Dir Narkotika Kejagung : Edukasi Bagi Anak Remaja Tentang Bahaya Narkoba Sangat Tepat

SKI | Jakarta – Kegiatan Kejati Lampung pada program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dengan Tema “Kenali Penyalahguna Narkotika” di SMPN 11 Bandar Lampung, Selasa (16/11), ternyata menarik perhatian Direktur Narkotika Kejagung, Darmawel, SH.MH. yang menyempatkan diri memberikan ulasannya pada redaksi swara konsumen indonesia.

Menyangkut kegiatan pencegahan terhadap bahaya narkoba yang dilakukan Kejati Lampung, adalah langkah antisipatif yang sangat tepat dan berdampak sangat signifikan, tulisnya.

Apalagi upaya pencegahan ini dilakukan terhadap anak sekolah (remaja) yang butuh akan informasi tentang Bahaya dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, dan diharapkan untuk menjauhi narkoba dengan cara melakukan kegiatan positif seperti olahraga, kegiatan seni, pengajian atau keagamaan, jelasnya.

“Pencegahan ini menurut kami sangat penting, sebab dilakukan sebelum terjadinya perbuatan yg melanggar hukum, karena trend saat ini justru banyak anak-anak dijadikan atau dimanfaatkan oleh bandar, bahkan dalam beberapa kasus, kami temukan Bandarnya tidak lain adalah orang tua mereka”, terangnya.

Celah Hukum ini sudah sangat di perhitungkan oleh para Bandar, Fakta anak-anak dijadikan sebagai pengedar sudah sering terjadi.

“Modus tersebut di gunakan para Bandar, dengan harapan apabila anak-anak ditangkap oleh petugas, maka bisa diproses menggunakan instrumen UU SPPA ( SIstim Peradilan Pidana Anak) dan hal ini sudah sangat dimengerti oleh para Bandar, sehingga menggunakan anak sbg pengedar menjadi trend saat ini” tulisnya di WhatsApp.

Saran saya selain anak-anak diberikan pemahaman tentang efek buruk narkoba, para penyuluh juga memberikan informasi kepada guru-guru yang mengajar tentang apa ciri-ciri dari seorang pemakai narkoba, mengetahui latar belakang anak didiknya dan menyediakan fasilitas agar anak-anak tidak berdiam diri tapi justru aktif melakukan kegiatan yang positif, harapnya.

Selain dari pada itu Kepala Sekolah dihimbau untuk tidak mengambil sikap yang sangat merugikan bagi keberlangsungan anak-anak didik, seperti diketahui ada anak-anak sekolah pakai narkoba atau terjerat narkoba yang disebabkan oleh dampak rumah tangga anak tersebut, atau dia dipaksa kawannya untuk pakai narkoba, atau dia dijebak untuk pakai narkoba.

Saran saya tindakan Kepala Sekolah tidak langsung memberhentikan anak-anak didik tersebut dari sekolah, tapi diberikan kesempatan agar anak didik bisa direhabilitasi dan dikembalikan seperti keadaannya semula, sehingga anak didik yg sudah terkena narkoba ini muncul lagi rasa percaya dirinya untuk mau bersekolah demi menggapai masa depannya. (Ijal)