SKI | Lotim – Diduga gara-gara kredit macet yang ada di BMT Al Hasan menyebabkan tabungan siswa bernilai ratusan juta di wilayah kecamatan Sakra Timur menjadi bermasalah.
Sementara hasil investigasi yang dilakukan kalau tabungan siswa yang belum dicairkan tidak saja terjadi di wilayah Sakra Timur,akan tapi di beberapa kecamatan yang ada di Lotim.
Sementara pihak BMT Al Hasan dalam kesepakatan dengan pihak sekolah dan wali murid berjanji akan menyelesaikan paling lambat tanggal 18 Agustus 2023 mendatang. Meskipun sebelumnya ada kesepakatan akan menuntaskan tanggal 17 Juli 2023 akan tapi tidak dilakukan karena berbagai alasan pembenar dari pihak BMT Al Hasan.
” Sebenarnya penyebab tabungan siswa belum dicairkan karena adanya kredit macet di masyarakat yang belum bisa ditarik pihak BMT Al Hasan,” kata salah satu karyawan PT BMT Al Hasan yang enggan disebutkan identitasnnya.
Menurutnya pihak BMT Al Hasan tidak saja bergerak pada program simpan pinjam akan tapi pada program lainnya.Dengan operasinya tidak saja di Lotim akan tapi di wilayah Loteng juga.
” BMT Al Hasan tidak satu program dijalankan tapi program lainnya juga,” paparnya.
Sementara Pimpinan BMT Al Hasan, Hasanuddin saat media ini berusaha untuk melakukan konfirmasi ke kantor pusatnya di jalan raya Sordang-Lenek Baru tidak bisa temui. Karena menurut salah seorang stafnya kalau pimpinan baru saja keluar menuju Selong.
Kemudian berusaha mencoba menghubungi melalui telpon selulernya akan tapi tidak aktif.
Pada pemberitaan sebelumnya Kapolres Lotim,AKBP Hery Indra Cahyono,Sik,MH menegaskan pihaknya membidik kasus BMT Al Hasan ini karena sudah menyebabkan tabungan siswa bernilai ratusan juta terhambat pencairannya.
Maka tentunya kita menjadi kasihan dengan siswa yang sudah lama menabung tapi ketika saat akan dibagikan uangnya tabungannya tidak ada.
” Kita sudah perintahkan anggotanya untuk turun mendalami kasus BMT Al Hasan ini,karena jangan sampai masalah ini akan memunculkan polemik ditengah-tengah masyarakat,” tegas Kapolres Lotim. (Riki).









