Pemicu Perang Kampung di Lombok Timur Masalah Asmara dan Miras

SKI | Lotim – Perang kampung yang terjadi di dua kampung yakni Jorong dengan Bante,Desa Sembalun Bumbung,Kecamatan Sambalun,Kabupaten Lombok Timur,Selasa malam (2|4) sekitar pukul 22.30 wita sampai dengan Rabu dinihari (3|4) atau waktu sahur.

Dengan kejadian di jalan raya saling lempar dengan menggunakan batu diantara kedua belah pihak yang bertikai,karena sama-sama sudah terbakar emosi dan terprovokasi sehingga perang kampung tidak bisa dihindari lagi.

Sementara data yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa dugaan sementara kasus perang kampung terjadi karena masalah asmara diantara kedua pemuda,sehingga terjadinya kasus pemukulan yang dilakukan orang tidak dikenal terhadap pemuda Jorong,saat menerima temannya ketemuan dengan pacarnya di pinggir jalan kampung Tetangga.

Kemudian korban berlari bersama temannya mengejar pelaku pemukulan tersebut ke Dusun Bante,akan tapi tidak ditemukan,namun saat kembali ke lokasi semula,korban ketemu dengan pelaku dijalan saat akan menuju Masjid.

Dengan langsung menodongkan parang ke salah satu korban,sedangkan yang lainnya,sedangkan pelaku lainnya yang baru habis pesta miras menantang warga yang ada di lokasi,sehingga menimbulkan reaksi dengan terjadinya perlawanan atas tantangan itu yang berujung perang kampung.

Dengan dimulai saling lempar dengan menggunakan batu di jalan raya sampai ada rumah warga mengalami kerusakan akibat pelemparan tersebut,bahkan kedua belah pihak sudah terbakar emosi dan amarah saling provokasi untuk saling serang sampai menjelang makan sahur.‎

Sementara itu tidak berapa lama petugas dari Polsek Sembalun turun ke TKP untuk melerai kedua belah pihak, akan tapi tidak berhasil,sehingga meminta bantuan petugas dari Polres Lotim.

Kemudian anggota Sabhara Polres Lotim datang ke lokasi terjadinya perang kampung tersebut,dengan langsung bertindak tegas dan membubarkan kedua kelompok yang terlibat perang kampung termasuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi.

Lalu situasi di lokasi dua kampung berangsur-angsur mulai kondusif dengan dijaga aparat kepolisian masih disiagakan di lokasi untuk mengantisifasi terjadinya perang susulan.

Kapolres Lotim melalui Kasi Humas,Iptu Nicolas Oesman saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya sudah terima laporan kasus perang kampung yang terjadi di desa Sembalun Bumbung karena diduga masalah miras yang berujung penghadangan yang menyebabkan terjadinya perang kampung.

Namun aparat bergerak cepat melakukan tindak tegas dengan membubarkan dua kampung yang bertikai dan mengamankan pelaku yang menjadi asal terjadinya perang kampung tersebut.‎

” Situasi di TKP sudah kondusif dan pasukan tetap disiagakan untuk antisifasi adanya perang susulan,” tegasnya.‎ (Sul).