728 x 90
Mata Publik, Tajam, dan Terpercaya
Wartawan Swara Konsumen Indonesia Dilengkapi Dengan KTA Yang Masih Berlaku Dan Surat Tugas Peliputan, Nama Tercantum Didalam Box Redaksi

Aris Merdeka Sirait : Apresiasi Polres Tobasa Dalam Penanganan Kekerasan Terhadap Anak

Sel, 14 Jan 2020 10:42:24pm

Admin - Media Swarakonsumenindonesia

IMG-20200114-WA0093

SKI| Jakarta - Komnas Perlindungan Anak apresiasi Polres Tobasa untuk penanganan penganiayaan anak yang dilakukan bapa kandungnya dan mengajak Forkompimda Tobasa membangun Gerakan Perlindungan Anak berbasis Masyatakat dan Kampung.

Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (KOMNAS PA) Indonesia, Arist Merdeka Sirait mengatakan bahwa penganiayaan yang dilakukan Haris Silalahi warga Desa Patane V Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Samosir (TOBASA) terhadap putri kandungnya AS (9) mengakibatkan lebam disekitar wajah merupakan tindak pidana kekerasan fisik dan psikis.

Dengan demikian, sesuaian pasal 76E UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang berbunyi setiap orang dilarang menempatkan membiarkan melakukan menyuruh melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak HS (42) dapat diancam dengan pidana maksimal 15 tahun penjara.

Lebij lanjut Arist Merdeka mengatakan, mengingat atas kekerasan fisik yang dialami AS, pelakunya adalah orangtua kandung korban sendiri, maka pidana pokoknya dapat ditambahkan seperti tiga dari pidana pokoknya menjadi kurungan penjara naksimal 20 tahun.

"Atas kerja cepat Tim Resmob Sat Reskrimum Unit PPA Polres Polres Tobasa dan sikap tegasnya yang mengatakan bahwa tidak toleransi dan kata damai terhadap segala bentuk Kekerasan yang diikuti dengan penganiayaan terhadap anak, KOMNAS Perlindungan Anak sebagai lembaga/institusi indepeden yang diberikan tugas dan fungsi untuk melindungi anak di Indonesia memberikan apreasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Sat- reskrimum Unit PPA Polres Tobasa". Lanjut Arist.

Menurut pengakuan HS yang disampaikan kepada penyidik Unit PPA bahwa peristiwa Kekerasan fisik dan psikis yang diderita AS berawal dari hal yang sangat sepele dan umum terjadi pada kehidupan anak-anak yakni pada Minggu 12/01 korban AS (9) dituduh melakukan pemutusan kabel alat memasak. Tanpa bisa mengontrol emosi HS ayah kandung korban kemudian melakulan pemukulan pada wajah mengakibat wajah korban lebam-lebam. Tak berhenti disitu, pelaku juga menendang korban dengan kaki.

Atas maraknya kasus-kasus pelangaran hak anak yang tidak dapat ditoleransi lagi di Kabupaten TOBASA, mulai dari kasus penelantaran, perebutan pengasuhan anak akibat perceraian, eksploitasi anak untuk alternatif ekonomi keluarga, kekerasan terhadap anak berupa kekerasan fisik dan seksual serta kasus anak terpapar dengan HIV dan AIDs, korban bahaya narkoba dan pornografi, serta meningkatnya anak kecanduan Gawai dan Game Online, KOMNAS Perlindungan Anak mengajak Pemda Kabupaten Tobasa untuk segera mendeklarasikan Gerakan Perlindungan Anak berbasis keluarga dan kampung lintas profesi masyarakat dan lintas Forum Komunikasi Pimpinan daerah ( Forkompimda) Tobasa.

Untuk niat naik ini, Komnas Perlindungan Anak akan segera melakukan Kunjungan Kerja (KUNKER) ke Tobasa untuk membicara Aksi ini kepada pimpinan daerah Tobasa, wakil rakyat (DPRD Tobasa) dan aparatus penegak hukum, tokoh adat dan gereja serta Forkompimda di TOBASA, tambah Arist. (Red). 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Tokoh Lotim Utara Bentuk Gerakan Masyarakat Selaparang.

Rab, 15 Jan 2020 08:11:43pm

SKI| Lombok Timur - Para tokoh masyarakat,agama dan pemuda Lombok Timur Utara resmi membentuk Gerakan Masyarakat Seleparang (GMS) di Lesehan Taman...

PD AMAN Lotim Protes Pemindahan Lokasi Bau Nyale

Rab, 15 Jan 2020 08:16:00am

SKI| Lombok Timur - Ketua Pengurus Daerah (PD) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Lombok Timur, Sayadi memprotes pemindahan lokasi kegiatan...

OPINI: Bolehkah Desa Lakukan Pungutan Terhadap Pelayanan Administrasi..??‎

Rab, 15 Jan 2020 08:00:46am

SKI| OPINI - Merujuk pada legislasi yang ada saat ini, Bahwa Pemerintahan Desa sudah tidak memiliki hak sedikitpun untuk melakukan punggutan terhadap...

Mapolda NTB Gelar Farewell dan Welcome Parade Kapolda NTB

Sen, 13 Jan 2020 10:30:23pm

SKI| Mataram - Polda Nusa Tenggara Barat gelar upacara Farewell And Welcome Parade Kapolda NTB, Irjen Poll Drs. Nana Sudjana AS, MM, dengan Irjen Pol...

Polisi Tetapkan Tersangka Investasi Bodong

Sen, 13 Jan 2020 04:56:21pm

SKI| Lombok Timur - Pihak Polres Lombok Timur menetapkan tersangka kasus dugaan investasi bodong yang merugikan para nasabahnya. Dengan tersangka...

Mantan Ketua BPPD Lotim Dipolisikan PWI

Sen, 13 Jan 2020 04:51:10pm

SKI| Lombok Timur - Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lombok Timur melaporkan mantan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Lotim...

Dua Begal Beraksi Di Bumi Perkemahan Ditangkap Polisi 

Sab, 11 Jan 2020 06:00:58pm

SKI| Lombok Timur - Tim Resmob Polres Lombok Timur bersama dengan anggota Polsek Pringgebaya berhasil menangkap dua pelaku begal yang beraksi di bumi...

Dewan  Nilai Ada Dualisme Kepengurusan Di BPPD Lotim 

Kam, 9 Jan 2020 05:07:46pm

SKI| Lombok Timur - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur menilai kalau saat ini ada dualisme kepengurusan ditubuh Badan Promosi...

OPINI: RENCANA SK PENGANGKATAN PERANGKAT BPPD LOTIM YANG DINAHKODAI SANDI BERPELUANG CACAT HUKUM ‎ ‎

Kam, 9 Jan 2020 06:51:02am

‎ ‎ Setelah kekisruhan SK BPPD Nomor 188.45|002|PAR|2020 menjadi sorotan publik, apalagi dengan adanya pencatutan nama organisasi dan lembaga...

Bupati dan Wabup Lotim Jangan Diadu Domba

Rab, 8 Jan 2020 04:06:22pm

SKI| Lombok Timur - Bupati Lombok Timur, HM.Sukiman Azmy meminta agar dirinya dengan Wakil Bupati Lotim, H.Rumaksi SJ jangan diadu domba. Karena...

!-- Global site tag (gtag.js) - Google Analytics -->
%d blogger menyukai ini: