728 x 90
Mata Publik, Tajam, dan Terpercaya
Wartawan Swara Konsumen Indonesia Dilengkapi Dengan KTA Yang Masih Berlaku Dan Surat Tugas Peliputan, Nama Tercantum Didalam Box Redaksi
IMG-20190908-WA0002

SKI| Mataram – Saat bersamaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menghadapi dua upaya melumpuhkan kewenangan pemberantasan korupsi. Seleksi pimpinan yang diwarnai calon pelanggar kode etik sampai dengan upaya pelemahan melalui Rancangan Undang Undang Nomor 20 tahun 2002 tentang KPK.

Jurnalis Mataram dan koalisi masyarakat sipil NTB memandang, dua agenda ini terindikasi upaya sistematis dan terdesain untuk melemahkan kewenangan KPK sebagai lembaga antirasuah. Diduga ada pihak – pihak yang terindikasi terusik dengan agenda pemberantasan korupsi, karena banyak diantara mereka yang terjerat adalah pejabat publik, seperti oknum kepala daerah, oknum anggota DPRD, oknum 6 pejabat birokrasi dari pusat hingga daerah. Mereka yang merasa terancam menjalankan modus korupsi kolusi dan nepotisme, sangat bernafsu untuk melemahkan KPK melalui agenda RUU.

“Kami jurnalis di Mataram dan koalisi masyarakat sipil sangat berkepentingan mengawal agenda pemberantasan korupsi agar tetap berjalan, bahkan harus ditingkatkan. Karena masih banyak agenda pemberantasan korupsi kakap yang belum terungkap, baik di pusat maupun di daerah,” kata koordinator jurnalis, Sirtupillaili, Sabtu (7/9).

Bagi jurnalis, ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram ini menilai, KPK selama ini mampu mengungkap sederet kasus kakap melibatkan banyak pejabat penting. Dalam konteks ini, ada simbisis antara kerja jurnalisme dengan kinerja KPK. “Fakta yang belum terungkap oleh karya jurnalistik yang melibatkan konspirasi pejabat negara, itu bisa diungkap oleh KPK. Lewat penindakan KPK itu, kami selama ini mengawal kinerja pemerintah agar bersih dari praktik korupsi,” ujar Sirtupillaili.

Sementara Koalisi masyarakat sipil yang diwakili Dwi Sudarsono menyoroti revisi Undang Undang KPK yang diindikasikan sebagai upaya melumpuhkan agenda pemberantasan korupsi. 10 poin yang akan terjadi jika revisi singkat itu terjadi. Diantaranya, independensi KPK terancam karena penyidik tidak lagi dari kalangan independen, penyadapan harus melalui dewan pengawas yang dibentuk. “Ini akan mempersulit proses penyadapan yang selama ini sudah berjalan sesuai dengan SOP,” ucap Dwi Sudarsono.

Anehnya lagi, kata dia, penuntutan perkara korupsi yang selama ini terintegrasi, sesuai RUU harus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung. Perkara yang menjadi perhatian publik justru sepertinya tidak jadi kriteria prioritas penanganan kasus.

“Poin poin lain terlihat jelas dari upaya melemahkan kewenangan. Seperti kewenangan pengambil alihan perkara di tingkat penuntutan dibatasi, bahkan kewenangan strategis penuntutan dihilangkan,” tegas Dwi Sudarsono.

Aksi dukungan kepada KPK berlangsung Sabtu (7/9) usai workshop Jurnalis Melawan Korupsi di Mataram. Para jurnalis dan Koalisi membawa pamflet dengan beragam kalimat yang intinya pro pada KPK dan menolak pelemahan oleh pihak – pihak tertentu. Tertulis “Save KPK”, ” Tolak Capim KPK Bermasalah”, hingga tolak Revisi UU KPK. (Khautsar) 

Baja Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed

Tingkatkan Kinerja Pengelolaan PBB P2 Dengan Inovasi Bappenda

Kam, 19 Sep 2019 12:58:45pm

SKI| Bogor - Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BAPPENDA) Kabupaten Bogor terus meningkatkan kinerja pengelolaan PBB P2 dari berbagai macam aspek...

Ribuan Masyarakat Batang Antusias Sambut Bhakti Sosial Kodam IV

Rab, 18 Sep 2019 10:23:01pm

SKI| Batang - Ribuan masyarakat yang berasal dari Kota Batang dan sekitarnya antusias menyambut kegiatan bhakti sosial yang digelar Kodam...

Pererat Silaturahmi Danramil 03/Serengan Berkunjung Ke Tokoh Masyarakat

Rab, 18 Sep 2019 10:07:28pm

SKI| Surakarta - Koramil 03/Serengan, Kodim 0735/Surakarta selalu menjalin tali silaturahmi dengan semua komponen masyarakat dalam menjaga wilayah...

Satlantas Polres Lotim Gelar Khitanan Massal

Rab, 18 Sep 2019 09:32:55pm

SKI| LOTIM - Belasan anak mengikuti khitan massal gratis dan pengobatan gratis bagi masyarakat Desa Rumbuk yang diadakan oleh Satuan Lalulintas...

PT. KAI (PERSERO) Daop 4 Semarang Demak 17 September 2019

Rab, 18 Sep 2019 09:28:02pm

SKI| Demak - Tingkatkan keselamatan, KAI lakukan sosialisasi di perlintasan sebidang pintu pintu kereta api di wilayah ganepo kec Mranggen kab...

Team Futsal Putri Kab.Bogor “NETIC” Terus Berpacu Dan Berprestasi Diajang Futsal Putri

Rab, 18 Sep 2019 03:12:07pm

SKI| Bogor - NETIC adalah salah satu nama Team Futsal Putri asal Kabupaten Bogor yang berkiprah ditingkat Nasional diberbagai kejuaraan Futsal Putri...

Danrem 071/Wijaya Kusuma Tinjau Lokasi Serbuan Teritorial Di Kabupaten Batang

Sel, 17 Sep 2019 09:05:06pm

SKI| Batang - Komandan Korem 071/Wijaya Kusuma Kolonel Kav Dani Wardhana, S.Sos., M.M., M.Hn., berserta tim dari Korem 071/WK serta di dampingi...

Pangdam IV Sambut Satgas Yonif Raider 408/Sbh Dari Tugas Pamtas RI-RDTL

Sel, 17 Sep 2019 08:39:05pm

SKI| Semarang - Setelah bertugas selama sembilan bulan melaksanakan tugas Operasi Pamtas RI-RDTL, prajurit yang tergabung dalam Satgas Yonif Raider...

Pelaku Curat Diringkus Timsus Polres Lotim 

Sel, 17 Sep 2019 08:34:02pm

SKI| LOTIM - Timsus Polres Lombok Timur berhasil menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan  (Curat) di wilayah Desa Wajegeseng, Kabupaten Lombok...

Jangan Sampai Ketinggalan, Boom Sale Di Ace Hardware

Sel, 17 Sep 2019 06:25:08pm

SKI| Jakarta - Sebagai pusat perlengkapan rumah tangga dan gaya hidup terlengkap, ACE kembali menghadirkan BOOM Sale yang menawarkan harga paling...

!-- Global site tag (gtag.js) - Google Analytics -->
%d blogger menyukai ini: