Wakil Bupati Lotim Terima Ribuan Massa Aksi Gerakan Ahlusunnah Wal Jamaah 

SKI l Lombok Timur-Wakil Bupati Lombok Timur,H.Rumaksi SJ menerima langsung ribuan massa Gerakan Ahlusunnah Wal Jamaah yang melakukan aksi di depan kantor Bupati Lotim,Kamis (6|1).

Wakil Bupati Lotim dengan didampingi Kapolres Lotim,AKBP Herman Suriyono, Sik,MH langsung naik ke panggung tempat orasi. Dengan bergabung bersama para orator aksi sambil mendengarkan orator aksi menyampaikan aspirasi dan tuntutannya.
‎‎
Wakil Bupati Lotim dalam penyampaiannya mengatakan kalau oknum ustaz MQ sudah diamakan aparat kepolisian dan memproses sesuai dengan ketentuan hukum yang ada.

” Kita akan kawal kasus ini sampai tuntas sedangkan penyataan dari massa aksi akan kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Ditempat yang sama Kapolres Lotim,AKBP Herman Suriyono mengatakan proses hukum sedang dilakukan mengenai masalah ujaran kebencian dengan dilakukan secara profesional.

” Kita lakukan penegakan hukum secara profesional,” tegas Herman.‎

Ribuan massa yang berbagai dari elemen organisasi kemasyarakat tergabung dalam gerakan Ahlusunnah Wal Jamaah melakukan aksi di depan kantor Bupati Lotim,Kamis (6|1).

Dengan menuntut agar faham wahabi diusir dari Lombok Timur karena dinilai dianggap meresahkan masyarakat terhadap ajaran yang diberikan.

Aksi tersebut mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian guna mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Wakil Bupati Lotim juga melakukan penandatangan pernyataan bersama dengan pejabat yang lainnya.

Namun sebelumnya ‎ koordinator umum aksi membacakan pernyataan sikap yang isinya antara lain, pertam,tangkap dan adili Ustaz Mizan Qudsiyah,kedua,hentikan segala bentuk aktivitas as sunnah, wahabi dan salafi,ketiga, tutup lembaga majelis as sunnah,wahabi dan salafi,keempat,selamatkan NKRI dari radikal ektrim dan keenam,segera bertaubat dan kembali ke ajaran ahlusunnah wal jamaah.

Setelah puas menyampaikan aspirasi massa aksi membubarkan diri dengan tertib dengan akan kembali kalau apa yang menjadi tuntutannya tidak direspon.‎(Sam).