Program Kampung Loster di Lotim Belum Memberikan Dampak Terhadap Masyarakat

SKI | Lotim – Direktur Lembaga Pengembangan Sumber Daya Nelayan (LPSDN) Nusa Tenggara Barat, Amin Abdullah mengkritis keberadaan kampung lobster yang berlokasi di wilayah Telong-elong,Desa Jerowaru,Kecamatan Jerowaru,Kabupaten Lombok Timur yang dianggap belum memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat sekitar terhadap program kampung lobster tersebut.

Sementara pada sisi lainya pemerintah pusat telah menggelontorkan anggaran puluhan Milyar terhadap program kampung lobster tersebut.

” Kami melihat program kampung lobster di Telong-elong belum memberikan dampak yang besar masyarakat,”tegas Amin Abdullah di Selong,Rabu (27|3).

Ia mempertanyakan apa dampaknya program kampung lobster itu sekarang bagi masyarakat,karena dirinya melihat sama sejak dulu,sehingga menganggap program itu tidak memiliki pengaruh yang signifikan bagi kemajuan masyarakat sekitarnya.

Apalagi hanya bentuknya sifatnya bantuan yang program itu sekedar menggugurkan kewajiban saja dan menghabiskan anggaran yang diberikan pemerintah pusat.

” Seharusnya dari program itu ada alternatif dan penggunaan teknologi baru,dengan melihat dari hasil panen dan pasca panen,bukan hanya sekedar membangun saja,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya dirinya melihat dalam setiap program itu ada bantuan berupa bagi-bagi dengan berkelompak akan tapi yang ditemukan dilapangan justru jatuh ke satu orang dengan mengatasnamakan kelompok.

Maka hal yang seperti ini tidak efektif dan kerap menimbulkan permasalahan dilapangan terutama ditengah-tengah masyarakat.

” Program itu harus menyentuh kepada masyarakat bukan malah bantuan itu dibagi-bagi dengan atasnamakan masyarakat,” tandasnya. (Sul).