Deswita Apriani, SH, dari Kantor YUNIZAR (BE-i) LAW FIRM : Apresiasi Majelis Hakim Atas Vonis Yang Berkeadilan

SKI | Bandarlampung – Sidang Putusan Terdakwa kasus kepemilikan 75 kilogram ganja, akhirnya terbebas dari hukuman mati.

Dalam persidangan yang di gelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang Kelas IA Bandarlampung, Senin (17/10/22).

Majelis Hakim memvonis terdakwa Iwan Kurniawan dengan hukuman selama 20 tahun penjara.

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan hukuman penjara selama 20 tahun,” tegas Ketua Majelis Hakim Efiyanto,SH.MH, saat membacakan surat putusan dalam persidangan.

Selain itu, Epiyanto menjatuhkan denda kepada terdakwa sebesar Rp1 miliar subsider kurungan penjara selama tiga bulan.

Dalam pertimbangannya Majelis Hakim tidak sepakat dengan tuntutan JPU, dan berkesimpulan bahwa terdakwa Iwan Kurniawan alias Iwan Bekasi bukanlah Pemilik dari Ganja sebanyak 75 kg tersebut, melainkan hanya sebagai orang suruhan yang dijanjikan Upah jika pengiriman ganja tersebut Berhasil.

“Bahwa hukuman yang dijatuhkan bukanlah pembalasan dendam dari negara, melainkan bersifat pembinaan kepada terdakwa, agar berbuat lebih baik kedepannya” tegas Hakim Ketua .

Dalam persidangan yang sama, Hakim Ketua, Efiyanto, SH.MH juga menjatuhkan hukuman kurungan penjara kepada kedua terdakwa lainnya. Mereka Femby Alfember dengan kurungan penjara selama 16 tahun dan Agung Diki Lestari selama 12 tahun.

Keduanya juga dikenakan denda sebesar Rp1 miliar subsider tiga bulan kurungan penjara. Dalam perkara tersebut, ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU NO.35 Tahun 2009 Tantang Narkotika.

Majelis mempersilahkan ketiganya untuk mempergunakan hak hukumnya untuk mengajukan banding atau fikir-fikir, yang langsung ditanggapi oleh ketiga terdakwa dan Penasihat Hukumnya serta jaksa dengan menyatakan fikir-fikir.

Penasihat Hukum terdakwa Iwan Kurniawan alias Iwan Bekasi, Adv. Deswita Apriani, SH dari Kantor “YUNIZAR (BE-i) LAW FIRM mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi majelis hakim yang telah memutus kliennya berdasarkan kemanusiaan dan keadilan.

“Apresiasi setinggi-tingginya, kami tujukan kepada yang Mulia Majelis Hakim PN. Tanjung Karang yg telah memvonis Klien kami dengan rasa kemanusiaan dan berkeadilan” ujar Deswita Apriani, SH, yang didampingi oleh teamnya.

“Untuk saat ini, kami menyatakan fikir-fikir” jelas pengacara yg akrab di panggil Tata tersebut.

Dalam perkara tersebut, Team Penasihat Hukum terdakwa Iwan Kurniawan alias Iwan Bekasi, Deswita Apriani, SH dari Kantor YUNIZAR (BE-i) Law Firm, masih akan melakukan koordinasi dengan Klien dan Keluarga untuk menentukan langkah ke depan untuk mengajukan banding ataukah menerima.

“Kami masih tunggu putusan lengkapnya dulu untuk menentukan langkah ke depan” pungkas Deswita kepada para awak media.

Untuk di ketahui, pada sidang tuntutan pekan lalu terdakwa Iwan Setiawan dituntut hukuman MATI oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Eka Aftarini, SH. Dan dua terdakwa lainnya yang berperan sebagai kurir bernama Femby dan Agung juga dituntut dengan pidana penjara seumur hidup.

Ketiga terdakwa yang menjalani sidang putusan secara bersamaan, meski di sidang sebelumnya ketiganya disidang secara terpisah (Splitzing), dan ketiganya dikenakan Pasal 114 ayat (2) atau pasal 111 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) UU Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.(ynzr).