SKI| Lombok Tengah- Ribuan putri Mandalika dari berbagai wilayah di Kabupaten Lombok Tengah turut hadir dalam memeriahkan Festival Bau Nyale 2026.
Peserta tersebut dari dari masing-masing kecamatan, mulai dari Sekolah Dasar sampai Menengah atas. Selain itu ikut juga dari bebera Polwan, MHA serta masyarakat umum.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri yang membuka acara tersebut mengungkapkan, pengembangan budaya harus terus dilakukan dan sistem budaya juga harus dipikirkan.
Sebelumnya panggung pelaksanaan Putri Nyale dilakukan ri depan Raja Hotel, namun tahun ini sedikit bergeser ke arah timur.
Tandanya, pengembangan budaya dan juga pariwisata harus tetap jalan.
“Kita semua harus turut dalam menggerakkan pariwisata di Lombok Tengah ini, ” Katanya.
Selain itu, Keberadaan pantai seger yang menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Lombok Tengah juga harus dijaga sedemikian rupa.
Jika ada hal yang masih belum selesai dikerjakan seperti jembatan, pihaknya mengajak semua stakeholder untuk turut andil dalam hal itu.
“Kenapa harus seperti itu, karena kedepannya akan ada generasi yang melanjutkan, sehingga bisa dinikmati oleh generasi 20-30 tahun kedepannya, ” Ungkapan nya.
Filosofi Bau Nyale ini juga mengajarkan kita keadilan, dimana waktu dulu seorang putri rela melompat ke laut agar tidak hanya satu lelaki yang bisa mendapatkannya, namun juga oleh semua masyarakat. (Riki)









