oleh

Sat Res Narkoba Melakukan Pelatihan Peningkatan Penyidik Di Ruang Patria Tama – Polres Indramayu

SKI | INDRAMAYU – Sat Res Narkoba Polres Indramayu jajaran Polda Jabar melakukan pelatihan peningkatan Kemampuan Penyidik, bertempat di ruang Patria Tama Polres Indramayu.

Kegiatan tersebut dihadiri Waka Polres Indramayu Kompol Galih Wardani, S.I.K., Kasat Narkoba Polres Indramayu AKP Heri Nurcahyo, SH., Kasubag binkar Bag SDM Polres Indramayu, Kasi Propam Polres Indramayu, Kasiwas Polres Indramayu dan Seluruh anggota Sat Narkoba Polres Indramayu.

Sebagai Narasumber kegiatan tersebut Kabag Wasidik Ditresnarkoba Polda Jabar, AKBP Dini Hardiany didampngi Iptu Tatang Sunarya.

Pelatihan peningkatan Kemampuan Penyidik dibuka resmi oleh Waka Polres Indramayu Kompol Galih Wardana, Sabtu (12/06/2021).

Saat dikonfirmasi oleh awak media, AKBP Dini menyampaikan bahwa kedatangannya ke Polres Indramayu dalam rangka melatih dan meningkatkan kemampuan seluruh penyidik Satres Narkoba Polres Indramayu.

“Untuk peningkatan kualitas penyidik karena bagaimanapun penyidik harus mempunyai kemampuan bukan saja secara hukum tetapi juga kemampuan secara wawasan,” ungkapnya.

Menurut Dini, peningkatan kemampuan bagi penyidik Satres Narkoba dimanapun merupakan hal penting untuk mengimbangi dinamika seluruh aspek yang berkembang dalam sindikasi narkoba.

Tujuannya, selain mempunyai kecakapan menyidik sesuai kualifikasi, peningkatan kemampuan penyidik juga akan memengaruhi kegiatan penyelidikan di lapangan dengan lebih sempurna.

“Jika penyelidikannya telah sempurna, maka penyidikannya akan lebih mudah, namun harus tetap sesuai dengan ketentuan,” tukas Dini.

Ketentuan yang dimaksudkan yakni penyidik harus paham undang-undang, paham terhadap proses dan harus paham terhadap produk hukum yang dibuat.

“Prudok hukum (penerapan pasal dalam pekara) harus memenuhi kualifikasi undang-undang, sehingga perkara yang ditangani legal dan bisa naik ke proses hukum selanjutnya,” ujar dia.

Pada bagian lain Dini menjelaskan, penyidik juga harus tahu betul dasar dan proses bertindak.

Selain itu harus mempertanggugjawabkan produk hukum yang ditetapkan atas tindakan tersebut (penerapan pasal) sampai pemahaman pada hak seseorang utk menjadi tersangka atau tidak.

“Jika terperiksa (penyalahguna narkoba) ternyata tidak bisa dikenakan pasal berkonsekuensi hukum (kurungan penjara), maka penyidik wajib menerapkan opsi lain, misalnya dengan cara rehabilitasi,” tandas dia.

Sementara, Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kasat Reserse Narkoba AKP Heri Nurcahyo menjelaskan, penyelenggaraan pelatihan ini dimaksudkan agar seluruh anggota memiliki kemampuan lebih baik dalam proses penyidikan.

“Pasti ada banyak hal baru yang belum diketahui anggota. Keilmuan itu menjadi sangat penting ketika dihadapkan pada tantangan penyidikan masa depan yang diyakini semakin rumit,” jelas Heri didampingi Paur Humas Polres Indramayu, Ipda Agus Setiawan, Minggu (13/06/2021).

Mengenai materi yang dilatihkan, kata Heri, yakni mulai dari pendalaman ilmu penyidikan yang diawali dari proses, pelaksanaan hingga pengambilan keputusan akhir penyidikan.

Rangkaian kegiatan tersebut, imbuh dia, dinamikanya akan sangat berkembang. Penyidik akan dihadapkan pada hal-hal baru yang dijumpai di lapangan.

“Intinya selama proses penyidikan dari awal sampai akhir harus benar-benar berdasarkan pada standar operasional yang benar dan keilmuan kekinian sesuai dengan perkembangan global,” kata dia

Ia juga menegaskan, penyelenggaraan pelatihan ini dimaksudkan agar seluruh anggota memiliki kemampuan lebih baik dalam proses penyidikan.

“Pasti ada banyak hal baru yang belum diketahui anggota. Keilmuan itu menjadi sangat penting ketika dihadapkan pada tantangan penyidikan masa depan yang diyakini semakin rumit,” jelasnya.

Mengenai materi yang dilatihkan, sambungnya, yakni mulai dari pendalaman ilmu penyidikan yang diawali dari proses, pelaksanaan hingga pengambilan keputusan akhir penyidikan.

Rangkaian kegiatan tersebut, dinamikanya akan sangat berkembang. Penyidik akan dihadapkan pada hal-hal baru yang dijumpai di lapangan.

“Intinya selama proses penyidikan dari awal sampai akhir harus benar-benar berdasarkan pada standar operasional yang benar dan keilmuan kekinian sesuai dengan perkembangan global,” tandas dia.

Selain soal peningkatan kemampuan penyidik, anggota Satuan Reserse Narkoba juga diberikan bekal pengetahuan dan pengelolaan anggaran. Langkah itu dimaksudkan agar para anggota yang masih berusia muda memiliki kemampuan tersebut.

“Suatu saat mereka (anggota muda) akan jadi pemimpin atau kepala satuan. Jadi mereka juga harus memiliki kemampuan pengetahuan dan pengelolaan anggaran,” ujar Heri. (Yana BS)

News Feed