Sambil Bawa Sajam, Masyarakat Ketare Loteng Tuntut Polisi Segera Ungkap Kasus Penganiayaan

SKI| Lombok Tengah- Puluhan masyarakat yang berasal dari Desa Ketare Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah siang tadi Selasa (21|6) mendatangi polsek setempat untuk menuntut agar kasus penganiayaan yang dilakukan terhadap salah satu warganya

Warga tersebut juga terlihat membawa senjata tajam seperti parang dan jungkat

Salah satu perwakilan keluarga yang datang pada saat dilakukan mediasi di Kantor Camat Pujut menjelaskan bahwa, masyarakat Ketare yang melakukan aksi tersebut semata-mata untuk menuntut agar para pelaku segera ditangkap

“Kita hanya minta agar polisi segera menangkap pelaku, bukan untuk melakukan keributan seperti yang dibicarakan,” Ucapnya

Sementara itu, Kapolres Loteng AKBP Esty Setyo Nugroho mengatakan agar para keluarga untuk bersabar, dimana pihaknya sampai dengan saat ini masih bekerja dan melakukan penyelidikan terhadap pelaku penganiayaan

Esty juga menjelaskan bahwa,terdapat dua serangkaian peristiwa yang terjadi, dimana sebelumnya terjadi keributan antara warga Desa Rambitan dengan Desa Ketara namun pihaknya sudah melakukan upaya mediasi antar dua kampung tersebut

“Untuk masalah itu, sudah selesai dengan mediasi,” Ujarnya

Selanjutnya, peristiwa yang kedua yakni diduga ada penganiayaan di jalan masuk kwartir proyek jalan Bypass BIL-Mandalika, dimana korban dari Desa Ketara diduga dianiaya oleh empat orang pelaku

“Namun dengan keterbatasan alat bukti, kami masih belum bisa mendapatkan identitas pelaku,” Katanya

Sementara itu, Camat Pujut Sungkul mengatakan, terjadi kesalahpahaman, dimana pada dasarnya masyarakat hanya ingin menuntut kepastian kepada pihak kepolisian untuk mengungkap terkait dengan penganiayaan tersebut

“Saat itu, saya langsung turun ke lokasi untuk memberikan pemahaman kepada kedua belah agar tidak terjadi bentrok antar Kampung,” Ungkapnya

Ia pun berharap agar masyarakat tidak gegabah dan memberikan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti hal tersebut, sehingga tidak ada intervensi yang dilakukan.

Untuk diketahui, korban penganiayaan atas nama Lalu Satrie Utame (28) asal Desa Ketare dan Lalu Barkahul Fahmi (28) diduga dianiaya oleh pelaku yang masih belum diketahui identitasnya pada Rabu (16|6) lalu.

Dimana, penganiayaan tersebut terjadi di jalan raya dusun pisang Desa Sengkol Kecamatan Pujut Loteng. Saat itu, kedua korban yang sedang duduk di pinggir sawah sedang menunggu keluar masuknya truk tronton pengangkut tanah untuk pembangunan jalan bay pass Mandalika

Namun, tiba-tiba datang mobil Avanza dan langsung berhenti di pinggir jalan dengan menggunakan cadar dengan membawa parang, setelah itu ke 3 peluka secara tiba-tiba menyerang korban secara membabi buta tanpa ada kata (riki)

News Feed