oleh

Bupati Loteng Berikan Kuliah Umum Ke Praja IPDN

SKI| Lombok Tengah, – Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri memberikan kuliah umum kepada Praja IPDN di Kampus NTB Lombok Tengah Jumat (4|2). Materi yang disampaikan orang nomor satu tu adalah soal kepemimpinan.

Kesempatan langka didapatkan oleh Mahasiswa Mahasiswi Praja IPDN NTB lantaran orang yang menjadi dosen seharinya adalah Bupati Loteng. Karena itu seluruh mahasiswa praja IPDN serius mengikuti mata kuliah kepemimpinan.

Bupati memulai kuliah umum dengan cerita soal kehidupan masa kelam dimasa kecil hingga dirinya sekarang menjadi Bupati.

“Saya ini anak petani, bukan dari golongan orang berada, bapak saya Kepala Dusun, bahkan saking susahnya makan waktu itu jari tangan saya terpotong kena cangkul saat cari ubi jalar, meski demikian keinginan menjadi seorang pemimpin sudah ada sejak kecil, makanya saya terus berjuang” ungkapnya.

Bupati menegaskan, awal karir politiknya dimulai sejak dirinya mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Loteng melalui PKB, dimana dia sempat mendapatkan suara banyak tetapi sayang karena sistim nomor urut, maka dirinya harus merelakan kursi DPRD kepada calon nomor urut 1 yang jauh lebih sedikit suara diperoleh.

“Di pileg selanjutnya tidak pakai nomor urut dan saya dapat menjadi anggota DPRD bahkan duduk menjadi pimpinan waktu itu” ceritanya.

“Jadi saya sengaja menceritakan perjalanan masa kecil dan perjalanan karir politik saya kepada adik adik Praja agar dapat menjadi motivasi dan semangat Praja untuk tidak pernah bermimpi dan berhayal menjadi pemimpin tentu dengan ikhtiar atau usaha sebab usaha takkan pernah mengkhianati hasil” ungkapnya.

Bupati berharap kepada Praja IPDN untuk serius menjalani pendidikan ini dengan serius sehingga kelak menjadi kebanggaan masyarakat Loteng dan juga orang tua.

“Jangan malu dengan keadaan, jangan malu dengan pekerjaan apapun bentuknya yang penting itu benar, saya pernah jadi kuli, kernet pun tidak pernah malu, apalagi adek adek ini adalah generasi penerus pembangunan nanti, masa depan cerah sudah menanti didepan mata, maka jangan sombong, angkuh, tetaplah rendah hati sebab seorang pemimpin itu memiliki sifat rendah hati namun visioner” ujarnya menutup mata kuliah kepemimpinan. (Riki)