Tiga Orang Pelaku Pembuat PCR Palsu Ditangkap Polisi, Satu Pelaku Masih DPO

SKI| Lombok Tengah- Tim Puma Polres Lombok Tengah mengamankan seorang perempuan berinisial ARO yang akan menjadi calon penumpang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) pada Jumat (23|7). Namun, ARO diamankan lantaran menggunakan surat keterangan PCR yang diduga palsu

Pelaku diamankan berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP/B/312/VII/2021/SPKT/RES.LOTENG/POLDA NTB tertanggal 24 Juli 2021 tentang tindak pidana menggunakan surat keterangan palsu sesuai dengan pasal 263 KUHP.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho menjelaskan pelaku tersebut ketahuan menggunakan surat keterangan PCR palsu saat petugas KKP melakukan validator dokumen Kesehatan di kantor KKP BIZAM Lombok

Setelah melakukan pemeriksaan, petugas menemukan kejanggalan pada surat yang tanpa dilengkapi stemple basah itu, dimana surat tersebut merupakan hasil scanner dari komputer.

Kemudian pihak KKP langsung menghubungi pihak Rumah Sakit Universitas Mataram dan menanyakan apakah penumpang tersebut terdaftar sebagai pemohon PCR atau tidak.

“Saat di Konfirmasi Pihak Rumah Sakit Universitas Mataram membantah dengan mengatakan yang bersangkutan tidak terdaftar di sistem,” Terangnya

Setelah mengamankan pelaku, pihaknya melakukan pengembangan dan mengamankan dua orang lainnya dengan inisial PE yang disebut menyalurkan dalam pembuatan surat PCR palsu dan MF selaku pihak yang disebut sebagai pembuat surat keterangan PCR palsu di rumahnya, di Batu Layar, Lombok Barat.

“Untuk barang bukti yang berhasil diamankan berupa surat keterangan hasil pemeriksaan PCR diduga palsu, hasil pemeriksaan laboratorium Rumah Sakit Unram diduga palsu, satu unit HP Samsung milik MF, satu Unit komputer yang digunakan untuk membuat surat keterangan PCR palsu,” Terangnya

Sementara para pelaku dikenakakan masing-masing dikenakan pasal, ARO disangkakan pasal 263 ayat 2 sub pasal 263 ayat 2 KUHP, PEHPS diterapkan pasal 263 ayat 1 Junto 55 junto 56 KUHP dan MF disangkakan dengan pasal 263 ayat 1 sub Pasal 263 ayat 1 KUHP, sementara satu orang lagi yang dianggap terlibat dalam kasus itu masih dalam pengejaran aparat (riki)

News Feed