IMG-20200814-WA0074_copy_700x280
Mata Publik, Tajam, dan Terpercaya
Wartawan Swara Konsumen Indonesia Dilengkapi Dengan KTA Yang Masih Berlaku Dan Surat Tugas Peliputan, Nama Tercantum Didalam Box Redaksi

Penjualan Aset Negara Diduga Atas Persetujuan Oknum Pejabat Sarpras Sudin Timur Dua

Rab, 10 Jul 2019 05:11:31pm

Admin - Media Swarakonsumenindonesia

IMG-20190710-WA0019

Foto: para guru saat piknik ke bandung

SKI, Jakarta - Penjualan aset Pemprov DKI Jakarta berupa kayu dan besi bekas rehab berat gedung sekolah SDN 01 Pinang Ranti, Kec. Makasar, Kota Adm Jaktim seharga Rp. 30 juta, yang diduga dilakukan Kepala Sekolah (Kepsek) Jamatun Spd, atas seizin oknum pejabat Sarpras Sudin Pendidikan Wilayah dua Kota Adm Jakarta Timur.

Uang hasil penjualan aset juga disinyalir mengalir ke pejabat tertentu di lingkup Disdik DKI Jakarta dan sebagian lagi dipergunakan untuk biaya piknik ke Bandung.

Hal ini dikatakan Ketua LSM GAK Kampanye sesuai dengan informasi dan investigasi yang didapatnya dari berbagai sumber yang berkompeten.

"Hasil penjualan aset rehab berat sekolah SDN 01 Pinang Ranti Jaktim diduga sebagian memang untuk biaya akomodasi perjalanan piknik ke Bandung," jelas Kampanye kepada wartawan dalam komprensi pers, belum lama ini.

Namun, katanya, kuat dugaan bahwa Kepsek Jamatun bakal lolos dari jeratan hukum yang berlaku. Sebab, sangat kental indikasi Pejabat Sudin Pendidikan Wilayah Timur Dua Kota Administrasi Jaktim yang saat ini dikepalai ABD Rachem terkesan melindungi dan membela mati-matian alias tidak berani memberikan sanksi tegas kepada Jamatun, ucapnya. 

"Belum diketahui secara pasti kenapa Bapak ABD Rachem sangat ketakutan kepada Jamatun. Apakah ada kaitannya dengan pengakuan Jamatun yang menyebut menjual aset negara Rp.30 juta atas persetujuan Kasi Sarpras?" tanya Kampanye.
Atau Kepsek sengaja dilindungi untuk dijadikan sebagai ATM pencetak uang untuk mengisi pundi-pundi oknum pejabat tertentu, tutur kampanye. 

Padahal, lanjut Kampanye, selain dugaan menjual aset, pungutan liar (Pungli) menggila yang selama ini di SDN 01 Pinang Ranti Kecamatan Makasar juga sudah sangat meresahkan para wali murid. Pungli yang dibungkus rapi atas dasar sukarela dan keikhlasan para wali sangat membebani orang tua peserta didik khususnya dari ortu peserta didik yang saat ini belum beruntung ataupun kurang mampu.

Kampanye juga menerangkan, selain Pungli setiap Hari Senin dan Jumat, Pungli pembelian cincin emas untuk kenang-kenangan kepada guru, dan pungli setiap penerimaan raport semester ganjil dan semester genap juga sudah lama berlangsung. Pembelian gorden, dispenser, pembelian bunga beserta pot nya bahkan pengecatan ruang kelas juga orang tua yang dibebankan.

Belum lagi KKN dengan mengangkat guru honorer anak kandung, temen dekat dan ponakan Kepsek. Hal ini telah melanggar PP No. 48/2005 Jo PP No.43/2007 yang dengan tegas dan jelas melarang pengangkatan guru honorer di sekolah negeri terlebih pengangkatannya hanya berdasarkan surat keputusan Kepala Sekolah.

Tetapi walaupun sudah banyak dugaan pelanggaran yang dilakukan Jamatun, hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari kasudin Pendidikan Timur dua sebagai atasan langsung Jamatun.

Ironisnya, hukuman disiplin (Hukdis) yang direkomendasikan dari Disdik DKI ke kasudin tidak dilaksanakan. "Patut diduga kalau Kasudin sepertinya melindungi Kepsek SDN 01 Pinang Ranti yang sudah mengakui menjual aset Negara atas persetujuan Kasi Sarpras Sudin Wilayah Dua Kota Administrasi Jakarta Timur," tegas Kampanye.

Sementara itu, menurut Kampanye, Kasi PTK Sudin Pendidikan Timur dua Sritakari membantah adanya pelakuan khusus atau perlindungan pejabat Sudin terhadap Jamatun. Ditegaskannya, proses rekomendasi dari Disdik DKI terkait Hukdis Jamatun tetap diproses. Terkait dengan dugaan Pungli kepada peserta didik dan wali siswa hingga pungli TKD kepada Guru PNS Sri Takari berjanji akan menindaklanjuti.

Sampai saat ini, Jamatun masih menjabat sebagai Kepsek. Bahkan sepertinya dipromosi pindah ke tempat paling empuk.

Ketika dikonfirmasi, Kepsek Jamatun membantah semua isi pemberitaan. Jamatun mengaku, semua hasil penjualan kayu dibelanjakan untuk keperluan sekolah yang tidak dibiayai oleh BOP maupun BOS.

Jamatun juga membantah pernah memberikan sesuatu atau apapun kepada para atasannya sehingga melindungi dirinya. Menurutnya, para atasan bersikap demikian karena memang sudah turun ke sekolah melihat bukti fisik yang Jamatun belanjakan.

Sementara, biaya piknik ke Bandung merupakan sumbangan dari para guru dan donatur. Dan, besarannya tidak ditentukan, tegasnya. 

Selain itu, Jamatun mengaku merasa sangat berat diimutasi ke SDB KP 11 mengingat keadaan sekolah yang masih banyak nembutuhkan penanganan. Dan tidak benar kalau saat ini dikatakan tempat yang empuk., ucapnya.  (red)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Muspika Tanjungsari Gelar Ops. Yustisi Antisipasi Penyebaran dan Percepatan Penanganan Covid-19

Jum, 18 Sep 2020 08:18:58pm

  SKI|Bogor - Operasi Yustisi terus digencarkan guna tekan persebaran Covid-19 oleh tim gabungan Polsek Tanjungsari, Koramil, dan Pol PP...

Tekan Penyebaran Virus Covid-19, BPBD Kabupaten Bogor Semprot Disinfektan Pemukiman Warga

Jum, 18 Sep 2020 08:14:50pm

  SKI|Bogor - Gunakan Mobil Tangki Operasional, selama dua hari BPBD Kabupaten Bogor gelar penyemprotan disinfektan diseluruh wilayah pemukiman...

Polsek Caringin Gelar Operasi Yustisi Guna Putus Penyebaran Covid-19

Kam, 17 Sep 2020 09:41:26pm

  SKI|Bogor - Tidak menggunakan masker, melanggar protokol kesehatan siap-siap untuk diberikan tindakan berupa sangsi sosial maupun dikenakan...

Bupati Bogor Ade Yasin Menghadiri Acara Syukuran HUT PMI ke-75

Kam, 17 Sep 2020 09:37:29pm

  SKI|Bogor - Bupati Bogor H. Ade Munawaroh Yasin menghadiri acara syukuran Hari Ulang Tahun PMI (Palang Merah Indonesia) ke-75 di Aula Markas...

Pemda Kabupaten Bogor Tandatangani MOU Dengan BAPENDA Jabar

Kam, 17 Sep 2020 11:08:39am

  SKI|Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat menandatangani Sinergitas Program...

LBHM Cibinong Berbenah Diri, Angkat Direktur Baru Ditengah Pandemi

Kam, 17 Sep 2020 10:42:33am

  SKI|Bogor - Kebutuhan masyarakat akan keadilan dan perlindungan hukum terus meningkat, ditengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih...

Kapolsek Babakan Madang Telusuri Dugaan Penganiayaan Seorang Ustad Yang Meninggal

Kam, 17 Sep 2020 07:05:07am

  SKI|Bogor - Setelah adanya berita pada media sosial terkait meninggalnya seorang tokoh Pimpinan Pondok Pesantren karena dugaan penganiayaan,...

Ditengah Pandemi Warga Babakan Madang Dilanda Krisis Air Bersih

Kam, 17 Sep 2020 06:41:01am

  SKI|Bogor - Musim kemarau yang tengah melanda pada sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor mengakibatkan warga masyarakat mengalami kesulitan...

Kanit Binmas Polsek Gunung Putri, Pimpin Langsung Operasi Yustisi

Rab, 16 Sep 2020 11:39:27pm

  SKI|Bogor - Pendisiplinan protokol kesehatan terus dilakukan, Polsek Gunung Putri bersama Koramil serta Pol PP bersama - sama bersinergi...

Hadapi Porda Jabar 2022, Cabor Sepatu Roda Targetkan 4 Medali Emas

Rab, 16 Sep 2020 08:56:57pm

  SKI|Bogor - Ditengah pandemi Covid-19 yang masih terus merebak tidak menyurutkan semangat para atlet berbagai Cabang Olahraga (Cabor) di...

Berita Terbaru

NUSAN

EKONOMI

PERISTIWA

!-- Global site tag (gtag.js) - Google Analytics -->