Proyek Belum Rampung Sudah Jebol, Pekerjaan Rotary dan Turap di Aneka Elok Diduga Asal – Asalan

SKI | Jakarta – Hasil pantauan awak media  ditempat pekerjaan proyek pemasangan Rotary dan turap yang berada di wilayah aneka elok kelurahan penggilingan, Cakung, Jakarta Timur diduga terkesan asal – asalan, padahal pembangunan proyek ini menyerap anggaran daerah yang cukup banyak dengan nilai hingga mencapai Rp. 11.153.071.377.27, dengan konsultan pengawas dari PT. KARYA CIPTA KONSULTAN Nusantara dan Penyedia jasa dari CV. BERKAH SUKSES JAYA.

Miris sekali proyek yang menyerap anggaran sebesar ini tetapi hasil pekerjaan yang kita lihat sekarang belum juga satu bulan Pemasangan turap tersebut sudah retak – retak bahkan jebol, padahal baru di diguyur hujan sebentar, bagaimana kalau pada musim hujan datang sampai Berjam- jam bisa kita bayangkan bahkan akan mengakibatkan kerusakan yang lebih parah.

Patut dipertanyakan apakah dalam hal ini, Suku Dinas Sumber Daya Air tidak tahu, padahal pengawasan dan penanggung jawab adalah Sudin SDA Jaktim, tetapi sudah beberapa kali awak media mendatangi ke lokasi pembangunan, belum pernah menemui pihak dari SDA atau pun pengawas konsultan. Ditempat pembangunan, salah seorang mandor saudara Teguh, ketika kami tanya, apakah ada dari pihak SDA atau dari Konsultan yang mengawasi, jawaban mandor tidak ada yang datang, justru hanya datang pada waktu pertama saja, sekarang sudah ga datang – datang, ungkapnya kepada awak media, minggu (31/10/21).

Lanjut Mandor, saya hanya pekerja biasa yang cuma dikasih kepercayaan jadi mandor. Secara garis besar, berarti pekerjaan ini tidak adanya pengawasan sama sekali baik dari pihak Sudin ataupun Konsultan.

Nampak terlihat dikala pemasangan bahan material berupa batu banyak yang menggunakan batu bekas dari sisa bongkaran kali,  sehingga sangat di sayangkan anggaran yang besar tetapi hasil pekerjaannya seperti ini. Kepala Dinas Sumber Daya Air seharusnya melihat dan mengawasi. Disisi lain awak media sudah berkali-kali mendatangi kantor SDA dan meminta waktu kepada kepala Sudin Bapak Santo, untuk wawancara terkait permasalahan tersebut, tetapi alasan Pamdal Kasudin selalu bilang bahwa yang bersangkutan tidak ada ditempat. Bahkan awak media mencoba untuk komunikasi via tlp juga tidak ada respon seperti terkesan menghindar.

kami juga menyampaikan permasalahan ini kepada Wali Kota Jakarta Timur agar bisa melihat hasil pekerjaan pembangunan proyek tersebut, agar bisa adanya pengawasan dari instansi terkait. Hingga berita ini diterbitkan, belum adanya keterangan lebih lanjut dari kepala suku dinas air Jakarta timur maupun instansi terkait untuk prihal tersebut. (Red, Ahmad/ Mursidi).