oleh

Sekda Ajat Sulap Vivo Mall Jadi Ruang UMKM, 100 Kios Digratiskan Selama Setahun

SKI Cibinong – Bangunan Vivo Mall dan sejumlah pusat perbelanjaan besar di Kabupaten Bogor kerap diibaratkan seperti kapal besar yang bersandar di pelabuhan. Fisiknya megah, namun aktivitas di dalamnya tampak sepi, baik dari sisi pengunjung maupun pedagang.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengambil langkah tidak biasa. Alih-alih membiarkan pusat perbelanjaan itu mati suri, Pemkab justru menjadikannya ruang kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha kecil.Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, Pemkab Bogor tidak hanya memindahkan dua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan satu unit pelaksana teknis (UPT) ke Vivo Mall, tetapi juga menyewa 100 kios khusus untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Tidak hanya Dinas Budaya Ekonomi Kreatif, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, serta UPT Bappenda yang kami tempatkan di Vivo Mall. Kami juga menyewa 100 kios untuk diisi pelaku UMKM sebagai bentuk stimulus agar mal ini kembali ramai,” ujar Ajat kepada wartawan, Jumat (2/1/2026).

Menurut Ajat, kebijakan ini dirancang sebagai pemancing keramaian. Kehadiran kantor pemerintah diharapkan menarik arus masyarakat, sekaligus membuka peluang pasar bagi UMKM yang berjualan di dalam mal.Dia menambahkan, 100 kios tersebut akan digratiskan selama satu tahun penuh bagi pelaku UMKM yang terpilih.

Setelah masa gratis berakhir, skema sewa akan diberlakukan secara mandiri, dengan catatan aktivitas perdagangan sudah berjalan dan pengunjung kembali meningkat.

“Selama satu tahun kami gratiskan. Harapannya, setelah itu suasana sudah ramai dan UMKM bisa melanjutkan usaha dengan biaya sewa yang ditanggung masing-masing,” jelasnya.

Langkah ini menjadi strategi Pemkab Bogor untuk menghidupkan kembali pusat perbelanjaan yang sepi, sekaligus memperkuat ekosistem UMKM tanpa harus membangun ruang baru dari nol. (red)