728 x 90
Mata Publik, Tajam, dan Terpercaya
Wartawan Swara Konsumen Indonesia Dilengkapi Dengan KTA Yang Masih Berlaku Dan Surat Tugas Peliputan, Nama Tercantum Didalam Box Redaksi
IMG-20190810-WA0017

SKI, Siaran Pers – Jakarta – Inisiator Akar Muda Beringin (AMB) Jhon Roy P Siregar kalangan muda gerah dan jengkel dengan kepemimpinan di parpol, seperti yang terjadi di Partai Golkar saat ini. Golkar sedang terkooptasi oleh kepentingan segelintir kaum feodalis.

Di saat bonus demografi Indonesia yang sangat tinggi, seperti saat ini, parpol malah sibuk membangun pencitraan tanpa wujud di kalangan millennial.

“Kaum muda, kaum millennial yang jumlahnya sangat banyak itu, hanya dijadikan menu perbincangan sambil lalu di meja-meja parpol. Tak ada langkah nyata,” tutur Jhon Roy P Siregar saat memberikan keterangan tertulis kepada awak media di Jakarta, Sabtu (10/8/19).

Hal itu juga terjadi di Golkar. Padahal, hampir semuanya setuju, bahwa kalangan muda harus maju dan mau melakukan regenerasi di parpol.

“Dengan merekrut dan memberdayakan kalangan muda katanya. Nyatanya, omong kosong belaka,” beber Jhon Roy P Siregar.
Untuk kontestasi politik di Pemilu 2019 saja, di DKI Jakarta, lanjut Siregar, Partai Golkar nyungsep. Perolehan kursi menurun. Daya juang dan bargaining partai maupun Ketua-nya lemah.

“Jakarta dikuasai oleh kalangan muda. Terbukti, Partai PSI Pimpinan Grace Natali memperoleh kursi terbanyak di DPRD DKI Jakarta. Ada 8 kursi. PSI telah menggusur Partai Golkar dari Kebon Sirih, dan menggusur partai-partai lainnya,” ungkap Jhon Roy P Siregar.

Lebih lanjut, tindakan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dan jajarannya yang tampak otoriter, kian membawa dampak buruk bagi partai. Intimidasi dan terror berupa ancaman pemecatan bagi siapa saja yang melakukan kritik di tubuh beringin, adalah gambaran betapa watak feodal dan otoriter itu nyata di kepemimpinan Partai Golkar saat ini.

Jika ingin memajukan Golkar lagi, lanjutnya, maka Airlangga Hartarto dkk harus legowo melepaskan cara-cara kepemimpinan yang anti demokrasi itu.

“Harus mau mendengarkan kritik dan saran. Terutama kritik dan saran dari kalangan kaum muda. Sebab, saat ini bejibun kaum muda yang hendak bergabung untuk kemenangan Golkar ke depan. Namun, jika watak feodalistik yang masih bercokol, maka jangan salahkan kaum muda enggan atau malah beralih ke partai lain,” tutur Siregar.

Untuk 2024, pada Pemilu yang akan datang, diprediksi jumlah kalangan pemilih muda mencapai 70 %. Golkar sebagai partai yang sudah sangat teruji dan tua, harusnya memberikan respon positif akan kondisi itu.

Jujur saja, lanjut Jhon Roy P Siregar, untuk Golkar, calon Ketua Umum yang pas adalah sosok yang dekat dengan kalangan millennial. Yang membuka diri dengan segala aras. Yang tidak sulit diajak komunikasi.

“Yang memiliki daya juang dan daya tawar yang tinggi. Yang berdiri dengan dada membusung, kepala tegak. Yang demokratis. Anti watak feodalistik.

Merangkul kalangan muda. Sosok seperti itu yang lebih pas menjadi Ketua Umum DPP Golkar berikutnya. Dari beberapa nama yang beredar, nampaknya kesempatan itu ada di Bambang Soesatyo,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Aktivis Muda Golkar Benny Saputra Sijabat menyampaikan, Golkar di tangan Airlangga Hartarto dkk hanya bagai pelengkap penderita dalam pusaran perpolitikan Indonesia.

“Lemah leadership. Lemah daya saing. Lemah bargaining-nya. Namun kok masih tetap ambisius kepingin jadi Ketua Umum Golkar. Malah terus melanggengkan praktik organisasi parpol yang bengis kepada kader-kadernya,” tutur Benny Sijabat.

Lebih lanjut, menurut fungsionaris Dewan Pimpinan Daerah Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPD AMPI) DKI Jakarta ini, dikarenakan cara mengelola Golkar bagai perusahaan milik pribadi, maka proses Sidang Pleno DPP Partai Golkar pun tak kunjung dilakukan.

Padahal, lanjutnya, Sidang Pleno DPP Partai Golkar itu adalah amanat AD/ART Partai yang harus segera dilaksanakan menuju Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar.

“Pleno saja tak kunjung dilaksanakan. Golkar ini kok hendak diperlakukan bagai perusahaan milik pribadinya saja. Mau apa sih? Mau jadi menteri? Mau jadi Ketua MPR? Urus Golkar aja enggak bener,” ujar Benny lagi.

Jika tata cara berorganisasi level dasar saja tak bisa dijalankan oleh Airlangga Hartarto dkk, maka sangat disayangkan nasib Golkar ke depan.

“Di tingkat aktivis Kelompok Cipayung saja, urusan Pleno itu wajib dan harus dilaksanakan. Masa partai sebesar Golkar enggak? Itu kan dasar banget. Padahal, Golkar ini adalah partai kader. Takkan mungkin ada kaderisasi partai jika cara yang dilakukan masih begitu,” ujar Benny.

Dia juga menyayangkan, tidak ada upaya yang serius melakukan rekrutmen kader dari kalangan muda ke partai Golkar. Airlangga Hartarto dkk dianggap gagal memimpin Golkar. “Udahlah. Sudahi saja. Sudah gagal, kok masih ambisius mau jadi Ketum,” ucapnya.

Baru di era Airlangga Hartarto dkk memimpin Partai Golkar inilah, lanjut Benny, partai yang sudah sangat berpengalaman sekelas Golkar ini tidak berani mengajukan kader-kadernya sebagai calon Presiden di Pilpres lalu.

Hal itulah yang juga membuktikan betapa lemah dan betapa tak punya daya tarik yang bagus lagi partai Golkar ini di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto dkk.

Kasihan sekali Golkar ini. Partai ini harus diselamatkan dari tangan-tangan kaum gagal saat ini. Masih ada Bamsoet yang kita harapkan bisa memperbaiki Golkar menjadi lebih baik ke depannya, ujarnya. (Red SKI). 

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Arhanud TNI AD Uji Tembak Rudal Canggih

Sab, 24 Agu 2019 12:33:12am

SKI|Jakarta - Kegiatan Latihan Menembak Senjata Berat (Latbakjatrat) Terintegrasi yang melibatkan Rudal-Rudal canggih seperti Mistral, Starstreak dan...

Rudal-Rudal Arhanud TNI AD Hancurkan Sasaran Di Udara

Sab, 24 Agu 2019 12:26:17am

SKI|Jakarta - Kemampuan rudal-rudal Arhanud kembali teruji, setelah dalam Latancab Kartika Yudha 2019 berhasil memukau para pejabat TNI dan TNI AD...

Begini Warung Ala TNI Yang Digemari Masyarakat

Jum, 23 Agu 2019 11:55:51pm

SKI|Bekasi - Koramil Pondok Gede Kodim Bekasi menyelenggarakan Warung Berkah di Alun-alun Kota Bekasi, Jalan Veteran Raya, Kelurahan Marga Jaya,...

Kapolsek Nangung Beserta Muspika Meninjau Loķasi Terdampak Gempa

Jum, 23 Agu 2019 10:04:20pm

SKI|Bogor - Lokasi terdampak gempa Kp. Talahab Kontrak RW. 09 Desa Malasari, Kapolsek Nanggung AKP Asep Saepudin, SH beserta Muspika Nanggung dan...

Korban Perampokan Indomart Dibesuk Binmas Dan Matwil Duri Kosambi

Jum, 23 Agu 2019 01:33:53pm

SKI| Jakarta - Bhabinkamtibmas Kelurahan Duri Kosambi Polsek Cengkareng Bripka Achmad Haris bersama Matwil Aipda Imam membesuk korban perampokan...

Ngaku Polisi, Pelajar SMK Favorit Di Lotim Dibegal Di Kawasan Pantai Labuhan Haji

Jum, 23 Agu 2019 01:19:18pm

SKI|LOTIM - Salah seorang pelajar Sekolah Menengah Keguruan (SMK) Favorit di Kabupaten Lombok Timur dengan inisial TN dibegal di kawasan pantai...

Louncing Transportasi Massal “Bus Trans Patriot” Lengkapi Kebutuhan Transportasi Di Bekasi

Jum, 23 Agu 2019 02:03:31am

SKI|Bekasi - Tingkatkan pelayanan bidang transportasi di Kota Bekasi , Dinas perhubungan Kota Bekasi melaunching Bus , Operasional Angkutan Massal...

Kapolres Demak Bersilaturahmi Dan Berdialog Bersama Para Jurnalis Demak

Kam, 22 Agu 2019 10:34:23pm

SKI, Demak - Kapolres Demak AKBP Arief Bahtiar mengajak para jurnalis Demak untuk menangkal berita hoax demi menjaga keamanan bangsa dan negara...

Hendak Tawuran, Binmas Kapuk Amankan Pelajar

Kam, 22 Agu 2019 10:18:47pm

SKI, Jakarta - Pada saat panas terik matahari semangat Binmas Kelurahan Kapuk Polsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat Aiptu Sudary SH Binmas...

Polsek Tanah Abang Ungkap Dua Polisi Gadungan Dan Dua Pengamen Waria

Kam, 22 Agu 2019 09:45:49pm

SKI, Jakarta - Kinerja Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada masyarakat ialah suatu tugas pokok yang...

Berita Terbaru

NUSAN

EKONOMI

PERISTIWA

!-- Global site tag (gtag.js) - Google Analytics -->
%d blogger menyukai ini: