkan media sosial dan nama samaran untuk memperdaya korban.

” Saya menyesal dengan apa yang dilakukannya,” katanya.‎(Sam).

News Feed