728 x 90
Mata Publik, Tajam, dan Terpercaya
Wartawan Swara Konsumen Indonesia Dilengkapi Dengan KTA Yang Masih Berlaku Dan Surat Tugas Peliputan, Nama Tercantum Didalam Box Redaksi

Amstrong: RUU KPK Membuat KPK Makin Terpuruk Dan Diujung Tanduk

Sab, 14 Sep 2019 12:40:26am

Admin - Media Swarakonsumenindonesia

IMG-20190913-WA0050

SKI| Jakarta - Mantan Capim KPK periode 2019 - 2023, Jonson Jacobus Amstrong yang namanya lebih dikenal dengan JJ Amstrong Sembiring, SH.MH Angkat suara menanggapi Revisi Undang-Undang KPK yang akan dilaksanakan.

Menurut Amstrong, RUU KPK bisa melemahkan lembaga anti rasuha tersebut dan saya sangat prihatin akan permasalahan yang terjadi saat ini dimana DPR akan segera mengesahkan RUU KPK tersebut, Ucapnya Saat memberikan keterangan kepada awak media, sabtu (14/9/19).

Lebih lanjut, seperti yang disampaikan Pimpinan KPK yang menyerahkan mandat KPK sepenuhnya kepada Presiden, karena komisioner KPK seperti merasa dikepung dari berbagai sisi, kemudian yang sangat memperhatinkan dan mencemaskan yaitu permasalahan RUU KPK dirasanya seperti sembunyi-sembunyi dan berkesan seperti terburu buru, sedangkan Kita Komisioner KPK saja tidak tau drafnya seperti apa.

Amstrong juga menilai, seperti adanya kepentingan dari orang-orang tertentu yang bisa membuat lembaga anti rasuha ini benar-benar menjadi diujung tanduk.

Bagi Amstrong tujuannya merevisi UU KPK bisa saja agar menguntungkan kepentingan dari pihak yang punya peluang korupsi (berjamaah). Maka sudah merupakan hal klasik dan fakta mengatakan yaitu sebuah UU yang direvisi akan cenderung selalu menguntungkan posisi mereka yang punya kepentingan (sarat kepentingan).

Lebih lanjut, bila sampai RUU KPK ini terlaksana dan di sahkan oleh DPR, maka ditakutkan akan menimbulkal ketidak percayaanya masyarakat terhadap lembaga anti rasuha ini, karena sebelumnya ada wacana Revisi UU KPK, lembaga anti rasuha sudah mulai menjadi lembaga yang terbaik di negeri ini dan tanpa pandang bulu membasmi Korupsi yang sudah memjamur di negeri ini.

Menurut pendapat Amstrong juga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak perlu memiliki Dewan Pengawas, sebagaimana yang diusulkan oleh DPR dalam usulan revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

"Karena menurut Amstrong hal tersebut tidak perlu karena KPK sudah memiliki mekanisme pengawasan sendiri, KPK telah memiliki mekanisme pengawasan yang cukup ketat, mulai dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), DPR, Kementerian Komunikasi dan Informatika hingga mekanisme pra-peradilan. keberadaan Dewan Pengawas juga tidak bisa menjamin sebuah lembaga bisa bekerja secara efektif.

"Misalkan ambil contoh saja lembaga Kompolnas, menurut Amstrong itu belum efektif mengawasi polisi. Kemudian Komisi Kejaksaan, itu ada lembaganya tapi tidak efektif juga, begitu juga lemabaga lain seperti lembaga komisi yudisial juga masih belum efektif jadi hitungannya bukan ada lembaga atau tidak ada lembaganya tapi kata kunci terletak pada mekanismenya efektif atau tidak.

Amstrong yang juga sebagai pribadi merupakan mantan Capim KPK, Bila sampai terjadinya pengesahan RUU KPK, saya pribadi mengambil langkah untuk tidak akan ikut kembali mencalonkan Capim KPK di tahun 2024 nanti, karena pupusnya pupularitas lembaga anti rasuha dengan di revisinya UU KPK

Penulis/Editor :Why/Red SKI

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Sambut HUT RI Ke-75, Pos Lalulintas Polres Bogor Bersolek Diri

Sab, 8 Agu 2020 10:27:20am

  SKI|Bogor - Sat Lantas Polres Bogor lakukan pemasangan Bendera Merah Putih diseluruh Pos lalu lintas wilayah Kabupaten Bogor, pada Sabtu 8...

Sharaga Art Mulai Dilirik Para Seniman dan Budayawan Bogor

Jum, 7 Agu 2020 10:27:35am

  SKI|Bogor - Konsistensi dan keuletan seorang Seniman atau Budayawan tentunya menjadi suatu keharusan untuk mencapai kesuksesan atau tujuan...

Polres Bogor Kembali Ungkap Kasus Sediaan Farmasi Ilegal

Kam, 6 Agu 2020 08:17:46pm

  SKI|Bogor - Berkat kejelian anggota Polsek Caringin Polres Bogor dan informasi dari masyarakat, Polsek Caringin Polres Bogor tangkap 2 orang...

Desiminasi Penyusunan Profil Gender, Diharapkan Memberikan Data Akurat

Kam, 6 Agu 2020 08:14:08pm

  SKI|Bogor - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor...

Pemkab Bogor Mulai Benahi Destinasi Wisata Curug Cipamingkis dan Villa Khayangan

Kam, 6 Agu 2020 10:13:47am

  SKI|Bogor - Guna memulihkan sektor perekonomian dimasa Pandemi Covid-19 dan pembinaan kewilayahan terhadap tata ruang untuk wisata, Wakil...

Eggi Sudjana dan TPUA Laporkan Dugaan Penghina Khilafah dan IB. HRS

Kam, 6 Agu 2020 07:26:37am

  SKI|Jakarta - Tim Pembela Ulama dan Aktifis hari ini, Rabu (05/08/2020) telah melaporkan BD dan kawan-kawan yang diduga menghinakan sistem...

Bupati Bogor Luncurkan Bansos Non Tunai Tahap Dua Untuk 200.000 KK

Kam, 6 Agu 2020 07:17:55am

  SKI|Bogor - Bupati Bogor Ade Yasin luncurkan Bantuan Sosial (Bansos) non tunai tahap dua berupa beras sebanyak enam ribu ton, untuk 200 ribu...

Angka Pelanggaran Turun, Tingkat Kesadaran Masyarakat Ditengah Pandemi Meningkat

Kam, 6 Agu 2020 07:14:36am

  SKI|Bogor - Sat Lantas Polres Bogor berikan masker gratis dengan bersepeda hingga public address dihari terakhir pelaksanaan Ops Patuh Lodaya...

Sambut Hari Jadi Polwan ke 72, Polres Bogor Lakukan Bakti Sosial

Kam, 6 Agu 2020 07:10:42am

  SKI|Bogor - Jelang hari jadi Korps Polisi Wanita Republik Indonesia, sejumlah 95 personil Polwan Polres Bogor lakukan Bakti Sosial hingga...

Pemdaprov Jabar Lakukan Pelacakan dan Pengetesan ASN Positif Covid-19

Sel, 4 Agu 2020 08:28:26pm

  SKI|Bandung - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat secara intens melakukan pelacakan dan pengetesan kontak erat Aparatur Sipil Negara (ASN)...

Berita Terbaru

NUSAN

EKONOMI

PERISTIWA

!-- Global site tag (gtag.js) - Google Analytics -->
%d blogger menyukai ini: