Kasta NTB Polisikan Pemilik Akun Diduga Hina Ulama

SKI l Mataram-Laskar NTB resmi melaporkan pemilik akun di media sosial diduga penghina ulama ke Polda NTB,Rabu (12|5). Meskipun yang bersangkutan sudah menyampaikan permohonan maaf atas apa yang ditulis di akun miliknya.

Sekretaris DPP Kasta, Hasan Saipul Rizal saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya bersama teman-temannya sudah mendatangi Polda NTB guna melaporkan pemilik akun yang diduga menghina ulama.

” Kami sudah datang melaporkan pemilik akun tersebut ke Polda NTB,” tegasnya dalam keterangan pers-nya.‎‎

‎Ia mengatakan pihaknya melaporkan pemilik akun tersebut atas laporan dugaan tindak pidana sebagaimana diatur Pasal 45 A ayat (2)  Undang-undang nomor : 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, yang melibatkan oknum Notaris inisial NPR bersama rekanannya berinisial AH, DS, KPP, dan AGJ.

Dengan Duduk perkaranya, Bahwa sekitar pukul 10.20 telah terjadi tindak pidana yang telah diatur dalam pasal 45 A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) Undang-undang nomor : 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Begitu juga  cara para terduga melakukan perbuatannya adalah membuat status dan komen diakun facebook nya, yang bernama Ni Putu Rediyanti Shintia dengan status berbunyi “syukurlah…satu persatu perusuh bangsa tersingkirkan entah wafat atau dipenjara” dan selanjutnya memposting poto Ulama kami tercinta yakni KH. Tengku Zulkarnaen.

” Bahwa perbuatan Terduga sudah jelas menyakiti kami sebagai mayoritas umat muslim di bumi seribu Masjid ini, dan jelas terbukti memenuhi unsur pasal tersebut di atas,” tambah Pembina Kasta NTB,Lalu Wink Haris.‎

Oleh karena itu, dari  Kasta NTB wajib untuk melaporkan kasus ini kepada Kapolda NTB  agar kasus tersebut diusut tuntas dan pelakunya ditindak sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Begitu   dalam rangka pengusutan kasus tersebut kami LSM Kasta NTB siap untuk memberikan keterangan apabila dibutuhkan oleh  penyidik Polda NTB.

”  Kami cinta Ulama, jangan ganggu dan melecehkan keyakinan kami, dan mari kita saling menghargai jangan hina ulama,” tandasnya.(Red).

Komentar

News Feed