oleh

Diduga Program PTSL Fiktif Kec.Warkuk Oleh Oknum Yang Mengaku Dari Dinas BTN

SKI, Oku Selatan – Pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) digulirkan oleh pemerintah melalui kementrian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) semenjak tahun 2017 yang direncanakan secara gratis.

Dan berdasarkan inpres no 2 tahun 2018 tentang percepatan PTSL diseluruh indonesia, program ini akan berlansung sampai tahun 2025.

Karena banyaknya tanah- tanah yang belum mempunyai surat dalam wilayah kabupaten Oku selatan, maka program pembuatan sertifikat ini pun, menyasar/menyebar ke berbagai desa desa, di kecamatan-kecamatan sekabupaten Oku selatan.

“Berdasarkan hasil kontrol sosial awak media Swara Konsumen Indonesia (SKI) bersama awak media Berita sriwijaya dilapangan”.

Khususnya diwilayah kecamatan warkuk ranau selatan, banyak menemukan permasalahan diantaranya masyarakat mengeluhkan soal tingginya biaya yang harus mereka kluarkan yang dipungut oleh petugas yang mengaku dari dinas BPN.

Untuk jumlahnyapun bukanya sedikit, akan tetapai hampir seluruh dari 16 desa dikecamatan warkuk ranau selatan, telah dilakukanya pengukuran lahan milik warga yang hendak membuat PTSL, baik itu seperti, lahan tanah perkebunan dan lahan tanah bangunan oleh pihak yang mengaku OKNUM petugas dari BPN Oku selatan tersebut. warga yang lahannya telah diukur bahkan dimintai sejumlah uang/ biaya untuk penebusan PTSL tersebut yang besarannya berpariasi. Karena di setiap desa beda desa beda juga aturan cara kerjanya, data yang awak media dapat dari berbagai golongan masyarakat yang ada di wilayah kecamatan warkuk terindikasi, biaya yang di pungut kisaran antara 400.000 ribu sampai 1000.00 juta rupiah.

Contohnya, Salah satu warga desa gunung raya warga dusun 03 (tiga) yang namanya tidak mau di espos, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa Memang benar pak disini telah dilakukan pengukuran lahan bangunan rumah salah satunya adalah rumah saya sendiri, dan saya juga dimintai biaya 700.000 rupiah, tapi baru saya bayar 400.000 rupiah dulu, ucapnya.
Dan ini pak ada barang buktinya ada kwintansi yang memang betul kalau saya sudah membayar, tambahnya.

Saat team menanyakan langsung kebenaranya kepada beberapa kepala desa yang ada diruang lingkup khususnya kecamatan waruk kabupaten oku selatan sabtu(13/07/19) meraka semua juga menyatakan kebenarannya bahwa memang ada oknum petugas dari BPN yang melakukan pengukuran lahan didesanya, oknum petugas tersebut berjumlah 6 (enam) orang.

“Team awak mediapun menanyakan apakah ada dari mereka yang bapak-bapak kenal, dengan tegasnya beberapa kepala desa mengatakan, tidak mengenal oknum petugas BPN tersebut karna mereka tidak memakai seragam dinas dan saat melakukan pengukuran tidak memakai IDcard”.

Dan ada satu kepala desa menambahkan, oh iya pak, disini telah dilakukan pengukuran lahan untuk pembuatan sertifikat PTSL tapi saya tidak mengenali oknum dari BPN semuanya,hanya salah satu oknum yang saya tau, yaitu orang kecamatan banding agung” terang kepala desa Kiwis raya, kepada team.

Dari temuan team awak media,SKI dan berita sriwijaya, menyangkut temuan yang diduga terindikasi pungli, maka permasalagan ini akan di tembuskan langsung kepada kepala BPN oku selatan, dan sampai kepada bapak Bupati oku selatan.

Karna sangat banyak Ada yang 56 persil,106 bahkan ada desa yang sampai 135 persil, berkas-berkas pengajuan dan biaya yang di pungut dari warga, sebagian besar inpormasinya sudah disetor ke oknum yang mengaku dari BPN tersebut.

Selanjutnya pada hari selasa,16/07/19,
Team awak media melakukan konfirmasi dan klarifikasi ke BPN Oku selatan, mengenai Diduganya telah terjadi pungli Oleh oknum BPN, Kebetulan yang saat itu diterima oleh Kabid ( Syarif ) beliau menyampaikan bahwa untuk program PTSL tersebut tidak ada kuota untuk kecamatan warkuk ranau selatan,
Senada dengan penjelasan oleh Kepala BPN (Fauzi) “membenarkan. benar pak, sekarang lagi ada program PTSL di Oku selatan, akan tetapi tidak untuk wilayah kecamatan Warkuk, kalaupun ada aktifitas disana kami tidak tahu” tegasnya.

Akibat tidak jelasnya program PTSL di kecamatan warkuk,banyak masyarakat yang resah dan mempertanyakan

“siapa sebenarnya oknum yang bermain cantik dibalik layar”. Dan memanfaatkan situasi dalam dugaan program PTSL fiktif ini.

Penulis : Semawan Alili/Ade Irawan/team

Komentar

News Feed