SKI | Lotim – Puluhan nelayan di wilayah Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru Lombok Timur menagih kepada pemerintah Daerah mengenai sertifikat lahan yang telah dijanjikan.Karena hingga saat ini belum ada kabar kapan akan diberikan sertifikat lahan tersebut.
Sementara informasi yang diperoleh puluhan nelayan ekas itu direlokasi pemerintah daerah ke tempat yang saat ini dijadikan tempat tinggalnya.Sedangkan lahan yang sebelumnya ditempati nelayan sekarang ini dijadikan areal koperasi nelayan merah putih ekas yang rencananya akan diresmikan presiden.
Begitu juga program pembuatan sertifikat itu melalui program sehat tahun 2022 lalu,tapi hingga saat ini belum ada kejelasan kapan akan diterbitkan oleh kantor ATR dan Badan Pertanahan Nasional Lotim.
” Capek kita menunggu janji manis itu tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” keluh para nelayan Ekas yang dijanjikan sertifikat lahan.
Sementara itu Plt Kadis Perikanan dan Kelautan Lotim Taswiruddin saat dikonfirmasi mengatakan berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan memang betul proses sertifikasi lahan ini bagian dari program SeHAT (Sertifikat Hak Atas Tanah) Nelayan tahun 2022 dengan proses Desember 2022.
Sementara kuota SeHAT Nelayan Lotim tahun 2022 sebanyak 100 bidang (termasuk tanah nelayan di Serewe).
‘ Memang masih berproses dan belum selesai sampai saat ini,” terangnya.
Menurutnya ada beberapa permasalahan di awal karena terkait proses hibah aset Pemda ke masyarakat, tapi itu sudah clear dan info dari BPN, sertifikat pada dasarnya tinggal ditandatangani.
” Mudahan bisa dibagikan nanti saat Presiden meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Ekas awal Februari,” tandasnya. (Sul)









