oleh

Ketua DPRD Lotim Minta Bupati Berhati-Hati Soal Potong TKD Guru 

SKI,LOTIM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur, Raden Rahardian Soejono angkat bicara terkiat dengan rencana Bupati Lotim, HM.Sukiman Azmy yang akan melakukan pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) guru negeri di Lotim yang sudah bersertifikasi.  

Dengan meminta kepada Bupati untuk tidak gegabah dalam melakukan pemotongan TKD tersebut, melainkan hendaknya harus lebih berhati-hati sekali sebelum mengambil keputusan, karena tentunya sudah ada resiko nantinya dibalik pemotongan TKD guru tersebut.

” Kami minta Bupati Lotim harus berhati-hati dalam mengambil keputusan soal pemotongan TKD guru negeri bersertifikasi di Lotim,” tegas Raden Rahardian Soejono di Selong, Rabu (24/7).

Lebih lanjut politisi Partai Demokrat Lotim menjelaskan memang Bupati Lotim telah memberitahukan dan komunikasi dengan dewan terkait dengan masalah pemotongan TKD guru negeri tersebut. Akan tapi dewan meminta kepada Bupati untuk melakukan sosialiasi terlebih dahulu kepada guru yang akan dipotong nantinya.

Hal ini dimaksudkan guru bisa memahami maksud dan tujuan dari pemerintah daerah untuk melakukan pemotongan TKD tersebut. Begitu juga kalau melihat di kabupaten/kota di NTB tidak ada pemberian TKD bagi guru negeri, akan tapi yang ada hanya untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) saja.

Begitu juga pihaknya meminta kepada Bupati Lotim untuk tidak melakukan pemotongan pada tahun 2019 ini, melainkan kami minta kepada Bupati tahun 2020 mendatang pada APBD baru nantinya, karena kalau sekarang dilakukan tentunya pasti akan menuai protes dan gejolak dikalangan guru negeri di Lotim, apalagi peningkatan TKD itu merupakan janji politik pemerintahan saat ini.

” Kalau sekarang dilakukan pemotongan TKD guru tentu akan menimbulkan polemik dan gejolak dikalangan guru di Lotim, sehingga ini yang hendaknya harus diperhatikan dan pertimbangkan oleh Bupati Lotim, meskipun kami tahu maksud dan tujuannya baik,” tukas Rahardian.(Red Ski).

Komentar

News Feed