728 x 90
Mata Publik, Tajam, dan Terpercaya
Wartawan Swara Konsumen Indonesia Dilengkapi Dengan KTA Yang Masih Berlaku Dan Surat Tugas Peliputan, Nama Tercantum Didalam Box Redaksi

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Usulkan Wilayah Penyangga Ibu Kota masuk PSBB Klaster DKI Jakarta

Rab, 8 Apr 2020 11:08:33am

Uyo Taryo - Media Swarakonsumenindonesia

IMG-20200408-WA0024

 

SKI|Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengusulkan kawasan Bogor - Depok - Bekasi, Jawa Barat, masuk ke Klaster DKI Jakarta dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang baru saja disetujui Menteri Kesehatan RI.

Kang Emil - sapaan akrab Ridwan Kamil - menyampaikan langsung usulan itu kepada Wakil Presiden RI K.H. Ma'ruf Amin saat rapat terbatas via video conference dari Gedung Pakuan Bandung, Selasa (7/4/2020).

Ikut dalam rapat terbatas jajaran Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta Gubernur Banten Wahidin Halim.

Menurut Kang Emil, PSBB yang sudah diberlakukan di DKI Jakarta perlu juga mencakup semua wilayah di Bodebek dikarenakan 70 persen persebaran COVID-19 secara nasional berada dikawasan Jabodetabek. Untuk itu, Kang Emil mengusulkan namanya bukan Klaster DKI Jakarta tapi Klaster Jabodetabek.

"Hampir 70 persen persebaran persebaran COVID-19 ada di Jabodetabek. Ini mengindikasikan semua terpusat diklaster itu. Maka usul saya tetapkan saja apa yang sudah ditetapkan di DKI Jakarta kepada Kota - Kabupaten Bogor, Kota dan Kabupaten Bekasi, serta Kota Depok," katanya.

Menurutnya, kasus positif yang banyak di kawasan Jabodetabek ditambah Bandung Raya menguatkan indikasi bahwa pola persebaran COVID-19 bersifat urbanitas.
"Semakin ke Kota semakin banyak, semakin ke Kabupaten semakin sedikit kasusnya," sebut Kang Emil.

Kang Emil berpendapat, bila hanya DKI Jakarta saja yang menerapkan PSBB hasilnya tidak akan signifikan karena mobilisasi warga dari kawasan Bodebek ke Jakarta terbilang tinggi. Lagi pula jika nomenklaturnya klaster, maka tidak bisa lagi berpikir tentang wilayah administrasi pemerintahan.
"Kita tidak bisa lagi berpikir administrasi kewilayahan. Saya mengusulkan Kementerian Kesehatan mengambil inisiatif bersama Kepala Gugus Tugas, bahwa keputusan PSBB jangan satu wilayah saja kalau urusannya diklaster Jabodetabek. Tetapkan oleh Gugus Tugas yang kemudian diusulkan ke Presiden, bahwa PSBB-nya semua disamakan oleh sebuah radius kepadatan," usulnya.

Konsekuensinya kata Kang Emil, tidak ada lagi mobilisasi manusia antarwilayah di Jabodetabek, terkecuali pergerakan untuk urusan distribusi kebutuhan hidup rakyat.
"Kalau itu dijadikan keputusan hari ini atau besok maka semuanya serempak tidak ada lagi pergerakan diwilayah Jabodetabek," tambah Kang Emil.

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin pun menyadari kawasan Jabodetabek merupakan episentrum penyebaran COVID-19 di Pulau Jawa. Karenanya perlu langkah strategis untuk menghambat dan menghentikan laju penyebaran virus.
"Saya sudah punya gambaran dan laporan dari Gubernur Jabar diantaranya mengenai pentingnya ada koordinasi antar tiga Gubernur dalam membatasi pergerakan antar wilayah di Jabodetabek dan mengajukan Permenkes tentang PSBB dalam rangka percepatan penanganan COVID-19," kata Wapres.

Menurut Ma’ruf, apabila PSBB Klaster Jabodetabek seperti usulan Gubernur Jabar Ridwan Kamil jadi ditetapkan, maka Wapres meminta penguatan koordinasi antara tiga gubernur yakni DKI Jakarta, Jabar, dan Gubernur Banten. "Karena itu penting adanya koordinasi antar Gubernur dalam implementasi PSBB tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI yang juga juru bicara pemerintah dalam penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menuturkan, permasalahan utama COVID-19 adalah pembawa penyakit, yaitu mobilisasi manusia. Oleh karena perlu dilakukan pembatasan pergerakan dan aktivitas sosial.
"Jadi basis kita berpikir sebenarnya adalah pembawa penyakit yaitu manusia. Maka kita harus melakukan pembatasan pergerakan manusia," ucap Achmad Yurianto yang akrab disapa Yuri.

Yuri sependapat dengan usulan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk menjadikan kawasan Jabodetabek sebagai satu klaster PSBB. Pergerakan manusia tidak dapat dibatasi wilayah administrasi Pemerintah.
"Jabodetabek harus dijadikan satu klaster yang kemudian dikelola dengan pendekatan basis epidemologi, sehingga penanganannya sama. Ini yang menjadi penting," tegasnya.

Yuri melihat pergerakan dari wilayah penyangga ke Ibu Kota Negara cukup tinggi. Institusi, Perkantoran belum kompak menerapkan sistem kerja dari rumah. "Kami melihat masih belum semua institusi atau perkantoran yang menetapkan work from home. Ini yang menjadi masalah," jelasnya.

Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat Daud Achmad berharap, PSBB Klaster Jabodetabek segera diberlakukan. Pemda Provinsi Jawa Barat segera mengirimkan surat pengajuan PSBB untuk wilayah Bodebek kepada Kementerian Kesehatan.
"Jadi secara keputusan memang belum final tapi sudah disepakati akan ada Klaster Jabodetabek. Besok pagi surat pengajuannya akan dikirim ke Kemenkes, mudah-mudahan ada keputusan secepatnya," harap Daud. (UT)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IMG-20200528-WA0108

News Feed

Bupati Bogor Terus Lakukan Kajian Persiapan Fase New Normal

Kam, 28 Mei 2020 07:54:38pm

  SKI|Bogor - Guna mempersiapakan fase New Normal di Kabupaten Bogor yang direncanakan akan diterapkan pada awal Juni 2020. Bupati Bogor Ade...

Kapolres Bogor Apresiasi Aksi Cepat Bhabinkamtibmas Tanggulangi Gizi Buruk Bayi Kembar

Kam, 28 Mei 2020 07:09:35pm

  SKI|Bogor - Aksi cepat tanggap seorang Bhabinkamtibmas bersama Babinsa mendapatkan apresiasi dari Kapolres Bogor. Pasalnya petugas...

Hari Pertama Masuk Kerja, ASN Pemprov Jabar Setelah Libur Iedul Fitri

Sel, 26 Mei 2020 05:13:28pm

  SKI|Bandung - Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) sudah mulai bekerja pada Selasa...

Masih Berlakunya Regulasi PSBB, Arus Lalu Lintas Puncak Terpantau Kondusif

Sel, 26 Mei 2020 10:54:11am

  SKI|Bogor - Moment peringatan hari Raya Iedul Fitri yang telah dilakukan pada hari Minggu kemarin (24/05/2020) dapat dijalankan oleh warga...

Alumni ’87 SMAN Banjar Gelar Silaturahmi Daring Dari Berbagai Daerah

Sen, 25 Mei 2020 05:39:02pm

  SKI|Bogor - Silaturahmi merupakan kewajiban bagi setiap manusia dan muslim pada khususnya, bersalaman-salaman atau halal bihalal pada setiap...

Gubernur Jawa Barat Gelar ‘Open House’ Daring Dari Rumah Dinas

Sen, 25 Mei 2020 07:30:56am

  SKI|Bandung - Tradisi bersalaman-salaman atau halalbihalal pada Iedul Fitri tahun ini dapat diganti dengan silahturahmi secara daring, karena...

Gubernur Jabar Lakukan Shalat Iedul Fitri di Rumah Dinas

Ming, 24 Mei 2020 05:09:59pm

  SKI|Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan Shalat Iedul Fitri bersama keluarganya dirumah dinas Gubernur di Gedung Pakuan Kota...

Polres Bogor Musnahkan Ribuan Botol Miras dan Ungkap TPPO Bermodus Panti Pijat

Jum, 22 Mei 2020 03:26:24pm

  SKI|Bogor - Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy dan jajarannya berhasil sita dan musnahkan ribuan botol miras berbagai merk, serta membongkar...

Berita Seorang Warga Kelaparan di Kecamatan Cijeruk, Ternyata Hoaks

Kam, 21 Mei 2020 05:38:41pm

  SKI|Bogor - Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy bergerak cepat setelah mendapat informasi adanya warga masyarakat di Kecamatan Cijeruk yang...

Pemkab Bogor Gelar Aksi Bersama TNI dan Polri di Pasar Parung

Kam, 21 Mei 2020 08:40:58am

  SKI|Bogor - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama jajaran TNI dan Polri kembali mengelar aksi bersama dalam memutus rantai peredaran...

Berita Terbaru

NUSAN

EKONOMI

PERISTIWA

!-- Global site tag (gtag.js) - Google Analytics -->
%d blogger menyukai ini: