728 x 90
Mata Publik, Tajam, dan Terpercaya
Wartawan Swara Konsumen Indonesia Dilengkapi Dengan KTA Yang Masih Berlaku Dan Surat Tugas Peliputan, Nama Tercantum Didalam Box Redaksi

Dewan Pers Menang Di Pengadilan Tinggi DKI, Wakil Ketua Dewan Pers: Jangan Percaya Opini

Kam, 12 Sep 2019 06:12:51pm

Admin - Media Swarakonsumenindonesia

970-IMG-20180531-WA0018

PUTUSAN PENGADILAN TINGGI DKI JAKARTA NOMOR 331/PDT/2019/PT.DKI .IUNCTO PUTUSAN PENGADILAN NEGERI JAKARTA PUSAT NOMOR 235/Pdt.G/2018/PNJkt.Pst TERKAIT GUGATAN TERHADAP DEWAN PERS

(Siaran Pers) SKI| Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pers Hendry CH Bangun menegaskan bahwa kebijakan Dewan Pers bersama Konstituen membuat peraturan Standar Kompetensi Wartawan dan Uji Kompetensi Wartawan sudah sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh UU Pers No. 40 tahun 1999.

"Kewenangan Dewan Pers itu sesuai dengan fungsinya sebagaimana diatur di dalam Pasal 15 ayat 2 huruf f. Pasal itu menyebut, Dewan Pers memfasilitasi organisasi-organisasi pers dalam membuat peraturan-peraturan pers. Jadi Standar Kompetensi Wartawan dan Uji Kompetensi Wartawan itu ada niscaya dan sudah diikuti oleh semua stakeholder pers, karena memang diperlukan," ujar Hendry CH Bangun, di Jakarta, Rabu (11/9/19).

Penegasan Wakil Ketua Dewan Pers ini disampaikan terkait dengan beredarnya hoaks berisi seolah-olah Dewan Pers telah kalah melawan gugatan yang diajukan Serikat Pers Republik lndonesia (SPRI), Persatuan Pewarta Warga lndonesia (PPWI), WL dan kawan-kawan (dkk) yang menggugat keabsahan Peraturan Dewan Pers soal kewajiban wartawan lndonesia mengikuti Uji Kompetensi Wartawan yang sesuai dengan Standar Kompetensi Wartawan.

Faktanya, dalam keputusannya No.331/PDT/2019/PT.DKI tanggal 26 Agustus 2019, majelis hakim tinggi Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta yang terdiri dari Imam Sungudi sebagai ketua dan hakim anggota masing-masing Haryono dan Hiyanto, menyatakan seluruh gugatan tergugat WL ditolak, juga menghukum para tergugat untuk membayar perkara. Artinya, Dewan Pers menang lagi di PT DKI Jakarta setelah sebelumnya menang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dewan Pers menyayangkan adanya pihak-pihak dan media pers tidak profesional yang membangun framing atau opini ke publik bahwa Dewan Pers sebagai Terbanding (dahulu Tergugat) diputuskan telah dikalahkan oleh Majelis Hakim Tinggi PT DKI Jakarta dan Pengadilan memenangkan perkara gugatan dari Pembanding (dahulu Pengugat I dan Penggugat II) yaitu HGM dan WL.

Dalam Amar Putusan Banding tanggal 26 Agustus 2019 tersebut, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi yang diketuai oleh Imam Sungudi, SH., MH dengan jelas mengadili dan memutuskan sebagai berikut:

”MENGADILI:

Menerima permohonan banding dari Para Pembanding semula Para Penggugat . Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 13 Februari 2019 Nomor 235/Pdt.G/2018/PNJkt.Pst yang dimohonkan banding tersebut.


DALAM EKSEPSI Menyatakan eksepsi Tergugat tidak dapat diterima (Met Onvankeliik Verklaard);

DALAM POKOK PERKARA :

Menolak gugatan Para Pembanding semula Para Penggugat untuk seluruhnya; Menghukum Para Pembanding semula Para Penggugat untuk membayar biaya perkara pada kedua tingkat pengadilan, yang pada tingkat banding ditetapkan sebesar 150.000 (seratus lima puluh ribu rupiah).”

Adanya Putusan Banding ini menyatakan bahwa:

1. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menerima permohonan Banding dari Penggugat, artinya bahwa perkara Pembanding diterima untuk diperiksa BUKAN dimenangkan. Pernyataan yang menyebutkan menerima permohonan Banding dari Pembanding merupakan kemenangan perkara dari Pembanding sama sekali menyesatkan dan secara hukum tidak dapat dipertanggungjawabkan.

2. Pengadilan Tinggi DKl Jakarta menyatakan Eksepsi dari Dewan Pers (Terbanding dahulu Tergugat) tidak dapat diterima, hanya semata-mata terkait formalitas dan prosedural pengajuan gugatan dari Penggugat (Pembanding) di tingkat PT DKI Jakarta.

PT DKI Jakarta menilai berhak mengadili perkara Ini dan untuk ini berarti juga PT DKI Jakarta sama sekali BELUM masuk dalam pemeriksaan POKOK atau SUBSTANSI perkara sehingga dalam hal ini sama sekali tidak benar dan sangat menyesatkan berita atau opini publik yang menyebutkan Pembanding dimenangkan oleh PT DKI Jakarta. Dewan Pers menilai gugatan salah tempat karena gugatan tentang UU Pers adalah wilayah Mahkamah Konstitusi, sedang gugatan atas Peraturan Dewan Pers adalah wilayah Mahkamah Agung PT tetap memproses banding, dan putusannya adalah menolak seluruh banding dari Pembanding (sebelumnya Penggugat).

3. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dengan tegas MENOLAK SELURUH gugatan dari Pembanding (dahulu Para Penggugat) dalam POKOK PERKARA atau SUBSYANSI PERKARA artinya setelah memeriksa sendiri pokok perkaranya, PN DKI Jakarta memutuskan menolak seluruh gugatan Penggugat WL dkk.

Artinya, dalam bahasa awam, Dewan Pers menang lagi di PT DKI Jakana setelah sebelumnya telah menang di Pengaduan Negeri Jakarta Pusat

Dengan adanya keputusan PT DKI Jakarta Ini, jelaslah bahwa keputusan banding ini memperkuat posisi Dewan Pers sebagai lembaga yang diberikan kewenangan oleh Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, sebagaimana yang tercantum pada Bab V Pasal 15 ayat 2 butir l. yang berbunyi: “Dewan Pers melaksanakan fungsi: Memfasilitasi organisasi-organisasi pers dalam menyusun peraturan-peraturan di bidang pers dan meningkatkan kualitas profesi kewartawanan." (Red SKI).

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Penyidik Agendakan Pemanggilan Pengurus BPPD dan Kadispar Lotim.

Rab, 22 Jan 2020 04:59:25pm

SKI| NTB - Kasus dugaan pencatutan nama organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang dilakukan oknum Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah...

Bangunan Megah Pospam Terpadu Di Lotim  Mubazir Tak Digunakan

Rab, 22 Jan 2020 07:33:52am

SKI| NTB - Meksi Pospam terpadu yang dibangun Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Timur tahun 2019 lalu tempat selesai dikerjakan berapa bulan lalu....

Ratusan Warga Kecamatan Alas Barat Deklarasi Tolak Radikalisme 

Sel, 21 Jan 2020 09:04:25am

SKI| Sumbawa Barat - Ratusan warga Desa Usar Mapin, Kecamatan Alas Barat, Sumbawa Nusa Tenggara Barat melakukan deklarasi menolak faham radikalisme...

Dana Hibah Komite Pemekaran Lotim Tahun 2019 Minta Diaudit

Sel, 21 Jan 2020 08:22:41am

SKI| NTB - Salah satu tokoh perempuan wilayah Lombok Timur bagian selatan,Ummi Sarkawi angkat bicara mengenai dana hibah untuk komite pemekaran Lotim...

Polisi Bakal Panggil Pengurus BPPD Lotim.

Sen, 20 Jan 2020 03:51:43pm

SKI| NTB - Pengurus Badan Promosi Badan Pariwisata Daerah (BPPD) Lombok Timur masa tugas 2017-2021 bakal dipanggil penyidik Polres Lotim.Kalau...

Giliran Polisi Minta Keterangan Mantan Ketua PWI Lotim ” Kasus Dugaan Pencatutan Nama PWI,” 

Sen, 20 Jan 2020 12:34:00pm

SKI| Lombok Timur - Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Lombok Timur, Dimyati diminta keterangan sebagai pelapor, Senin...

Dua Pelaku Jaringan Sistim Tebus Curamor Di Lotim Diringkus Polisi 

Sab, 18 Jan 2020 07:34:35pm

SKI| Lombok Timur - Tim Resmob Polres Lombok Timur berhasil menangkap dua pelaku jaringan sistim Tebus kendaraan curian, Sabtu siang (18|1) sekitar...

Dukun Cabul Asal Loteng Digelandang ke Kantor Polisi. ” Diduga Cabuli Anak Dibawah Umur,”

Kam, 16 Jan 2020 08:04:20pm

SKI| Lombok Timur - Oknum yang duga dukun Cabul asal Lombok Tengah dengan isial, AJ dilaporkan ke kantor polisi. Karena diduga telah melakukan...

Tokoh Lotim Utara Bentuk Gerakan Masyarakat Selaparang.

Rab, 15 Jan 2020 08:11:43pm

SKI| Lombok Timur - Para tokoh masyarakat,agama dan pemuda Lombok Timur Utara resmi membentuk Gerakan Masyarakat Seleparang (GMS) di Lesehan Taman...

PD AMAN Lotim Protes Pemindahan Lokasi Bau Nyale

Rab, 15 Jan 2020 08:16:00am

SKI| Lombok Timur - Ketua Pengurus Daerah (PD) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Lombok Timur, Sayadi memprotes pemindahan lokasi kegiatan...

Berita Terbaru

NUSAN

EKONOMI

Di Lombok Timur Dua ATM Bank NTB Dibobol

Rab, 25 Des 2019 09:36:40am

PERISTIWA

Polisi Bakal Panggil Pengurus BPPD Lotim.

Sen, 20 Jan 2020 03:51:43pm
!-- Global site tag (gtag.js) - Google Analytics -->
%d blogger menyukai ini: