Pelaku Wisata Menilai Pemberlakuan PPKM Darurat Membunuh Pariwisata

SKI| Lombok Tengah- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang diberlakukan di Kota mataram yang dimulai dari tanggal 12-20 Juli berimplikasi pada Daerah sekitar. Seperti halnya Lombok Tengah yang terkena dampak PPKM skala mikro yang sedang di berlakukan saat ini banyak menyimpan pro dan kontra.

Dimana, PPKM yang digalakkan dalam upaya pemutusan mata rantai pandemi Covid-19 dimasa varian baru ini menjadi buah bibir baik di dari tingkat para elit global sampai masyarakat awam yang kemudian juga para pelaku wisata yang terbunuh mata pencariannya.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Loteng Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Syamsul Bahri menuturkan bahwa dampak PPKM di sektor pariwisata ini sangat dirasakan bahkan ia menyebutkan bahwa PPKM telah meluluh lantahkan Pariwisata.

“Banyaknya pramuwisata terpaksa membatalkan tamunya, ” Keluhnya.

Ia bahkan memprediksi apabila PPKM ini terus berlanjut dan diperpanjang maka ratusan wisatawan yang sudah booking maka akan gagal total untuk datang ke Loteng dan ini sangat tidak baik bagi sektor pariwisata di saat sulit dan keterbatasan ini.

“PPKM ini seolah-olah membunuh Pariwisata,” Tegasnya.

Ia membeberkan dimana sebelum datangnya pemberlakuan PPKM ini sekitar ratusan orang akan datang untuk berwisata. Namun disaat pemberlakukan PPKM pihaknya mengaku sektor pariwisata sudah lumpuh total. (Riki)

 

News Feed