728 x 90
Mata Publik, Tajam, dan Terpercaya
Wartawan Swara Konsumen Indonesia Dilengkapi Dengan KTA Yang Masih Berlaku Dan Surat Tugas Peliputan, Nama Tercantum Didalam Box Redaksi

Mendag Dukung Sinergi ANRPC Kembangkan Industri Karet Berkelanjutan

Sen, 7 Okt 2019 08:27:04pm

Admin - Media Swarakonsumenindonesia

CollageMaker_20191007_202607798

SKI| Yogyakarta – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mendorong anggota The Association of Natural Rubber Producing Countries (ANRPC) bersinergi untuk menentukan langkah adaptif dan inklusif bagi
pengembangan industri karet secara berkelanjutan. Hal ini disampaikan Mendag saat membuka Konferensi Tahunan Karet ANRPC ke-12 yang mengangkat tema “Adaptive and Inclusive Path to Sustainable Value Chain” di Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (7/10).

Di tengah pelambatan ekonomi global, penurunan produksi dan harga karet, penting bagi anggota ANRPC mengambil langkah adaptif dan inklusif untuk mewujudkan rantai nilai industri karet secara berkelanjutan. Produksi karet alam yang berkelanjutan dapat menjamin pasokan komoditas tersebut secara global, jelas Mendag.

Data ANRPC menyebutkan, pada beberapa bulan awal 2019, produksi karet alam menurun; sedangkan tingkat konsumsi dunia meningkat dari tahun ke tahun. Namun demikian, harga karet alam dunia tidak kunjung terkoreksi
ke level yang diharapkan.

Menurut Mendag, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan industri karet yang berkelanjutan, yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial. Dari aspek ekonomi, pergerakan harga karet tidak lagi banyak dipengaruhi
faktor fundamental yang meliputi permintaan dan penawaran.

Terbukti saat ini pasokan karet global menurun, tetapi harganya masih tetap rendah. Penurunan pasokan ini disebabkan antara lain oleh penurunan produksi yang
disepakati negara-negara produsen karet (ITRC) dan penyebaran penyakit jamur.
Mendag juga menyampaikan, penyerapan karet alam saat ini masih didominasi industri ban.

Sudah seharusnya upaya penyerapan karet alam melibatkan berbagai pemangku kepentingan. “Penyerapan karet alam hendaknya tidak hanya melibatkan industri besar, tetapi para pemangku kepentingan dari berbagai level, termasuk industri
kecil penopang dan para petani,” kata Mendag.

Sementara itu, dalam konteks lingkungan, karet merupakan tanaman yang ramah lingkungan, mudah ditanam, dan dirawat.

Dari segi sosial, karet alam merupakan sumber pemasukan utama bagi jutaan petani yang lahannya
mencapai 85 persen dari total lahan perkebunan di seluruh dunia. Harga komoditas karet yang stabil akan dapat
membantu mengurangi kemiskinan dan menciptakan lapangan pekerjaan di daerah-daerah terpencil.

“Kita perlu menempatkan kepentingan petani karet alam ke dalam rantai nilai karet alam untuk mendukung petani meneruskan aktivitas perkebunan mereka. Indonesia sebagai salah satu negara produsen menilai penting
rantai nilai karet berkelanjutan dari industri hulu ke hilir yang adaptif dan inklusif, tidak hanya untuk konsumen tetapi juga produsen,” ungkap Mendag.

Untuk mendukung terwujudnya industri karet berkelanjutan, Indonesia telah melakukan berbagai upaya seperti membentuk Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) untuk membantu petani menghasilkan karet alam berkualitas lebih baik, sehingga mendapatkan harga yang lebih baik. Hingga 2018, sebanyak 323 UPPB Karet telah didirikan di beberapa daerah. Dengan UPPB, rantai pasokan akan semakin efisien. (Egi/Red SKI).

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20200220-WA0014

News Feed

Polling Bursa Calon Ketua PWI NTB, Nama Syamsurrijal Masih Unggul

Sen, 17 Feb 2020 04:26:59pm

SKI| NTB - Polling bursa calon ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) melalui link online dibuka. Polling dengan judul: "Siapa Calon Yang Tepat...

Bupati Lotim Beri Hibah Kepada KPU Lotim

Ming, 16 Feb 2020 11:12:40am

SKI| MATARAM - Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy menyampaikan bahwa Pemda Lombok Timur berkomitmen mendukung kelancaran pelaksanaan tugas KPU di...

Oknum Pejabat Di Lotim Janjikan Jadi PNS Dari K2,Korban Tagih Uangnya Kembali.‎

Ming, 16 Feb 2020 10:43:42am

SKI| NTB - Merasa ditipu, Salah satu keluarga  korban kasus dugaan penipuan yang dilakukan oknum pejabat di Lombok Timur buka suara dengan meminta...

Syamsurrijal Siap Rebut Kursi Ketua PWI Cabang NTB

Jum, 14 Feb 2020 03:07:21pm

SKI| NTB - Salah satu anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Nusa Tenggara Barat, Syamsurrijal siap maju untuk meraimakan konferensi...

Pesta Miras,Enam Pelaku Pencurian Asal Satu Desa Di Lotim Ditangkap Operasi Jaran 

Rab, 12 Feb 2020 08:01:39pm

SKI| Lombok - Tim Operasi Jaran Gatarin Polres Lombok Timur berhasil menangkap pelaku pencurian yang terjadi di wilayah Suralaga,saat sedang...

Operasi Jaran Gulung Pelaku Curamor Di Lotim ‎

Rab, 12 Feb 2020 02:59:01pm

SKI| Lombok - Tim operasi Jaran Gatarin Polres Lombok Timur berhasil menggulung pelaku curamor, tanpa perlawanan yang merupakan salah satu target...

Penyidik Akan Panggil Kabag Hukum,Mantan dan Kadispar Lotim dan Konseptor Pembuat SK BPPD ‎

Rab, 12 Feb 2020 02:47:30pm

SKI| Lombok - Pihak penyidik Reskrim Polres Lombok Timur akan melakukan pemanggilan terhadap Kepala Bagian (Kabag) Hukum Setdakab Lotim, Kepala Dinas...

Tim Gabungan Gotong Royong  Bersihkan Tumpukan Longsor Di Sembalun

Rab, 12 Feb 2020 01:14:01pm

SKI| Lombok - Tim gabungan yang terdiri dari TNI,Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),SAR, Pemerintah Kecamatan Sembalun, Desa dan...

OPINI: Antara Membentuk Tim Review Ataukah Bupati Cabut Mandat Camat Evaluasi RAPBdes ‎

Rab, 12 Feb 2020 12:58:38pm

Bahwa dalam pasal 34 ayat 2 permendagri No.20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa merumuskan Bupati memiliki kewenangan untuk melakukan...

Jalur Pusuk Menuju Sembalun Kembali Longsor

Rab, 12 Feb 2020 12:49:59pm

SKI| Lombok - Jalur menuju Kecamatan Sembalun mengalami longsor,Selasa malam (11|2). Dimana longsor terjadi dua kali yakni pukul 19.00 wita,kemudian...

Berita Terbaru

NUSAN

EKONOMI

Di Lombok Timur Dua ATM Bank NTB Dibobol

Rab, 25 Des 2019 09:36:40am

PERISTIWA

!-- Global site tag (gtag.js) - Google Analytics -->
%d blogger menyukai ini: