Diduga Administrasi Pentikan Kadus Janggal, LSM Jati Gruduk Kantor DPMD Loteng

SKI| Lombok Tengah- Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lombok Tengah didatangi belasan masyarakat yang tergabung dalam LSM Jati

Dimana, hal tersebut diduga akibat adanya kejanggalan administrasi yang dilakukan Kepala Desa Prabu terhadap pelantikan Kepala Kadus

Koordinator Lapangan LSM JATI NTB Sadam Husen mengatakan bahwa, Pemerintah Desa merupakan ujung tombak di pemerintahan paling bawah. Selain itu,
Adanya pelantikan kepala Dusun tersebut diduga mengalami cacat hukum sehingga sangat mencoreng citra pemerintahan secara hukum dan administratif

“Sistem pemilihan yang catat hukum dimana adanya pemalsuan dokumen negara yakni suket hasil ujian nasional,” Ucapnya saat aksi di kantor DPMD Loteng pada Selasa (14|9)

Lebih lanjut, Kebijakan pada perangkat desa yang diangkat oleh Kades tersebut, namun hal itu tidak terlepas terkait dengan soal administrasi persyaratan seperti pendidikan SMA/SMK sesuai dengan Perum Pemkab Loteng.

“Ini kan SKHU yang dimiliki oknum Kadus terlantik tidak sah,” Terangnya

Begitu juga dengan Kades tersebut dinilai tidak tegas terkait dengan pengangkatan perangkat Desa. Kalaupun ini terus dibiarkan maka semua Kades tidak akan mentaati aturan karena tidak ada ketegasan Dinas.

“Kalau memang Kades tidak salah maka kemudian mengapa tidak pernah bertemu seara baik,” Ujarnya

Seperti halnya pada hari ini, pihak Kepala Desa yang diundang untuk melakukan mediasi di Kantor DPMD tidak datang

“Lebih baik kalau aturan itu tidak dijalankan dihapus saja,” Tegasnya

Ditambahkan, Pemuda Prabu Nasrudin menjelaskan bahwa pihaknya mempunyai kuat bahwa kadus terlantik ini tidak memiliki ijazah dari SD – SMA dan hanya memiliki hasil ujian Paket B serta tidak ada legalisir sebagai bukti keabsahan.

“Kalau ini terbukti maka Dinas harus segera bertindak,” Katanya

Sementara Kepala Bidang Pemerintahan Bq. Murniati menerangkan jika Posisinya hari ini untuk memberikan keputusan terkait hal yang dituntut oleh masyarakat yang merupakan kebijakan pimpinan.

“Sehingga saat ini tolong bantu kami di Dinas, supaya kepala tetap dingin meskipun hati panas,” Ungkapnya

Adapun pihaknya meminta untuk tetap saling menjaga ketertiban dan juga akan tetap mengakomodir masukan dari masyarakat

“Saya berharap pihak pemdes segera hadir,” Pintanya

Sebelumnya memang sempat akan di mediasi di kantor Desa namun azas keamanan supaya gak ribut saja sebenarnya. (Riki)

News Feed