oleh

Caleg dan LSM  Di Lotim Ramai-Ramai Lapor Bawaslu Gara-gara Pileg

SKI,LOTIM – Sejumlah Calon Legislatif (Caleg) di Kabupaten Lombok Timur ramai-ramai datang melapor ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Lombok Timur dugaan kecurangan dan pelanggaran yang dilakukan oknum petugas penyelenggara pemilu di tingkat Petugas Pemungutan Kecamatan (PPK), Petugas Pemungutan Suara (PPS),Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun pengawas pemilu. Setelah para Caleg tersebut mengetahui dirinya kalah atau tidak dapat suara banyak untuk bisa lolos menjadi wakil rakyat, baik ditingkat DPRD NTB maupun DPRD Lotim.

Diantaranya Caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP),Partai Berkarya,Partai Hanura,termasuk juga sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) juga datang melapor ke Bawaslu dugaan kecurangan dan pelanggaran dalam pemilu.

Caleg Dapil II Lotim dari PDIP, H. Sapurah mengatakan dirinya datang ke Bawaslu Lotim untuk melaporkan adanya oknum Caleg sesama Dapil II Lotim diduga melakukan kecurangan dalam pemilu. Dengan ditemukan melakukan money politik yang dilakukan oknum caleg tersebut.

” Saya datang kesini untuk melengkapi laporan mengenai adanya dugaan money politik yang dilakukan oknum Caleg di wilayah Selatan, karena jauh sebelumnya kami telah melayangkan laporan ke Bawaslu Lotim,” tegasnya.

Sapurah menjelaskan diantara dugaan money politik yang dilakukan oknum Caleg tersebut, dengan mengambil bantuan KWH meter yang diperuntukkan untuk umum, setelah perhitungan suara di ketahui kalau suara dari oknum Caleg tersebut kurang dari 100 suara di TPS.Meski oknum caleg tersebut memperoleh suara tertinggi di Dapilnya diantara sesama Caleg partai politik.

Begitu juga mengenai pemberian karpet yang dilakukan oknum Caleg yang sama kepada masyarakat, dengan ditemukan daftar nama-nama masyarakat berjumlah puluhan orang saat akan dilakukan pembayaran.Sehingga tentunya ini perbuatan yang tidak sepatutnya dilakukan oknum caleg tersebut, dengan mencederai prinsip demokrasi yang ada.

” Selain itu oknum caleg itu juga diduga money politik dengan membagi-bagikan sejumlah uang kepada masyarakat di wilayah Wakan,Sukadamai maupun Sukaraja, dengan buktinya ada,sehingga tentunya Bawaslu Lotim harus segera menindaklanjuti apa yang kami laporkan,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Caleg Hanura Dapil II Lotim, Daeng M Ihsan menegaskan pihaknya meminta kepada Bawaslu Lotim untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan kecurangan pemilu di wilayah Desa Pandanwangi, Kecamatan Jerowaru. Dari TPS 1 sampai dengan TPS 24.Karena ditemukan banyak menggunakan hak pilih orang lain, sehingga tentunya ini sudah melanggar aturan yang ada. 

” Masak ada pemilih datang 100 persen datang ke TPS di Pandanwangi tersebut, dengan tidak ada nol persen suara batal, sehingga ini menjadi kecurigaan kami ada indikasi kecurangan didalamnya, makanya kami melapor ke Bawaslu,” tegasnya.

Ia menjelaskan pihaknya juga menemukan kalau C7 itu ditandatangani oleh satu petugas TPS tersebut,sehingga dirata-ratakan di TPS yang ada di Pandawangi itu dirata-ratakan ada sekitar 92 persen yang hadir memberikan suara. Padahal ada pemilih yang sudah meninggal dunia, pergi ke luar negeri, tapi kenapa banyak pemilihnya.

Sehingga pihaknya menuntut agar di semua TPS di Pandanwangi tersebut,agar dilakukan pemungutan suara ulang, karena diindikasi adanya kecurangan dalam pelaksanaannya. Selain itu juga pihaknya akan melaporkan secara pidana umum terhadap adanya indikasi pihak oknum penyelenggara ditingkat TPS diduga melakukan pemalsuan tandatangan.

Belum lagi adanya dugaan pemindahan suara dari Caleg yang satu ke Caleg yang lainnya sesama partai, sehingga ini tentunya juga menjadi persoalan yang harus di usut tuntas demi tegaknya hukum dan keadilan dalam pemilu di Lotim.

” Selain menuntut dilakukan PSU di 24 TPS wilayah Desa Pandawangi, pihaknya juga akan melaporkan PPS, TPS dan Panwasnya, karena diduga melakukan pembiaran dalam kasus tersebut,apalagi saat melakukan pencarian Fom C1 sulit diberikan, begitu juga kita daftar hadir C17 tidak diberikan, termasuk juga saksi diintimidasi oleh pihak penyelenggara,” tandasnya.

Sementara itu Ketua  Yayasan Gumi Paer Lombok (YAGUMPAL) Lombok Timur, L.Mukarrof melaporkan dugaan penggelembungan suara dan kecurangan pemilu yang terjadi sejumlah Desa di Dapil II Lotim ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Lotim untuk segera ditindaklanjuti. 

” Kami telah ke Bawaslu Lotim untuk melaporkan dugaan kecurangan pemilu di wilayah Lotim,” tegasnya.

Ia menjelaskan berdasarkan laporan yang ada, pihaknya mencatat beberapa desa di wilayah Dapil II Lotim ditemukan adanya indikasi kecurangan dalam pemilu yang dilakukan oknum petugas pemilu. 

Seperti halnya di Desa Surabaya, Kecamatan Sakra Timur di TPS 2,TPS 4, TPS 10, dan TPS 11 diduga oknum petugas berani merubah angka plano dan diduga melakukan penggelembungan suara kepada salah satu Caleg dan diduga melakukan pemalsuan dokumen C Plano.

Begitu juga halnya di Desa Pandan Wangi, Wakan dan Sukaraja, Kecamatan Jerowaru. Terutama di TPS 2 Sukaraja ada perbedaan antara hasil dari C plano dengan C1. Kemudian di TPS 18,TPS 19,TPS 21,TPS 22 Desa Pandan Wangi dan TPS 5, TPS 17 Wakan sama kasusnya.

” Kami minta Bawaslu Lotim untuk segera menindaklanjuti laporan yang kami adukan,dengan segera melakukan pemanggilan pihak-pihak terkait yang diduga ikut terlibat dalam masalah tersebut,” ujarnya.

Ditempat terpisah Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Lotim, Sahnam mengatakan memang betul ada empat laporan yang datang langsung melapor, sedangkan yang dari surat ada tiga lembaga, diantaranya dari Lenek, Sakra Timur dan Jerowaru.Sedangkan dalam mekanisme yang ada pelapor itu harus datang melapor sendiri dengan tidak melalui surat.

Sementara terhadap apa yang dilaporkan tersebut, pihaknya belum mengetahui secara jelas,sehingga kami memanggil staf yang menerima laporan tersebut untuk meminta penjelasan terhadap laporan yang sudah masuk.

” Kami belum mempelajarinya, karena laporan masih distaf,sehingga kami panggil untuk apakah laporan itu  memenuhi syarat formil dan non formilnya saja,” tegasnya.

Penulis: Rizal

Komentar

News Feed