728 x 90
Mata Publik, Tajam, dan Terpercaya
Wartawan Swara Konsumen Indonesia Dilengkapi Dengan KTA Yang Masih Berlaku Dan Surat Tugas Peliputan, Nama Tercantum Didalam Box Redaksi
IMG-20190913-WA0000

SKI| Jakarta – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI telah menyetujui ditetapkannya batas minimal usia perkawinan bagi perempuan dan laki-laki menjadi 19 tahun. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Panitia Kerja (PANJA) Baleg DPR RI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Hukum dan HAM terkait Pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Kamis (12/9/19).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise merasa sangat bersyukur dan lega menyambut hasil putusan tersebut. “Keputusan ini memang sangat ditunggu masyarakat Indonesia, untuk menyelamatkan anak dari praktik perkawinan anak yang sangat merugikan baik bagi anak, keluarga maupun negara. Ini adalah buah manis dari perjuangan dan kerja keras kita bersama. Selama 45 tahun, akhirnya terjadi perubahan UU perkawinan demi memperjuangkan masa depan anak-anak Indonesia sebagai SDM Unggul dan Generasi Emas Indonesia 2045,” ungkap Menteri Yohana.

Menteri Yohana menuturkan atas nama pemerintah, ia sangat mendukung agar RUU Perkawinan dapat segera dibahas dalam pembicaraan tingkat dua serta segera disahkan menjadi UU dalam Rapat Paripurna, maksimal September ini. Hal ini merupakan permohonannya mewakili suara anak-anak Indonesia.

“Pertimbangan batas usia 19 tahun ditetapkan karena anak dinilai telah matang jiwa raganya untuk melangsungkan perkawinan secara baik, tanpa berakhir pada perceraian serta mendapat keturunan yang sehat dan berkualitas. Kami harap kenaikan batas usia ini dapat menurunkan resiko kematian ibu dan anak, serta memenuhi hak-hak anak demi mengoptimalkan tumbuh kembangnya,” tutur Menteri Yohana.

Pertimbangan untuk menaikkan batas usia tersebut juga telah dijelaskan dalam naskah akademik yang disusun Kemen PPPA bersama 18 kementerian/lembaga dan lebih dari 65 lembaga masyarakat pada Juni 2019. Pertimbangan dihasilkan melalui berbagai kajian teoritik, praktek empiris, serta kajian terhadap Implikasi Penerapan Sistem Baru.

Rapat pembahasan RUU ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti Surat Presiden tanggal 6 September 2019 yang dikirimkan kepada Ketua DPR RI, agar melakukan penyempurnaan UU Perkawinan. Melalui perubahan UU Perkawinan dengan menindaklanjuti putusan MK RI Nomor 22/PUU-XV/2017 yang merevisi Pasal 7 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 yaitu “Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun.”

8 dari 10 fraksi yang hadir dalam Rapat PANJA menyetujui batas usia perkawinan menjadi 19 tahun. Namun, dua anggota DPR RI dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ledia Hanifah Amalia dan fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ach Baidowi memilih menolak dan menegaskan bahwa batas usia perkawinan seharusnya 18 tahun, alasannya karena masih banyak budaya masyarakat Indonesia, khususnya di desa yang mempraktekan perkawinan usia anak.

“Saya setuju jika batas usia perkawinan menjadi 18 tahun, karena tidak hanya terbatas dari usia tapi juga pada tingkat kematangan. Kematangan seseorang baik secara biologis maupun psikologis dapat dibentuk melalui pengasuhan yang baik, sedangkan hingga saat ini belum ada regulasi khusus yang mengatur terkait pengasuhan keluarga. Belum lagi ancaman narkoba, pornografi, dan minuman keras yang mendorong terjadinya sex bebas sebagai penyumbang besar kasus perkawinan anak. Perlu regulasi dan koordinasi yang baik juga matang yang dibuat pemerintah dalam mengatur masalah ini,” jelas Ledia.

Lain halnya dengan Ledia, anggota DPR RI dari fraksi Partai Golkar, Endang Maria Astuti, mengungkapkan bahwa sebagai perempuan ia tentu harus mempertimbangan berbagai hal secara yuridis ke depan dengan melihat fakta di lapangan. “Anak berusia 18 tahun, kondisi alat reproduksinya belum berfungsi maksimal. Jika anak harus melahirkan, kondisinya belum mampu secara psikologis, kondisi emosionalnya juga belum matang, inilah penyebab angka perceraian tinggi. Perempuan dan bayinya juga rentan mengidap penyakit, hal ini tentu menghambat anak untuk menjadi generasi emas di masa depan,” tegas Endang.

Senada dengan Endang, anggota DPR RI fraksi PDI P juga menekankan bahwa fraksinya setuju jika batas usia minimal menjadi 19 tahun, karena pertimbangan ini telah melalui berbagai kajian empiris yang dilakukan oleh berbagai pihak terkait, dan sangat penting bagi masa depan anak Indonesia.

“Hasil Rapat PANJA terkait RUU Perkawinan ini, selanjutnya akan dibahas dalam pembicaraan tingkat dua pada Rapat Paripurna untuk disahkan menjadi Undang-Undang. Insha Allah Rapat Paripurna akan diselenggarakan pada 17 September 2019 mendatang,” pungkas Wakil Ketua Badan Legislasi, Sudiro Asno yang juga menjadi Ketua Panitia Kerja dalam rapat hari ini.

Adapun kesimpulan dari pembahasan RUU Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang disepakati dalam Rapat PANJA, berkaitan dengan Pasal 7 ayat (1) sampai dengan (4), antara lain yaitu :

1. Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun.

2. Dalam hal terjadi penyimpangan terhadap ketentuan umur sebagaimana dimaksud pada ayat (1), orang tua pihak pria dan/atau orang tua pihak wanita dapat meminta dispensasi kepada Pengadilan dengan alasan sangat mendesak disertai bukti-bukti pendukung yang cukup.

3. Pemberian dispensasi oleh Pengadilan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) wajib mendengarkan pendapat kedua belah calon mempelai yang akan melangsungkan perkawinan.

4. Ketentuan-ketentuan mengenai keadaan seorang atau kedua orang tua calon mempelai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) dan ayat (4) berlaku juga ketentuan mengenai permintaan dispensasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dengan tidak mengurangi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (6). (Red SKI).

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Tingkatkan Kinerja Pengelolaan PBB P2 Dengan Inovasi Bappenda

Kam, 19 Sep 2019 12:58:45pm

SKI| Bogor - Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BAPPENDA) Kabupaten Bogor terus meningkatkan kinerja pengelolaan PBB P2 dari berbagai macam aspek...

Ribuan Masyarakat Batang Antusias Sambut Bhakti Sosial Kodam IV

Rab, 18 Sep 2019 10:23:01pm

SKI| Batang - Ribuan masyarakat yang berasal dari Kota Batang dan sekitarnya antusias menyambut kegiatan bhakti sosial yang digelar Kodam...

Pererat Silaturahmi Danramil 03/Serengan Berkunjung Ke Tokoh Masyarakat

Rab, 18 Sep 2019 10:07:28pm

SKI| Surakarta - Koramil 03/Serengan, Kodim 0735/Surakarta selalu menjalin tali silaturahmi dengan semua komponen masyarakat dalam menjaga wilayah...

Satlantas Polres Lotim Gelar Khitanan Massal

Rab, 18 Sep 2019 09:32:55pm

SKI| LOTIM - Belasan anak mengikuti khitan massal gratis dan pengobatan gratis bagi masyarakat Desa Rumbuk yang diadakan oleh Satuan Lalulintas...

PT. KAI (PERSERO) Daop 4 Semarang Demak 17 September 2019

Rab, 18 Sep 2019 09:28:02pm

SKI| Demak - Tingkatkan keselamatan, KAI lakukan sosialisasi di perlintasan sebidang pintu pintu kereta api di wilayah ganepo kec Mranggen kab...

Team Futsal Putri Kab.Bogor “NETIC” Terus Berpacu Dan Berprestasi Diajang Futsal Putri

Rab, 18 Sep 2019 03:12:07pm

SKI| Bogor - NETIC adalah salah satu nama Team Futsal Putri asal Kabupaten Bogor yang berkiprah ditingkat Nasional diberbagai kejuaraan Futsal Putri...

Danrem 071/Wijaya Kusuma Tinjau Lokasi Serbuan Teritorial Di Kabupaten Batang

Sel, 17 Sep 2019 09:05:06pm

SKI| Batang - Komandan Korem 071/Wijaya Kusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Hn., berserta tim dari Korem 071/WK serta di dampingi...

Pangdam IV Sambut Satgas Yonif Raider 408/Sbh Dari Tugas Pamtas RI-RDTL

Sel, 17 Sep 2019 08:39:05pm

SKI| Semarang - Setelah bertugas selama sembilan bulan melaksanakan tugas Operasi Pamtas RI-RDTL, prajurit yang tergabung dalam Satgas Yonif Raider...

Pelaku Curat Diringkus Timsus Polres Lotim 

Sel, 17 Sep 2019 08:34:02pm

SKI| LOTIM - Timsus Polres Lombok Timur berhasil menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan  (Curat) di wilayah Desa Wajegeseng, Kabupaten Lombok...

Jangan Sampai Ketinggalan, Boom Sale Di Ace Hardware

Sel, 17 Sep 2019 06:25:08pm

SKI| Jakarta - Sebagai pusat perlengkapan rumah tangga dan gaya hidup terlengkap, ACE kembali menghadirkan BOOM Sale yang menawarkan harga paling...

!-- Global site tag (gtag.js) - Google Analytics -->
%d blogger menyukai ini: