IMG-20200814-WA0074_copy_700x280
Mata Publik, Tajam, dan Terpercaya
Wartawan Swara Konsumen Indonesia Dilengkapi Dengan KTA Yang Masih Berlaku Dan Surat Tugas Peliputan, Nama Tercantum Didalam Box Redaksi

DUA SINOPSIS GEBRAK TANAH SUKABUMI, LEBURKAN SEGALA AROGANSI KEPENTINGAN

Ming, 21 Jul 2019 08:12:00pm

Admin - Media Swarakonsumenindonesia

Screenshot_20190721_201030

SKI, Ringkasan atau garis besar skenario yang menggambarkan isi dari sebuah judul film baik konkrit maupun abstrak disebut Sinopsis; Ringkasan Cerita atau Gambaran Singkat dari Isi Skenario Film sesuai kronologi ceritanya.

Berdasarkan respon dari berbagai pihak, tampaknya film berjudul “Menjelang Senja Di Bojongkokosan” bakal menjadi film terfavorit di Sukabumi.

Jika masyarakat Sukabumi penasaran seperti apa ceritanya, dan hal apa saja yang menjadi sebab betapa menariknya film yang sedang digarap ini? Yang mampu menampung segala pertanyaan dan kerinduan masyarakat akan pentingnya sebuah religiusitas kebersamaan dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kemuliaan hidup

Sebelum nonton filmnya, pada bulan Agustus 2019, yuk kita intip dulu sinopsisnya.


SINOPSIS 1 :
Film Sejarah Mistis Semi Dokumenter :
“Menjelang Senja Di Bojongkokosan”

Film semi dokumenter ini bertutur tentang Pertempuran Konvoi yang terjadi pada tanggal 9 Desember 1945. Akibat pelanggaran sekutu terhadap kesepakatan dalam pembebasan tawanan perang (APWI) dan pengiriman perbekalan yang didatangkan dari Jakarta ke camp-camp sekutu tanpa melibatkan TKR, maka terjadilah penghadangan terhadap konvoi sekutu yang dipimpin Letkol Eddy Soekardi sebagai komandan Resimen III Sukabumi.

Film dokumenter ini tak hanya mengupas tentang sejarah terjadinya Pertempuran Konvoi, tetapi juga mengupas tentang sisi lain dari perang konvoi yang mempunyai peran penting dalam keberhasilan pertempuran konvoi yaitu sisi mistis. Rahasia “pegangan/kehebatan/kekuatan” para pejuang menjadi bekal mereka untuk bertempur. Sehingga hanya dengan senjata sederhana seperti bambu runcing, ketapel, golok dan panah para pejuang dapat melumpuhkan konvoi sekutu. Dengan sandi resimen “Mengepung Ular berbisa” dan strategi “Hit and Run”.

Pertempuran Konvoi ini didukung Laskar Rakyat Sukabumi yang datang dari kalangan para Santri.

Dalam film semi dokumenter ini juga menampilkan kisah miris dari pelaku sejarah dan keluarganya yang tak mendapat perhatian dari pemerintah hingga akhir hayatnya. Sebagai saksi mata dan pelaku sejarah Pertempuran Konvoi yang terlupakan.

Tanggal syuting : 20, 21, 22 Juli 2019
Lokasi syuting : Museum Palagan Bojongkokosan, Rumah Narasumber (Abah Aceng). (Mang Caing), Abah Pepen, Abah Adang, Abah Jaja’), Rumah Sakit Sekarwangi, Traveling (kecamatan Parung Kuda, Kecamatan Cicurug, stasiun KA Cicurug, kecamatan Cigombong), dan Sungai Cibojong.


SINOPSIS 2 :
“Gerbang Dari Barat”

Sulastri, 19, cantik, cerdas, dan taktis adalah wanita enerjik asal Malaysia yang datang ke Indonesia untuk melakukan riset tentang sejarah, seni budaya dan wisata Indonesia, khususnya kabupaten Sukabumi, bersama mahasiswa lain dari Jakarta. Ia sangat tertarik dengan sosok Abah Anom, 60. Tokoh masyarakat yang kharismatik, bijak, dan menjadi pimpinan Padepokan beladiri silat yang tak terkalahkan.

Sulastri teringat kakeknya yang pendekar dari tanah Johor itu, lumpuh disebabkan karena salah gerak saat bertarung dengan Abah Anom beberapa puluh tahun yang lalu, saat ia sedang diwejang Abah Anom, sosok Pasundan yang selama ini menjadi narasumbernya, di depan teman-teman mahasiswa, menguak rahasia penting yang menjadi kunci “tak terkalahkannya” itu.

Terkait dengan ajaran nilai-nilai Universum Kian Santang, penyebar Islam di Jawa Barat, akan akhlak mulia manusia dalam mensikapi alam dan manusia dengan bijak.

Tradisi anak-anak pesisir pantai di dekat Padepokan yang rajin menjaga pantai dari segala sampah, mengumpulkan kerang-kerang, membuat souvenir, dan dijualnya kepada para turis. Masih disiplin menyempatkan waktu untuk berlatih beladiri Cimande dan mengaji setiap sore di Padepokan Abah Anom.

Keluarga Abah Anom beserta cucu-cucunya yang hidup sederhana, bisa tersohor bukan karena banyaknya harta atau pun tingginya jabatan, tapi karena akhlak mulianya sebagai manusia.

Pelestarian hasil budi daya, dan pengolahan cipta, rasa dan karsa para pendahulu yang dilandasi dengan kejujuran, ketulusan, dan konsistensi akan melahirkan kemajuan seni, budaya, peradaban, dan keseimbangan alam.

Setelah masuk ke dalam gerbang tanah pasundan, Sulastri dan Rosita pun pulang ke Malaysia dengan membawa sejumlah pencerahan akan “kehebatan” bumi nusantara. (Red SKI) 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Sertijab 9 Kapolsek Jajaran Polres Bogor Yang Dirotasi

Jum, 18 Sep 2020 08:35:57pm

  SKI|Bogor - Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy, S.H.,S.I.K.,M.Pict.,M.ISS lakukan upacara serah terima jabatan yang dilakukan dihalaman...

Muspika Tanjungsari Gelar Ops. Yustisi Antisipasi Penyebaran dan Percepatan Penanganan Covid-19

Jum, 18 Sep 2020 08:18:58pm

  SKI|Bogor - Operasi Yustisi terus digencarkan guna tekan persebaran Covid-19 oleh tim gabungan Polsek Tanjungsari, Koramil, dan Pol PP...

Tekan Penyebaran Virus Covid-19, BPBD Kabupaten Bogor Semprot Disinfektan Pemukiman Warga

Jum, 18 Sep 2020 08:14:50pm

  SKI|Bogor - Gunakan Mobil Tangki Operasional, selama dua hari BPBD Kabupaten Bogor gelar penyemprotan disinfektan diseluruh wilayah pemukiman...

Polsek Caringin Gelar Operasi Yustisi Guna Putus Penyebaran Covid-19

Kam, 17 Sep 2020 09:41:26pm

  SKI|Bogor - Tidak menggunakan masker, melanggar protokol kesehatan siap-siap untuk diberikan tindakan berupa sangsi sosial maupun dikenakan...

Bupati Bogor Ade Yasin Menghadiri Acara Syukuran HUT PMI ke-75

Kam, 17 Sep 2020 09:37:29pm

  SKI|Bogor - Bupati Bogor H. Ade Munawaroh Yasin menghadiri acara syukuran Hari Ulang Tahun PMI (Palang Merah Indonesia) ke-75 di Aula Markas...

Pemda Kabupaten Bogor Tandatangani MOU Dengan BAPENDA Jabar

Kam, 17 Sep 2020 11:08:39am

  SKI|Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat menandatangani Sinergitas Program...

LBHM Cibinong Berbenah Diri, Angkat Direktur Baru Ditengah Pandemi

Kam, 17 Sep 2020 10:42:33am

  SKI|Bogor - Kebutuhan masyarakat akan keadilan dan perlindungan hukum terus meningkat, ditengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih...

Kapolsek Babakan Madang Telusuri Dugaan Penganiayaan Seorang Ustad Yang Meninggal

Kam, 17 Sep 2020 07:05:07am

  SKI|Bogor - Setelah adanya berita pada media sosial terkait meninggalnya seorang tokoh Pimpinan Pondok Pesantren karena dugaan penganiayaan,...

Ditengah Pandemi Warga Babakan Madang Dilanda Krisis Air Bersih

Kam, 17 Sep 2020 06:41:01am

  SKI|Bogor - Musim kemarau yang tengah melanda pada sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor mengakibatkan warga masyarakat mengalami kesulitan...

Kanit Binmas Polsek Gunung Putri, Pimpin Langsung Operasi Yustisi

Rab, 16 Sep 2020 11:39:27pm

  SKI|Bogor - Pendisiplinan protokol kesehatan terus dilakukan, Polsek Gunung Putri bersama Koramil serta Pol PP bersama - sama bersinergi...

Berita Terbaru

NUSAN

EKONOMI

PERISTIWA

!-- Global site tag (gtag.js) - Google Analytics -->