IMG-20200814-WA0074_copy_700x280
Mata Publik, Tajam, dan Terpercaya
Wartawan Swara Konsumen Indonesia Dilengkapi Dengan KTA Yang Masih Berlaku Dan Surat Tugas Peliputan, Nama Tercantum Didalam Box Redaksi

Sejumlah 1.461 Guru Non-PNS Bersertifikat Pendidik, Terima SK Penugasan

Rab, 29 Jul 2020 06:44:11pm

Uyo Taryo - Media Swarakonsumenindonesia

IMG-20200729-WA0040

 

SKI|Bandung - Sebanyak 1.461 guru non-Pegawai Negeri Sipil (non-PNS) bersertifikat pendidik menerima Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Nomor: 896/Kep.379-Disdik/2020 tentang Penugasan Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di Jabar.

Penyerahan SK dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil kepada enam perwakilan guru di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu (29/7/2020).

Dengan ditetapkannya SK tersebut, 1.461 guru non-PNS berhak atas Tunjangan Profesi Guru (TPG) sebesar Rp1,5 juta per bulan. Selain itu, mereka mendapatkan honorarium sebesar Rp 2,040,000 per bulan sejak 2017 lalu dari APBD Provinsi Jabar.

Kang Emil --sapaan Ridwan Kamil-- mengatakan, Jabar menjadi provinsi pertama yang menetapkan SK tentang penugasan guru non-PNS bersertifikat pendidik.

“Saya tugaskan Kepala Dinas Pendidikan (Jabar) untuk mempercepat kerjanya terkait SK penetapan ini. Karena saya paham ini adalah yang ditunggu-tunggu (para guru), karena se-Indonesia belum ada yang menetapkan SK. Kita Jabar Juara, jangan melama-lamakan hajat hidup orang banyak,” kata Kang Emil.

“Hal ini menjadi percontohan. Melalui SK ini, per bulan Alhamdulillah ada tambahan Rp 1,5 juta yang bisa dimanfaatkan luar biasa untuk kesejahteraan melengkapi Rp 2,040,000,- dari APBD provinsi,” imbuhnya.

Menurut Kang Emil, sebelum SK ditetapkan, 1.461 guru non-PNS lebih dulu menjalani tes uji, seleksi, serta pendidikan dan pelatihan (diklat) Pendidikan Profesi Guru (PPG).

“Ini perjuangan yang sangat panjang bagi guru-guru non-PNS untuk mendapatkan kesejahteraan, cuman persyaratannya sangat berat,” ucapnya.

“Karena itu, Dinas Pendidikan Jawa Barat berhasil menjadi salah satu provinsi yang pertama yang menyelesaikan persyaratan itu, sehingga guru-guru non-PNS ini bisa mendapatkan tambahan per bulan secara rutin,” tambahnya.

Kang Emil berpesan kepada guru non-PNS di Jabar untuk beradaptasi dengan tantangan zaman. Khususnya di tengah pandemi Covid-19, guru mesti berinovasi dalam melahirkan generasi yang memiliki daya saing, tangguh, dan bertahan.

“Yang harus kita selamatkan adalah generasi setelah Covid-19 melalui pendidikan. Mereka harus menjadi generasi-generasi yang lebih resilience, lebih digital, lebih survive kemampuannya,” katanya.

“Saya titip guru-gurunya juga harus beradaptasi, harus jago internet. Karena tugasnya tidak hanya urusan mendidik akal, tapi juga melatih akhlak, fisik, dan juga spiritualnya. Mudah-mudahan dengan naiknya kesejahteraan ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar Dedi Supandi mengatakan, penetapan SK tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan guru non-PNS di Jabar. Menurut ia, guru Non-PNS sebenarnya sudah memiliki hak untuk mendapatkan tunjangan profesi guru dari APBN, tapi harus ada penetapan SK Kepala Daerah.

“Sesuai dengan Peraturan Mendikbud, mereka sebenarnya sudah memiliki hak untuk mendapatkan tunjangan profesi guru dari APBN. Hanya tunjangan profesi guru itu pun harus ditunjang dan didukung oleh penetapan Surat Keputusan Kepala Daerah tentang penetapan bahwa mereka sudah melakukan kegiatan belajar mengajar dilingkup Provinsi Jawa Barat,” papar Dedi.

“Maka hari ini menjadi bersejarah. Selamat kepada 1.461 guru honorer non-PNS. Dan kenapa Jawa Barat bisa seperti ini? Karena ini adalah Jawa Barat Juara Lahir dan Batin dengan Inovasi dan Kolaborasi,” imbuhnya.

Salah satu guru penerima SK, Rizki Safari Rahmat, mengatakan, penetapan SK Gubernur Jabar menjadi satu-satunya harapan guru non-PNS untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

“Ini hanya satu-satunya harapan tambahan penghasilan disamping honor daerah yang didapatkan Rp 2,040,000 dan sebagai rasa syukur juga guru-guru honorer yang telah berjuang melewati proses sampai kami layak dinyatakan lulus pendidikan profesi guru,” kata Rizki.

“Perjuangannya itu kami bermitra dengan DPRD Jawa Barat, FAGI, PGRI, media, dan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk medesak mengeluarkan SK Gubernur. Dan setelah pemberkasannya terus kami kawal,” tambahnya. (UT)


Sumber : Humas Pemprov Jabar

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Muspika Tanjungsari Gelar Ops. Yustisi Antisipasi Penyebaran dan Percepatan Penanganan Covid-19

Jum, 18 Sep 2020 08:18:58pm

  SKI|Bogor - Operasi Yustisi terus digencarkan guna tekan persebaran Covid-19 oleh tim gabungan Polsek Tanjungsari, Koramil, dan Pol PP...

Tekan Penyebaran Virus Covid-19, BPBD Kabupaten Bogor Semprot Disinfektan Pemukiman Warga

Jum, 18 Sep 2020 08:14:50pm

  SKI|Bogor - Gunakan Mobil Tangki Operasional, selama dua hari BPBD Kabupaten Bogor gelar penyemprotan disinfektan diseluruh wilayah pemukiman...

Polsek Caringin Gelar Operasi Yustisi Guna Putus Penyebaran Covid-19

Kam, 17 Sep 2020 09:41:26pm

  SKI|Bogor - Tidak menggunakan masker, melanggar protokol kesehatan siap-siap untuk diberikan tindakan berupa sangsi sosial maupun dikenakan...

Bupati Bogor Ade Yasin Menghadiri Acara Syukuran HUT PMI ke-75

Kam, 17 Sep 2020 09:37:29pm

  SKI|Bogor - Bupati Bogor H. Ade Munawaroh Yasin menghadiri acara syukuran Hari Ulang Tahun PMI (Palang Merah Indonesia) ke-75 di Aula Markas...

Pemda Kabupaten Bogor Tandatangani MOU Dengan BAPENDA Jabar

Kam, 17 Sep 2020 11:08:39am

  SKI|Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat menandatangani Sinergitas Program...

LBHM Cibinong Berbenah Diri, Angkat Direktur Baru Ditengah Pandemi

Kam, 17 Sep 2020 10:42:33am

  SKI|Bogor - Kebutuhan masyarakat akan keadilan dan perlindungan hukum terus meningkat, ditengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih...

Kapolsek Babakan Madang Telusuri Dugaan Penganiayaan Seorang Ustad Yang Meninggal

Kam, 17 Sep 2020 07:05:07am

  SKI|Bogor - Setelah adanya berita pada media sosial terkait meninggalnya seorang tokoh Pimpinan Pondok Pesantren karena dugaan penganiayaan,...

Ditengah Pandemi Warga Babakan Madang Dilanda Krisis Air Bersih

Kam, 17 Sep 2020 06:41:01am

  SKI|Bogor - Musim kemarau yang tengah melanda pada sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor mengakibatkan warga masyarakat mengalami kesulitan...

Kanit Binmas Polsek Gunung Putri, Pimpin Langsung Operasi Yustisi

Rab, 16 Sep 2020 11:39:27pm

  SKI|Bogor - Pendisiplinan protokol kesehatan terus dilakukan, Polsek Gunung Putri bersama Koramil serta Pol PP bersama - sama bersinergi...

Hadapi Porda Jabar 2022, Cabor Sepatu Roda Targetkan 4 Medali Emas

Rab, 16 Sep 2020 08:56:57pm

  SKI|Bogor - Ditengah pandemi Covid-19 yang masih terus merebak tidak menyurutkan semangat para atlet berbagai Cabang Olahraga (Cabor) di...

Berita Terbaru

NUSAN

EKONOMI

PERISTIWA

!-- Global site tag (gtag.js) - Google Analytics -->