SKI | Indramayu – Video perkataan Bupati Indramayu, Lucky Hakim terkait Air dari Langit menuai kritik tajam dari warganet, khususnya warga Indramayu yang diselimuti kesedihan akibat dilanda musibah banjir.
Dalam video tersebut, Lucky meminta warga untuk tidak saling menyalahkan dan menyebut banjir hanyalah fenomena alam karena air yang datang dari langit, hulu, dan laut tidak perlu disalahkan.
Pernyataan tersebut dinilai publik sebagai bentuk lepas tangan dan kegagalan dalam melakukan mitigasi bencana yang konkret bagi kota mangga.
Selain itu publik “Men-stempel” bahwa pernyataan orang nomor satu Indramayu dinilai tak berbobot dan seperti omongan anak TK (Taman Kanak-Kanak).
Gelombang protes langsung meledak di media sosial, di mana warga menuding pemerintah daerah dianggap tidak peka dan dinilai menyakiti hati rakyat yang sedang berduka akibat banjir yang melanda hampir disetiap Kecamatan di kota mangga.
Selain itu, warganetpun nyinyir atas pernyataan Bupati Lucky yang dinilai abai terhadap buruknya sistem drainase dan birokrasi yang berbelit.
“Hayo siapa yang bisa jawab dikasih hadiah, air hujan datangnya dari mana?, ucap akun Tomi Susanto dalam medsos yang diunggah, Senin malam (26/1) di status WhatsApp.
Ungkapan bernada sindiran juga di unggah oleh media sosial Nang Sadewo. Dalam unggahannya, “Air dari langit, dari hulu, dari laut dan campur kecomberan. Tetap semangat sayangku”, sindir Nang Sademo sambil memasang foto anak membawa tas berpakaian seragam TK.
Begitupun yang diunggah Weso Sindangkerta. “Jare bapak reange…banjir soten karena wis dikepung tiga arah..banyu sing langit, sing hulu lan sing laut…untung angine durung due KTP. Paoman berada wa haji…,”ujar Weso dengan ditandai stiker tertawa.
Tak kalah kritis disuarakan medsos Yusuf Pers.
“Indramayu itu memiliki pemimpin yang hebat, kata bapa reang, air hujan itu datangnya dari langit, dari hulu dan laut. Tapi alhamdulillah, Indramayu belum ada air keluar dari bumi, karena bahaya. Tapi alhamdulillahnya manusia punya takaran air mata pak, dimana kalau air mata derasnya seperti air hujan, kan jadi fenomena, ajaib. Jadi harus bagaimana air hujan yang turun di Bumi Wiralodra?, ini apakah harus dipasang tenda….angel angel bingung jadinya dengan jawaban bapak renang”tulis Yusuf dalam unggahan medsosnya, Selasa (27/1).
Menanggapi unggahan sejumlah warganet asal Indramayu atas keresahannya, Sekjen FPWI (Forum Perjuangan Wartawan Indramayu) menyatakan, mitigasi dinilai gagal mengakibatkan ribuan rumah terendam banjir.
Menurutnya, memasuki puncak musim hujan di awal tahun 2026, sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu kembali terendam banjir dengan ketinggian mencapai 20 hingga 50 centi meter lebih pada wilayah tertentu seperti di Pasekan, Indramayu, Lohbener dan Patrol.
“Saya menilai Pemerintah Daerah (Pemda) Indramayu gagal total dalam menjalankan program mitigasi bencana,”tegas pria kritis yang biasa dipanggil Tomsus.
Ditegaskan Tomsus, banjir kali ini adalah bukti nyata buruknya perencanaan infrastruktur. Pemerintah daerah hanya fokus pada pembangunan kosmetik di pusat kota, serta memoles jalan di titik lumbung konstituennya, namun melupakan akar masalah yaitu penyempitan saluran air di pemukiman padat penduduk.
Alokasi anggaran mitigasi banjir tahun lalu tidak terlihat dampaknya saat ini, kami mendesak adanya audit transparan terhadap penggunaan anggaran mitigasi bencana, jika dianggarkan di tahun lalu.
“Jangan curah hujan ekstrem dijadikan kambing hitam. Mulailah melakukan langkah konkret seperti relokasi warga di bantaran sungai, serta penegakan hukum bagi pelanggar tata ruang. Saya menunggu langkah nyata dari Kepala Daerah (Bupati Lucky) untuk mengatasi krisis tahunan ini agar tidak terus berulang di masa depan,”tegas Tomsus.
Dibeberkan Tomsus, banyaknya keluhan di Medsos termasuk yang disampaikan warga medsos bernama Bela PKN dan Nubaeti yang mengeluhkan sulitnya normalisasi saluran yang terhambat aturan administratif, sebagai bukti konkret lemahnya tanggung jawab lintas OPD dalam kepemimpinan Bupati Lucky.
“Masa iya normalisasi harus buat pengajuan proposal dulu, lucu.l? Verarti kalau ada bencana butuh bantuan harus buat proposal dulu? Kalau begini harus teriak dulu buat video agar didengar KDM (Gubernur Jabar),” sindir Tomsus menirukan keluhan dua warganet asal Indramayu sebagai pertanda protes keras warga.
Tomi menggambarkan betapa kaku dan lambatnya respon birokrasi di tengah situasi darurat.
“Serangan eceng gondok di sejumlah aliran sungai Cimanuk Indramayu, itu bisa menjadi sumber bencana, karena akan menghambat laju arus air akibat mampet nya saluran, ini kewenangan siapa, Pemda Indramayu dan BBWS Balai Cimanuk – Cisanggarung atau Siapa? Segera diatasi,”cetusnya.
Dan satu lagi Sport Center sudah parah itu sebenarnya mau diapakan? ini harus diselesaikan jangan bilang hujan dari langit terus urusan selesai,” ucap Tomsus dengan nada kesal.
Kritik paling keras datang dari Ikatan Wartawan Online (IWO) Indramayu. Ketua IWO, Kang Supardi, menegaskan bahwa banjir ini adalah bukti nyata kegagalan sistemik Bupati dalam mengelola tata ruang daerah.
Ia menyoroti penumpukan eceng gondok di Sungai Cimanuk, Sungai Ceblok dan lainnya yang menghambat laju air, namun seolah dibiarkan tanpa tindakan nyata dari dinas terkait.
“Lucu bupati kita ini, bukannya berusaha dulu secara teknis, malah meminta masyarakat pasrah dan menyebut ini takdir karena air dari langit,”sindir Kang Supardi, sembari memperingatkan bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Indramayu kini hanya sekadar dokumen tanpa implementasi di lapangan.
Seperti diberikan sebelumnya, musibah banjir yang hampir menyeluruh terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu, sejak Kamis (22/1) hingga sekarang mendapat perhatian serius dari Bupati Indramayu, Lucky Hakim.
Orang nomor satu di Indramayu lngsung turun meninjau lokasi sejumlah tempat di wilayah Kecamatan Pasekan, Lohbener termasuk di Patrol.
Dalam unggahan video yang beredar viral, Bupati Lucky mengaku turut prihatin atas musibah banjir yang melanda kota mangga. Bupati menegaskan, atas musibah banjir ini, tidak usah menyalakan siapapun.
“Buat teman-teman yang saat ini kebanjiran, kami turut prihatin. Banjir itu air dari langit, air dari hulu, air juga kadang-kadang dari laut. Jadi kita itu dikepung tiga, sana sana sama atas. Kita tidak usah saling menyalahkan,”kata Bupati Lucky dalam video yang beredar sejak Minggu (25/1) dan viral. (Yan)









