Pelatihan Keterampilan Narapidana, Rehabilitasi Medis Digelar Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang

SKI| Tangerang – Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Tangerang (Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang), Unit Pelaksana Teknis di bawah naungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten yang juga menjadi salah satu cagar budaya di Kota Tangerang, hari ini, Rabu (17/02), menggelar Pembukaan Pelatihan Keterampilan Narapidana, Rehabilitasi Medis dan Sosial, serta Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Pihak Terkait. Kegiatan ini dilakukan di Ruang Pelayanan Kunjungan Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Rabu (17/02/21).

Acara ini dihadiri oleh Kadek Anton Budiharta selaku Kalapas Pemuda Kelas IIA Tangerang beserta jajaran. Turut hadir dalam kegiatan ini Muji Raharjo Drajat Santoso selaku Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Banten dan jajaran. Tak lupa, acara juga dihadiri oleh Komisaris Besar (Kombes) Pol Hendri Marpaung selaku Kepala BNN Provinsi Banten, AKBP Ichlas Gunawan selaku Kepala BNN Kota Tangerang, Liza Puspadewi selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Abduh Surahman selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Jamaludin selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Deden Suliana selaku Kepala UPT BLK Kota Tangerang, Sri Wahyuni selaku Direktur PT. Swen Inovasi Transfer, Pdt. John J. Manopo selaku Ketua Yayasan Indonesia Bangkit dan Bersinar, serta Pdt. Pieter Otta selaku Ketua Sekolah Tinggi Theologia Victory Jakarta.

Ada total 3 (tiga) agenda yang diikutsertakan dalam kegiatan hari ini. Mulai dari Pembukaan Program Rehabilitasi Medis dan Sosial kepada para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP); Pelatihan Kemandirian Berupa Ternak Ayam Petelur dan Pembuatan Sabun kepada para WBP dan juga Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang dengan BNN Kota Tangerang, PT. Swen Inovasi Transfer, Yayasan Indonesia Bangkit dan Bersinar serta Sekolah Tinggi Theologia Victory Jakarta.

Kesemuanya merupakan program-program yang diharapkan dapat memberikan dampak positif kepada para WBP. Dan juga mampu memberikan pengetahuan tambahan yang dapat berguna bagi WBP setelah selesai menjalankan masa pidananya nanti.

Kami berharap program-program ini dapat berjalan dengan baik sehingga dapat memberikan dampak positif kepada WBP pada khususnya, dan kepada masyarakat pada umumnya. Harapannya, dengan berbagai kegiatan ini para WBL bisa belajar dengan baik sehingga bisa kembali ke masyarakat menjadi manusia yang lebih bertanggungjawab lagi, ujar Kadek Anton Budiharta, Kalapas Pemuda Kelas IIA Tangerang.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah membantu kami dalam mewujudkan kegiatan-kegiatan positif ini Semoga kedepannya sinergitas ini dapat berjalan lebih erat lagi dan membuahkan program-program yang positif bagi WBP.

Dalam Program Rehabilitasi Medis dan Sosial kepada para WBP, diikuti oleh 340 WBP, dengan rincian 240 WBP mengikuti Rehabilitasi Sosial dan 100 WBP mengikuti Rehabilitasi Medis. Sedangkan dalam Pelatihan Kemandirian Berupa Ternak Ayam Petelur dan Pembuatan Sabun diikuti oleh total 40 WBP.

Kesemua WBP ini telah diassesmen dengan mengajak pihak-pihak terkait. Untuk Penandatanganan MoU antara Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang dengan Yayasan Indonesia Bangkit dan Bersinar serta Sekolah Tinggi Theologia Victory Jakarta, kerja samanya dalam bentuk pemberian perkuliahan teologi kepada para 30 WBP yang beragama Kristiani. Harapan dari perkuliahan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman teologi yang kuat bagi pengembangan pelayanan gereja dan masyarakat.

Ini juga merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan Resolusi Tahun 2021 Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang yakni Mewujudkan Lapas Pemuda Tangerang sebagai Pusat Pendidikan Narapidana. (red).

Komentar