oleh

Ngabubu-Drift Mandalika: Wisatawan Mancanegara Ikut Rasakan Taxi Drift Jelang Berbuka

SKI | The Mandalika – Suasana menjelang waktu berbuka puasa di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit diisi dengan aktivitas otomotif yang berbeda melalui kegiatan Ngabubu-Drift, Minggu (8/3/2026). Kegiatan ini menghadirkan sesi latihan drifting dari Lombok Drift Community yang memanfaatkan area paddock belakang sirkuit sebagai tempat berlatih.

Sebanyak 15 drifter ambil bagian dalam sesi latihan tersebut. Antusiasme masyarakat juga terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang menyaksikan langsung kegiatan ini. Tercatat sekitar 50 mobil pengunjung hadir di kawasan sirkuit dengan total sekitar 100 penonton yang memadati area latihan drift untuk menikmati aksi drifting sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Menariknya, kegiatan ini juga menarik perhatian wisatawan mancanegara. Sejumlah pengunjung dari Korea Selatan, Inggris (UK), dan Spanyol turut hadir menyaksikan aksi drifting di Sirkuit Mandalika. Beberapa di antaranya bahkan mendapatkan kesempatan merasakan taxi drift, duduk di kursi penumpang bersama drifter saat mobil melakukan manuver drifting di lintasan latihan.

Kim, wisatawan asal Korea Selatan yang berkesempatan merasakan taxi drift, mengaku sangat terkesan dengan pengalaman tersebut.

“Today I have drift day, I have taxi drift, it was fantastic, first time in my life. Thank you very much, come to Mandalika, visit Lombok, visit Mandalika,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Alex Moreno, wisatawan asal Spanyol yang juga mencoba taxi drift untuk pertama kalinya.

“This is my first time with drift car. This crazy, crazy, so appreciate it,” ungkap Alex Moreno setelah merasakan sensasi drifting di Mandalika.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari aparat keamanan daerah. Wakapolda NTB, Brigjen Pol. Hari Nugroho, S.I.K, turut hadir menyaksikan langsung kegiatan NgabubuDrift di Sirkuit Mandalika.

Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan aktivitas yang positif karena memberikan ruang bagi para pecinta drifting untuk berlatih secara aman dan terkontrol.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena para drifter memiliki tempat khusus untuk berlatih sehingga tidak dilakukan di jalan umum yang dapat membahayakan masyarakat. Harapannya semakin banyak yang datang berlatih di sini dan ke depannya bisa meraih prestasi,” ujar Brigjen Pol. Hari Nugroho.

Salah satu drifter lokal Lombok, Firman, juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pengelola Sirkuit Mandalika yang telah menyediakan ruang latihan bagi komunitas drifting.

“Jadi saya sudah berlatih di sini bersama Om Denny hampir tiga tahun. Dari awalnya sendiri sampai sekarang bisa sebanyak ini. Kami sangat berterima kasih kepada MGPA yang sudah menyediakan tempat untuk kami latihan. Bersyukur sekali bisa latihan di sirkuit yang sangat indah seperti ini. Di tempat lain jarang ada fasilitas seperti ini, apalagi bisa difasilitasi gratis,” ujar Firman.

Denny Pribadi, Manager Motorsport MGPA, menyampaikan bahwa kegiatan seperti NgabubuDrift menjadi salah satu cara untuk menjaga aktivitas otomotif tetap hidup di Mandalika sekaligus memberikan ruang bagi komunitas drifting untuk berkembang secara positif.

“Kami memberikan ruang bagi komunitas drifting Lombok untuk berlatih di Sirkuit Mandalika secara aman dan tertib. Harapannya kegiatan seperti ini bisa menjadi wadah pembinaan sekaligus memperkuat ekosistem otomotif di NTB,” ujar Denny.

Sementara itu, Priandhi Satria, Direktur Utama PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA), perusahaan yang ditunjuk untuk mengelola Pertamina Mandalika International Circuit oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), menegaskan bahwa Mandalika tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan event balap internasional, tetapi juga ruang bagi komunitas otomotif untuk berkegiatan secara positif.

“Kami ingin Sirkuit Mandalika dapat dimanfaatkan oleh berbagai komunitas otomotif untuk kegiatan yang positif dan terarah. Dengan adanya ruang latihan seperti ini, para drifter dapat mengembangkan kemampuan mereka dengan aman sekaligus membangun ekosistem otomotif yang sehat,” ujar Priandhi Satria.

Melalui kegiatan NgabubuDrift, Sirkuit Mandalika kembali menunjukkan perannya bukan hanya sebagai arena balap kelas dunia, tetapi juga sebagai ruang berkumpul dan berkembangnya komunitas otomotif lokal di Lombok. (Riki).