Kemensos Jamin Pendidikan Korban Anak

SKI  Natar, Lampung Selatan, (SKI) Proses Perkara Pemerkosaan anak dibawah umur, yang dilakukan oleh Kakek dan Ayah kandung di Natar berjalan cepat.

LangkahTeam Pengacara Korban dari Kantor Hukum BE-I LAW FIRM, ditanggapi dengan cepat oleh Polsek Natar, dan dalam 1×24 jam kedua pelaku berhasil ditangkap dan di proses Minggu lalu.

ADV. Sofyandra Hafidz, SH, dan Ahmad Yunus, SH, yang mendampingi korban untuk diambil keterangannya oleh penyidik, ternyata di ikuti juga dari Kementrian Sosial RI, yang diwakili oleh ibu Susi Dewi, yang didampingi oleh
Jajaran Dinas Sosial Lampung Selatan, dan jajaran UPTD PPA Lampung Selatan, ikut mendampingi korban untuk diambil keterangannya oleh penyidik di Polsek Natar hingga selesai, Rabu (17/4/24).

Selain itu, dinas terkait juga mempersiapkan dan mendata apa yg dibutuhkan untuk korban, selain tempat tinggal, sekolah, hingga berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Lampung Selatan, dan tetap melibatkan Penasihat Hukum Korban dari BE-I LAW FIRM.

Team PH dari BE-I LAW FIRM, bersama Penyidik Polsek Natar. (SKI).

Untuk diketahui, perwakilan dari Kementrian Sosial, Ibu Susi Dewi, didampingi Ka. Dinas Sosial Lampung Selatan Bpk. Puji, dan Ka. UPTD PPA Lamsel, beserta jajaran, telah merespon dan menyambangi Korban anak MA (15), kemarin Selasa (16/4/24).

Dalam pertemuan tersebut selain menunjukkan simpati dan keprihatinan, juga menjanjikan Pendidikan Korban dan adiknya yang terpaksa putus sekolah karena kejadian ini.

“Ya, dari Kementrian dan dinas terkait, kemarin saat kunjungan, menyatakan akan menanggung biaya sekolah korban dan adiknya, kami berharap agar keduanya dapat dibiayai negara hingga tingkat S1” ujar Ardhi Fazzini Raesesa,S.H. bersama Adiwiya Hunandika,SH.

“Ya, Negara Pasti Mampu untuk lakukan yang terbaik bagi korban” ujar Adi, kemarin, Selasa (16/4/2024).

Terpisah Yunizar Akbar,SH, Direktur kantor Hukum BE-I LAW FIRM, menegaskan

“Kami akan kawal perkara ini, hingga incraht, tetapi, hal terpenting adalah bagaimana untuk memulihkan Psikologis, kehidupan dan masa depan korban, sesuai Aturan negara” tutupnya. (Ijal).