oleh

Ramai di Medsos Bupati Indramayu di Keritik Pedas Warganet

SKI | Indramayu – Dunia media sosial (medsos) sedang ramai membicarakan peran Wakil Bupati (Wabup) Indramayu, H. Syaefudin, yang dinilai dikebiri dan dilumpuhkan.

Dalam berbagai pandangan warganet, Wabup H. Syaefudin ini perannya dihabisi dan dibatasi, sehingga tidak diberi ruang bebas sesuai tugas yang diamanatkan regulasi dan perundang-undangan. Bukan hanya itu, warganet juga menyoroti dibatasinya peran Wabup diduga akibat ulah pembisik yang disebut-sebut melibatkan Staf Khusus Bupati yakni Salman Al-Farisi.

Dalam unggahan Facebook Agus Tiang Dermajeng atau Agus TD yang diposting Sabtu (7/2) malam, menulis “Skenario Pembisik Bupati dalam Bayang-Bayang Adu Domba Kekuasaan”. Agus menulis secara gamblang dan mengajak publik wajib tau, saat ini profesionalisme ASN (Aparatur Sipil Negara) sedang diinjak-injak oleh ego kekuasaan yang manipulatif, pasalnya hanya karena urusan foto, hobi motoran, dan hitung-hitungan postingan medsos karier para Pejabat dipertaruhkan.

Makin lama diperhatikan, Kabupaten Indramayu – Jawa Barat ini di bawah pengaruh Stafsus kini menggerakkan langkah dan kebijakan Bupati yang menjauhi logika, semakin terasa naif, emosional, dan ‘ala’ mirip perilaku primitif wanita dusun,” tulis Agus TD yang mengizinkan Awak Media untuk mengutip curahan di medsosnya.

Menurutnya, “ada beberapa fakta orang ASN yang dianggap dekat dengan Wabup, seorang Staf Diskominfo yang dibuang atau dipindahkan ke Wilayah terpencil, 50 kilometer dari kediamannya, hanya karena kalkulasi subjektif Stafsus Salman (S) yang menganggap publikasi Wakil Bupati lebih dominan dibanding Sang Majikan.

Tindakan zalim tersebut tidak berhenti di situ, beberapa outsourcing yang terlibat dalam publikasi formal itu juga dipecat,” kritik Agus TD.

Tentu sentimen politik ini juga membangun suasana kebatinan paranoid secara meluas. Seorang Pejabat perempuan dicopot dari posisinya di Badan Perencanaan hanya lantaran ia berfoto bersama Wakil Bupati dalam lingkup kedinasan. Begitu pula dengan rombongan Pejabat yang digeser dari Jabatannya akibat tur konvoi komunitas motor pada hari libur yang kebetulan diikuti Wakil Bupati.

Puncaknya, arogansi kekuasaan terlihat saat Bupati Lucky enggan datang jika seorang Sekretaris Kecamatan berada di lokasi kunjungan kerja hanya karena sekmat tersebut pernah terlihat dalam agenda tur motor itu.

“Bahkan, info lanjut, istri Sekcam juga didatangi langsung oleh ‘S’ dan dimutasi ke PDAM,” beber Agus TD dalam unggahannya yang ramai dikomentari netizen, yang sebagian besar warga Indramayu.

Lebih gilanya, lanjut Agus TD, ‘S’ juga mengoordinir kremeki-kremeki pengangguran sebagai buzzer untuk melancarkan opini negatif terkait dugaan kasus Tunjangan Perumahan (Tuper) saat Wakil Bupati menjabat Ketua DPRD. Serangan ini merupakan upaya pembunuhan karakter yang dangkal.

“Secara hukum, Tuper anggota DPRD adalah hak sah yang hingga kini masih diterima oleh seluruh anggota dewan periode terbaru,” jelas Agus TD.

Dalam sindiran di akhir tulisan medsosnya, ‘S’ secara sistematis tengah memanfaatkan kecenderungan narsistik (NPD) Bupati untuk membingkai Wakil Bupati sebagai ancaman politik. Strategi “adu domba” ini bukan tanpa tujuan; Salman sedang mengokohkan posisinya sendiri sambil menciptakan iklim ketakutan di kalangan birokrasi. Dalam suasana teror mental inilah, transaksi Jabatan di lingkup ASN berjalan mulus demi keuntungan pribadinya,” tutup Agus TD.

Menanggapi unggahan Agus TD, akun Juendi Saleh berkomentar, sebenarnya bukan Salman, tapi semua itu yang dikehendaki Bupati Lucky. Salman hanya bonekanya Lucky saja, tetap skenario Bupati itu. Salman tidak mungkin akan melakukan itu semua kalau tanpa perintah Bupati.

“Ya keren lan endase tambah gede, bisa ngalahkaken wong Indramayu, terutama penguasa. Lebih baik diraupi T*1 daripada kehilangan Mang Salman,” kata akun Yoevi Ropiati Salikun sambil memasang stiker senyum meledek.

Ada juga yang lebih ekstrem lagi ditulis akun Air Mata Buyung, “Bupati buka paha tinggi-tinggi, nyrowok duit sing akeh, cingcing sing duwur, terus mlayu sing santer. (Bupati buka paha tinggi-tinggi, mengambil uang yang banyak, buka yang tinggi, kemudian lari yang cepat). sambil melambaikan tangan mengucapkan selamat tinggal Indramayu, dadah-dadah,” kata Air Mata Buyung.

Wah… bahaya baka di enengna bae mah… sampe mengkonon’e pemikiran’e… boro-boro ana niat bangun Dermayu malah gawe adu domba lan kisruh ning birokrasi. (Wah, bahaya jika dibiarkan dan kita diam saja, sampai segitunya pemikirannya. Boro-boro ada niat membangun Indramayu, malah buat adu domba dan bikin kisruh di birokrasi, red),” kritik nyinyir akun Dilema Batin.

Dalam kolom komentar, Asep Cepot lebih keras, “Apa wong Dermayu laka sing mampu kanggo dadi stafsus tsb, sehingga wong Madura si Salman kok seenaknya dewek dalam mengatur Pemerintah Imyu (Apa orang Indramayu tidak ada yang mampu untuk jadi Stafsus tersebut, sehingga orang Madura si Salman kok seenaknya sendiri dalam mengatur Pemerintah Kabupaten Indramayu, red).”

Aktivis Masdi yang terkenal kritis menyoroti keberadaan Stafsus Salman juga ikut komentar, “Seraaaangggggg,” dalam akun Facebook tersebut yang arahnya mengajak warganet untuk mengkritisi kewenangan Stafsus Salman yang dinilai offside di luar batas.

Sementara itu, komentar Suwarto Glek ikut bersuara, “Ampura wong awam melu komen. (Mohon maaf orang awam ikut komentar). Pada intinya mah kaya gini, ini kan Bupati pilihan masyarakat Indramayu. Yawis tinggal didelengaken, dinikmati bae. (Yasudah tinggal dilihat aja, dinikmatin saja). Seumpamane (semisalnya) merasa tidak puas dengan kinerjanya ya tinggal ditanyakan,” tulisnya menyarankan warganet. (Yana. BS)