Kantor Bupati Lotim Rawan Pencurian Helm dan Motor ‎

SKI l Lombok Timur-Kantor Bupati Lombok Timur rawan terjadi kasus pencurian helm maupun curamor,meski ada anggota satuan Polisi Pamong Praja berjaga di kantor berlantai lima tersebut.

Namun bisa terjadi kebobolan dengan adanya sepeda motor milik salah satu tenaga honda yang dicuri maling di halaman parkir kantor Bupati Lotim baru ini.

Bahkan berdasarkan hasil serapan dikalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honda yang berkantor di kantor Bupati Lotim mengakui kalau kasus pencurian sepeda motor tidak terjadi sekali ini saja,akan tapi sebelumnya juga pernah terjadi.

” Selain kasus pencurian sepeda motor juga kasus pencurian helm milik ASN dan tenaga honda sering kehilangan ditempat parkir,”kata para ASN dan Tenaga Honda saat diminta tanggapan.

” Harusnya CCTV yang terpasang disemua sudut kantor Bupati Lotim diaktifnya agar bisa terpantau semuanya,” pintanya.

Kasat Pol.PP Lotim, H.Sudirman saat dikonfirmasi Selasa (26|4) mengaku belum mendapatkan laporan mengenai adanya sepeda motor yang hilang di kantor Bupati Lotim.

Tapi dengan adanya kejadian itu tentunya pihaknya akan meminta kepada anggotanya yang berjaga di kantor Bupati Lotim untuk lebih memperketat pengamanan dan pengawasan terhadap orang yang keluar masuk di kantor tersebut.

” Kita akan mempeketat penjagaan dan pengawasan di dalam lingkungan kantor Bupati agar tidak terjadi kasus yang sama,” tegasnya.

Begitu juga, lanjutnya pihaknya akan meminta kepada bagian umum untuk mengantifkan semua CCTV yang ada di kantor Bupati tersebut. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan melacak orang-orang ingin berniat jahat.

” Kita minta bagian umum untuk mengantifkan semua CCTV di kompek kantor Bupati Lotim,” pintanya.

Selain itu,tambah Kasat Pol.PP Lotim,pihaknya juga akan melakukan upaya dengan menerapkan pemberlakuan kartu di pintu masuk dan keluar kantor Bupati Lotim.

Tidak saja untuk para ASN,Tenaga honda,akan tapi untuk yang lain saat masuk dan keluar di kantor Bupati Lotim.Termasuk identitasnya sebagai salah satu upaya untuk mengantisifasi agar tidak terjadi kasus yang sama lagi.‎

” Nantinya semua yang masuk kantor Bupati akan diperiksa lalu diberikan kartu,setelah itu akan dicek di pintu keluar,tapi tentunya akan dilakukan kajian terlebih dahulu,” tandasnya.(Sam).