728 x 90
Mata Publik, Tajam, dan Terpercaya
Wartawan Swara Konsumen Indonesia Dilengkapi Dengan KTA Yang Masih Berlaku Dan Surat Tugas Peliputan, Nama Tercantum Didalam Box Redaksi

Arahan Presiden Soal COVID-19 : Jabar Telah Sepakati Refocusing dan Realokasi APBD

Sel, 24 Mar 2020 11:28:21pm

Uyo Taryo - Media Swarakonsumenindonesia

IMG-20200324-WA0038

SKI|Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Republik Indonesia (RI) Ir. Joko Widodo (Jokowi) melalui video conference di Gedung Pakuan Kota Bandung, Selasa (24/3/2020).

Dalam ratas terkait penanganan COVID-19 itu, Jokowi meminta seluruh Gubernur untuk melakukan mitigasi terhadap masyarakat dengan refocusing dan realokasi anggaran untuk mempercepat penanganan COVID-19 baik terkait isu kesehatan maupun bantuan sosial (bansos) untuk atasi isu ekonomi.

Hal itu tercantum dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Refocusing Kegiatan, Realokasi Anggaran serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang dikeluarkan pada Jum'at, 20 Maret lalu.

Menanggapi arahan tersebut, Kang Emil --panggilan Ridwan Kamil-- mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar bersama DPRD Provinsi Jabar telah berkoordinasi untuk refocusing dan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kami sudah melakukan rapat dengan DPRD (Jabar). Semua yang bapak (Presiden) sampaikan sudah kami siapkan, pergeseran-pergeseran dana sudah kami sepakati," ucap Kang Emil.

"Tinggal masalah teknis mendistribusikan, terjadi fenomena baru, miskin baru, yang tadinya tidak masuk dalam kategori subsidi, tidak terdaftar namanya, tiba-tiba mendadak dia masuk kategori itu," tuturnya dalam ratas via video conference itu.

Untuk itu, Kang Emil pun berharap pemerintah pusat melalui APBN bisa membantu daerah untuk alokasi anggaran terhadap masyarakat yang masuk dalam kategori miskin baru.
“Itu yang akan menjadi tantangan, kami sedang mengatur. Mohon izin, kami akan fokuskan mungkin yang miskin lama oleh APBN dan miskin baru akan kami coba hitung dari APBD provinsi,” kata Kang Emil.

Dalam arahan lainnya, Jokowi juga meminta semua kementerian/lembaga, serta Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk memangkas rencana belanja yang tidak diprioritaskan.
“Saya perintahkan kepada semua Kementerian/Lembaga, Gubernur, Bupati/Wali Kota agar memangkas rencana belanja yang tidak prioritas di APBN maupun di APBD. Anggaran-anggaran perjalanan dinas, pertemuan-pertemuan, belanja-belanja lain yang tidak dirasakan langsung oleh masyarakat harus dipangkas, karena kondisi fiskal kita sekarang bukan kondisi yang enteng,” ujar Jokowi.

Selain itu, Jokowi menekankan tiga hal yang menjadi fokus dalam penanganan COVID-19 di Tanah Air, yakni: (1) Keselamatan dan kesehatan sebagai hal yang utama; (2) Menyiapkan Bantuan sosial; dan (3) Menghitung dampak ekonomi dan memastikan ketersediaan stok pangan.

Jokowi pun mengingatkan kepada Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan memperhatikan para buruh, pekerja harian, petani, nelayan, serta para pengusaha mikro dan kecil.
“Oleh sebab itu setiap kegiatan yang ada di Provinsi, Kabupaten, dan Kota diarahkan agar menjadi program padat karya tunai. Ini untuk mempertahankan daya beli masyarakat, tetapi tetap harus mengikuti protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan COVID-19,” ucap Jokowi.

Untuk mengatasi dampak COVID-19, Presiden juga mengatakan bahwa Pemerintah Pusat segera mengeluarkan kebijakan terkait penambahan bantuan sembako bagi penerima manfaat serta memulai program Kartu Pra Kerja untuk antisipasi karyawan yang terkena PHK, pekerja harian yang hilang penghasilan, dan pekerja mikro yang kehilangan pasar.
“Dan saya minta agar Pemerintah Provinsi bisa ikut mendukung ini, siapa yang harus diberi agar mulai didata dengan baik,” katanya.

Adapun lewat ratas tersebut, Kang Emil juga melaporkan rencana Pemprov Jabar untuk melakukan tes masif COVID-19 mulai minggu ini. Tes itu bertujuan mengetahui peta persebaran COVID-19 agar pihaknya bisa melakukan tindak lanjut medis dan membuat keputusan tepat dalam upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran penyakit tersebut.
“Kita akan fokus minggu ini pada tes masif. Tidak untuk semua orang," katanya. Kang Emil berujar, tes masif COVID-19 ditujukan bagi tiga kategori masyarakat. Pertama, Kategori A yang dilakukan door-to-door di rumah sakit rujukan COVID-19 didaerah masing-masing bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan keluarga, tetangga, dan temannya, serta petugas kesehatan di Rumah Sakit yang menangani COVID-19.

“Kedua (Kategori B) adalah profesi yang rentan (tertular), dites melalui konsep drive thru. Semakin banyak, semakin cepat, dan aman, tidak turun mobil, tidak bersentuhan fisik, diatur sesuai undangan, satu per satu,” ujar Kang Emil.

Ketiga, tes dengan konsep drive thru bagi Kategori C yakni masyarakat luas yang memiliki gejala sakit yang diduga penyakit COVID-19. Dugaan tersebut harus merujuk sesuai keterangan fasilitas kesehatan, bukan self-diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri.

“Insyaallah diakhir minggu ini peta persebaran COVID-19 di Jawa Barat bisa lebih jelas, sehingga akhir pekan kami bisa ambil keputusan apakah libur atau dirumahkan ini diperpanjang. Kalau tren (penyebaran COVID-19) ternyata turun atau ternyata hasilnya parah, kami mohon izin minta arahan apakah anak-anak yang bersekolah dirumah diperpanjang seminggu atau dua minggu lagi,” katanya.(UT)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG_20200630_153546
IMG-20200701-WA0069
IMG_20200705_164721
IMG-20200528-WA0108

News Feed

Kini Pasar Leuwiliang Dapat Giliran Rapid dan Swab Test

Kam, 9 Jul 2020 07:50:04pm

  SKI|Bogor - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor terus menggelar rapid dan swab test massal diruang-ruang publik yang...

KPU Kabupaten Bogor Gelar Rapat Pleno PDPB Online dan Offline

Kam, 9 Jul 2020 06:46:40pm

  SKI|Bogor - Menindaklanjuti Surat Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor : 181/PL.02.1-SD/01/KPU/II/2020 tanggal 28 Februari...

Cegah Adanya Klaster Baru dan Sebaran Covid-19, Test Masif Intens Dilakukan

Kam, 9 Jul 2020 07:38:32am

  SKI|Bandung - Pengetesan dan pelacakan perlu dilakukan secara intens untuk mengidentifikasi klaster baru sekaligus mencegah sebaran Covid-19...

Penyaluran Sembako BPNT di Kecamatan Losarang Berjalan Lancar dan Kondusif

Rab, 8 Jul 2020 08:08:41pm

  SKI|Indramayu - Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) diwilayah Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu Jawa Barat terealisasi. Bantuan...

Satreskrim Polres Bogor Bekuk 7 Orang Pelaku Jaringan Pengedar UPAL

Rab, 8 Jul 2020 06:22:55pm

  SKI|Bogor - Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor berhasil mengungkap jaringan uang palsu. 7 orang tersangka berhasil dibekuk dan ratusan juta...

Waspada.!!! 2 Klaster Baru Ditemukan Dalam Penanganan GTPP

Rab, 8 Jul 2020 09:04:29am

  SKI|Bandung - Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Jawa Barat menemukan dua klaster baru yang saat ini sedang ditangani dan...

PMI Kabupaten Bogor Berkolaborasi Dengan Gugus Tugas Covid-19

Rab, 8 Jul 2020 07:36:26am

  SKI|Bogor - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor lakukan audiensi dengan Tim Gugus tugas Covid-19 Kabupaten Bogor, di Pendopo Bupati,...

Kapolres Bogor dan Bupati, Kukuhkan Mulyasari Sebagai Lembur Tohaga Lodaya

Rab, 8 Jul 2020 07:16:39am

  SKI|Bogor - Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy, Bupati Bogor Hj. Ade Munawaroh Yasin beserta Dandim 0621 Letkol Sukur Hermanto, resmikan...

Bupati Bogor Resmikan Kampung Tangguh di Ujung Timur Sukamakmur

Sel, 7 Jul 2020 08:31:15pm

  SKI|Bogor - Bupati Bogor Ade Yasin tampaknya sudah tidak bisa menahan lagi kerinduannya untuk bertemu dengan rakyatnya. Pasalnya, Ade Yasin...

Presiden Instruksikan : Segera Selesaikan Hambatan Pembangunan Ruas Tol Cisumdawu

Sel, 7 Jul 2020 07:34:45pm

  SKI|Jakarta - Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas bersama jajarannya untuk membahas percepatan proyek strategis Nasional jalan tol,...

Berita Terbaru

NUSAN

EKONOMI

PERISTIWA

!-- Global site tag (gtag.js) - Google Analytics -->
%d blogger menyukai ini: