oleh

Ada Apa? Penanganan Kasus Dugaan Korupsi PT PPE, Sampai Saat Ini Belum Juga Ada Tersangka

-Hukum-7 views

 

SKI|Bogor-Penangangan kasus Perseroan Terbatas Prayoga Pertambangan dan Energi (PT. PPE) yang diduga merugikan uang rakyat senilai kurang lebih Rp80 milyar, kini masih jalan ditempat.

Pasalnya, kasus yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor sejak awal tahun 2018 silam itu, hingga kini masih dalam tahap menunggu hasil audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

“Terkait kasus PT PPE itu masih berjalan, dan kita masih menunggu hasil audit dari BPK Pusat,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari, red) Kabupaten Bogor, Munaji saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Senin (12/4/’21).

Ia melanjutkan, kasus dugaan itu pihaknya masih belum bisa berbuat banyak, dan prosesnya masih dalam tahap proses penyidikan.

“Kasusnya kan sudah tahap penyidikan, jadi persoalan itu masih tetap berjalan kok. Tenang saja, saya juga masih menunggu hasil audit dulu dari BPK,” kilahnya.

Namun, ketika disinggung kapan waktu pasti hasil audit itu akan selesai dilakukan oleh BPK RI, Kajari menjawab. “Kita nggak tahu lah untuk kapan selesainya audit itu dilakukan, karena itu merupakan ranah BPK pusat. Kalau kita hanya menunggu saja,” paparnya.

Menurutnya, audit yang dilakukan BPK RI bertujuan untuk mencari tahu terkait nilai kerugian negara yang dilakukan oleh direksi PT. PPE milik Pemkab Bogor itu sewaktu dipimpin oleh Radjab Tampubolon.

“Audit itu tujuannya untuk mencari tahu, kerugiannya berapa kemana saja larinya uang milik negara tersebut yang menyebabkan kerugian bagi negara hingga mencapai puluhan milyar tersebut,” lanjutnya.

Selain itu, masih kata Munaji, sampai saat ini untuk kasus dugaan PT PPE sendiri masih belum menetapkan satu orang tersangka pun dari total puluhan orang yang dipanggil menjadi saksi.
“Termasuk mantan Dirutnya pak Radjab Tampubolon itu sejauh ini masih berstatus saksi,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, terkait PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PT PPE) yang ditaksir mengalami kerugian Rp80 miliar. Yang mana uang sebesar itu adalah bagian dari dana penyertaan modal dari Pemkab Bogor kepada PT PPE yang totalnya mencapai Rp200 miliar. (UT)

Komentar

News Feed