Pasien Positif Corona di Lombok Tengah Keluhkan Tidak Adanya Pelayanan Satgas Covid-19

SKI| Lombok Tengah- Salah satu pasien positif Corona Covid-19 mengeluhkan terkait dengan tidak adanya pelayanan yang diberikan oleh Satgas Covid Kabupaten terhadap pasien yang dinyatakan positif

“Selama saya lakukan isolasi mandiri dirumah, tidak pernah diberikan pelayanan bahkan diberikan vitamin ataupun saran makanan yang dikonsumsi kepada saya,” Ucap Japar pada Rabu (10|2)

Ia mengaku, selama 14 hari melakukan isolasi mandiri, dirinya beserta keluarga tidak dikasih keluar rumah untuk membeli bahan makanan pokoknya. Selain itu, dirinya hanya mengandalkan sayur mayur yang ditanam nya

“Untung ada sayur-sayuran yang saya tanam di halaman rumah, kalau tidak, saya tidak tau nasib saya,” Tegasnya

Lanjut Japar, ia juga mengaku bahwa dirinya hanya dikunjungi oleh pihak Puskesmas setempat, namun hal tersebut hanya untuk menanyakan contak traking

“Iya itu saja yang ditanyakan, setelah itu tidak ada lagi,” Jelasnya

Ia pun kecewa dengan tidak adanya pelayanan Satgas Covid Kabupaten Loteng terhadap pasien yang dinyatakan positif, selain ia melakukan rapid test mandiri untuk memberikan contoh yang baik bagi masyarakat. Namun setelah dinyatakan positif, tidak ada perhatian apapun yang diberikan

“Saya merasa kecewa dengan Satgas, apakah beda perlakuan isolasi mandiri dengan yang melakukan isolasi di hotel?,” Tanya Japar

Sementara itu, Sekertaris Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Loteng H.Lalu Idham Khalid mengatakan bahwa, untuk pasien yang dinyatakan positif selalu mendapatkan perhatian, baik dari Satgas sendiri maupun dari Dinas Kesehatan

“Kalau di kecamatan diminta puskesmas yang aktif bahkan desa harus melihat perkembangan masyarakatnya yang positif,” Ucapnya

Lanjutnya, terkait dengan adanya pasien positif diharapkan agar melapor ke Satgas Covid yang ada di Desa/Kelurahan. Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi terhadap Dinas terkait

“Kita sudah lakukan juga koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat,” Katanya

Ia juga mengatakan bahwa, pasien yang positif bukan tidak diperhatikan, namun karena keterbatasan yang ada sehingga tidak bisa dijangkau semuanya. (Adit)

Komentar

News Feed