oleh

Diduga Tilep Dana Gempa,Kadus Di Lotim Dipecat

SKI,LOTIM — Oknum Kepala Dusun Gubuk Timur, Desa Pohgading, Kecamatan Pringgebaya dengan inisal AN dipecat dari jabatannya, karena diduga menilep dana bantuan bagi korban gempa yang ada diwilayah kerjanya, Keputusan pemecatan oknum kadus tersebut setelah dilakukan rapat darurat semua BPD bersama kepala Desa Pohgading, Mukti di kantor Desa, Kamis (4/4).

“Berdasarkan hasil rapat diputuskan Kadus Gubuk Timuk dipecat sementara waktu dari jabatannya, karena adanya laporan dari warga mengenai masalah dugaan penilapan dana bantuan gempa,” tegas Mukti.

Ia mengatakan, pihaknya akan melakukan pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt) Kadus Gubuk Timuk nantinya. Dengan tentunya akan ditunjuk orang yang cakap untuk menempati posisi jabatan Kadus tersebut.

Sementara proses pemberhentian secara definitif Kadus tersebut sedang diusulkan ke pemerintah kecamatan, dengan berdasarkan kesepakatan bersama antara Kepala Desa, BPD maupun yang lainnya yang dibuatkan dalam berita acara.

“Kami akan usulkan ke Camat hasil rapat mengenai pemberhentian masalah Kadus Gubuk Timuk tersebut,” ujar Kades Pohgading.

Lebih lanjut, Mukti menambahkan pihaknya sangat berterima kasih dengan adanya laporan masyarakat mengenai masalah perbuatan yang dilakukan oknum Kadus tersebut.Apalagi dengan membuka fakta-fakta dan bukti yang ada terhadap perbuatan oknum kadus yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakatnya.

Bukan malah melakukan tindakan tidak yang tidak terpuji seperti ini. ” Terus terang kami tidak mengetahui masalah ini, sehingga sangat berterima kasih kepada masyarakat yang memberikan laporan kepada kami,” tandasnya.

Sementara di tempat yang sama tokoh masyarakat, Zuhud mengatakan masyarakat yang ada di Gubuk Timur dengan tegas meminta kepada Kadus untuk diberhentikan atau dipecat dari jabatannya. Karena dianggap tidak amanah dalam menjalankan tugas dengan melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji.

Seperti dugaan penilapan dana korban gempa, raskin sebelumnya maupun lainnya, Sehingga yang dirugikan adalah masyarakat sendiri, akibat perbuatan kadus tersebut.

” Kalau sampai tidak ada keputusan mengenai status Kadus tersebut, maka kami akan menduduki kantor Desa Pohgading sampai tuntatan kami dipenuhi,” terang Zuhud.

Hasil pantaun media ini di kantor Desa Pohgading sebelum adanya keputusan tersebut, puluhan masyarakat melakukan aksi sambil membawa spanduk yang menuntut kadus Gubuk Timur dipecat, termasuk membubuhkan tandatangan di hadapan Kades.

Antara warga dengan Kades dan Sekdes sempat bersitegang saat menyampaikan pendapatnya masing-masing,namun tidak sampai terjadi adu pukul. Setelah merespon tuntutan warga dengan menggelar rapat darurat bersama BPD dengan memutuskan untuk memecat Kadus tersebut.

Bahkan sebagai ucapan rasa syukur warga yang aksi tersebut langsung melakukan aksi sujud syukur di aula kantor Desa Pohgading. Dengan disaksikan Kades dan BPD, kemudian setelah itu membubarkan diri.

Penulis : Rizal

Editor    : Red SKI

Komentar

News Feed