oleh

Eksekusi Lahan di Rt.20 Sudah Sesuai Prosedur Putusan Pengadilan

SKI | Jakara – Kusa Hukum pemohon eksekusi atas lahan di Rt.20 Rw.006 Dr Joko Sri Widodo SH. MH. MkN., menyampaikan bahwa perkara Hukum ini sudah kami lalui dari tahun 2008 dengan perkara pidana yaitu dengan terlapor Rahmat yang mana beliau ini yang menjual objek tanah yang di eksekusi saat ini, sesuai pasal 385 yaitu menjual tanah milik orang lain, imbuh joko, selasa (08/6/21).

Dimana objek tanah tersebut yaitu yang sekarang ini kami eksekusi di jual oleh saudara Rahmat, nah kemudian ada gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara ( PTUN ) dan sudah di putuskan sampai ke tingkat Mahkamah Agung (MA) bahwa letak objek Tanah memang di sini dan sah sertifikat yang kami miliki, di sini kemudian ada upaya Hukum dengan gugatan Perdata. Kemudian di sinilah kami menggugat kembali ternyata dibenarkan bahwa dahulu objek Tanah ini adalah wilayah Rt.07 karena ada pemekaran Rt sehingga sekarang berada di wilayah Rt.20 Rw, 006 Kelurahan Pulo Gebang, ungkapnya.

Tetapi kegiatan eksekusi hari ini bukan soal Rt melainkan objek tanah itu sendiri dan setiap proses Hukum kami sudah meminta untuk pengukuran ulang baik itu pihak instansi Badan Partanahan Nasional jakarta timur ( BPN ), SATPO PP maupun dari pihak Kepolisian, bahkan sudah ada pemeriksaan oleh Hakim dan dibenarkan memang letak objek tanahnya disini, kita bisa liat bahwa disitu ada putusan perkara juga menjelaskan memang disinilah objek Tanah tersebut dan ini sudah dibantah oleh warga bahwa di sini adalah Rt.07 Rw.006 tetapi hasil pemeriksaan lokasi oleh Hakim dan sampai putusan Ingkrah dan di laksanakan eksekusi hari ini memang benar letak objek tanah di sini yang sekarang menjadi Rt.20 Rw.006, jelas Joko.

Lanjut Joko, terkait sertifikat ada tiga sertifikat dengan luas globalnya kurang lebih 9457 M2 termasuk halaman rumah saudara Rahmat juga masuk dalam objek tanah kami, tetapi Rumah Saudara Rahmat tidak terkena bagian dari sisi timur itu semuanya kena untuk bangunan yang sudah di inventarisir kurang lebih 31 bangunan di luas objek 9457 sekian, yang letaknya terpisah pisah juga sesuai dengan hasil rapat dari ketua PN Jakarta Timur juga di setujuai Lurah Pulo Gebang dan sudah di akomodir karena hari ini ada beberapa warga telah menerimah putusan ini bahkan mereka meminta untuk di bantu,” kami bantu untuk mengangkut barang merekah dan diantar ketujuan bahkan ada warga meminta tujuan nya sampai ke krawang kami antar mengantar barang barang merka dengan menggunakan mobil truk diantaranya Pak Saragi kami antar sampai ke krwang dan warga lain juga sama seperti itu menyangkut permintaan waktu kami pihak Kuas Hukum tidak bisa menentukan karena pelaksanaan eksekusi adalah ketua Pengadiln Negeri melalui panitera dan tim Juru Sita unsur kepaolisan dan TNI hanya membek up acara eksekusi hari ini dan mereka juga tidak mau berlama lama apalagi bertele tele kerena kepololisian dan TNI bakan unsur keamanan lain, ucapnya.

Sehingga kesepakatan hari ini harus tuntas, saya selaku Kuasa hukum dan pemohon menyerahkan semua mekanismenya ke Pengadilan dan pengamanannya kepada kepolisian yang jelas untuk bekup pengamanan kami sudah berkoordinasi dari semua unsur tentu Kepolisian TNI, SATPO PP DISHUB, DAMKAR bahkan pengurus lingkungan setempat dan kami berhenti untuk sholat Dzuhur dan makan siang kemudian dilqnjutkan kembali hingga selesai, di awal eksekusi tadi ada ketegangan sedikit dengan Lakar Mera Putih dan Alhamdulillah selesai karena barang barangnya tidak mau di angkut oleh kami maunya di angkut sendiri maka dalam eksekusi ini kami juga sangat Humanis karena kami mengikuti permintaan mereka untuk barang nya di angkut sendiri bersukur eksekusi hari ini tidak ada kontak fisik atau ketibutan besar sehingga kegiatan nya berjalan lancar dan kondusif, tandas Joko. (Red/Ahmad D).

News Feed