SKI | Lotim – Para orator aksi dari Majelis Penyelamat Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (MPO HMI) Lombok Timur menyebut dana Jasa Pelayanan (Jaspel) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R.Soejono Selong yang nilai milyaran rupiah diduga dipinjam oleh orang nomor satu di Lotim untuk membangun Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lotim.
Apalagi hingga saat ini para karyawan RSUD R Soejono Selong menagih agar jaspel yang tertunggak tiga bulan belum dibayarkan di tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp 10 Milyar untuk sebanyak 1400 orang karyawan RSUD.
” Kami menduga dana jaspel itu dipinjam Bupati untuk bangun MBG,” teriak orator aksi Agamawan Salam dalam orasinya di depan kantor Bupati Lotim,Jumat (30/1).
Menurut para massa aksi,kalau itu benar Jaspel itu dipinjam untuk membangun MBG,maka tentunya ini sudah menyalahi aturan sehingga harus di usut tuntas.
” Masak jaspel dipinjam untuk bangun MBG ini sudah salah,” kata orator aksi secara bergantian.
Oleh karena itu,lanjut meminta kepada Bupati untuk menjelaskan yang sebenar-benarnya agar tidak menjadi asumsi di kalangan publik.
Apalagi saat ini pihak rumah sakit tengah di sorot mengenai masalah kekosongan obat,belum lagi masalah pelayanan menggunakan BPJS tentunya ini menjadi persoalan serius.
” Kami minta Bupati datang menerima kami dan menjelaskan,katanya tidak anti kritik tapi tidak berani menerima massa aksi,” tambah kordinator umum aksi Agamawan.
Aksi mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan jalannya aksi berjalan tertib meskipun tidak ada pejabat yang menerima massa aksi.
Sementara itu Bupati Lotim H.Haerul Warisin maupun pihak Direktur RSUD R.Soejono Selong hingga berita ini diterbitkan belum memberikan penjelasan terkait dengan dana jaspel yang diduga dipinjam bangun MBG. (Sul)














