Soal Dugaan Ijazah Palsu Kades Selong Belanak Disangkal Ketua FK PKBM

SKI| Lombok Tengah – Terkait dengan adanya laporan oleh masyarakat Desa Selong Belanak Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah tentang dugaan pemalsuan ijazah yang dilakukan oleh Kades terpilih membuat Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) setempat angkat bicara

Ketua FK PKBM Saipul Muslim mengatakan bahwa, pihaknya menyangkal adanya dugaan pemalsuan ijazah Paket C yang dikeluarkan oleh anggotanya di salah satu PKBM di Desa Kateng kecamatan Praya Barat Kabupaten Loteng pada 2021 lalu.

Dimana ijazah Paket C salah satu kepala desa terpilih yang dikeluarkan oleh PKBM Sekolah Rakyat adalah asli.

Keaslian ijazah tersebut dapat dia buktikan dengan beberapa bukti. Mulai dari daftar hadir ujian, data dapodik, nilai ujian pendidikan kesetaraan (UPK), hingga berita acara laporan pelaksanaan UPK.

“Dari data-data yang ada, saya pastikan jika ijazah Kepala Desa Terpilih Selong Belanak adalah asli,” katanya pada awak media di Praya pada Kamis (29|9).

Menurutnya , jika memang pelapor menduga ijazah tersebut palsu karena tidak memiliki nomor induk siswa nasional (NISN) maka itu salah fatal. Baginya, nomor induk Kadir Jaelani yang diduga dipalsukan itu merupakan asli yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan.

“Memang betul siswa yang tidak mempunyai NISN itu tidak diakui sebagai murid, tapi ini ada,” tuturnya

Lebih lanjut, ijazah paket C yang dijadikan sebagai syarat mendaftarkan diri sebagai kepala desa oleh Kadir Jaelani tidak ada dasarnya untuk dikatakan palsu. Mengingat ijazah tersebut diyakini telah memenuhi syarat, mulai dari daftar hadir ujian, data dapodik, nilai ujian pendidikan kesetaraan (UPK), hingga berita acara laporan pelaksanaan UPK.

“Laporan itu sudah diserahkan di dinas, dan dari laporan itulah dinas dapat memberikan ijazah,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, pada tahun 2021, PKBM Sekolah Rakyat mengajukan sebanyak 18 nama, namun hanya 13 orang yang dinyatakan lulus.

“13 orang itu termasuk Kades terpilih Selong Belanak Kadir Jaelani,” sebutnya.

Mengenai adanya laporan dugaan pemalsuan ijazah yang ada di Polres Loteng pihaknya enggan untuk berkomentar.

Baginya jika ada pemanggilan oleh penyidik. Maka pihaknya di PKBM siap untuk memberikan keterangan. Bahkan ia juga siap untuk memberikan bukti-bukti yang dia pegang.

“Kami siap untuk dipanggil, dan kami juga bersedia untuk memberikan buktinya,” terang Saipul.

Selain itu, sebagai ketua PKBM Loteng Saipul meminta kepada pelapor untuk menyudahi kasus tersebut.

“Jangan sampai apa-apa ini berlarut-larut. Karena pemilihan juga sudah selsai,” tutupnya. (Riki)